Home › Hukum › 2 Tersangka OTT Polda Riau Pungut Uang Dari 9 Kepala Puskesmas di Kampar
Dalih Selesaikan Kasus Jamkesmas 2022
2 Tersangka OTT Polda Riau Pungut Uang Dari 9 Kepala Puskesmas di Kampar
Keterangan Foto: Penampakan Dua Tersangka OTT Polda Riau saat konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (15/5).
Pekanbaru, Tabloid Diksi - Wadir Reskrimum AKBP Iwan Manurung ungkap terkait kasus Jamkesmas tahun 2022 sedang ditangani dan masih dalam penyidikan. Belum kelar perkara itu, sekarang terkait OTT dengan barang bukti uang tunai sebesar 85 juta dan 2 (dua) handphone jenis iphone. Hal ini diungkapkan olehnya dalam sebuah konferensi pers yang digelar di Mapolda pada hari Senin (15/5) kemarin.
"Awalnya ada rapat, ZD ini meminta dan memerintahkan kepada para kepala puskesmas tersebut untuk mengumpulkan uang untuk membantu permasalahan yang sedang ditangani oleh subdit Tipikor Ditreskrimsus terkait dengan perkara penyalahgunaan dana Jamkesmas tahun 2022,” terang Iwan.
- Baca juga:
Dalam rapat tersebut, disepakati bahwa masing-masing Kepala Puskesmas harus mengumpulkan dana sebesar 10 juta rupiah per kepala puskesmas di seluruh Kabupaten Kampar.
"Selanjutnya MR ditunjuk sebagai bendahara atau pengkumpul dana dari 31 kepala puskesmas yang ada. Kemudian berdasarkan informasi masyarakat pada tanggal 12 Mei 2023 akan ada penyerahan dana langsung oleh tersangka MR kepada ZD di kediamannya."
Menurut Iwan, setelah dilakukan pengintaian, benar adanya penyerahan dana sebesar 85 juta rupiah oleh MR kepada ZD di kediamannya. Selain uang tunai, juga ada 2 (dua) handphone jenis iphone yang disita sebagai barang bukti.
"Untuk persangkaan pasal ada 2 pasal yang kita kenakan. Yang pertama yaitu pasal 5 ayat satu huruf A dengan ancaman pidananya paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun dengan denda paling sedikit 50 juta dan paling banyak 250. Pasal yang kedua itu pasal 12 huruf b dengan ancaman pidana penjara selama 4 tahun paling lama 20 tahun dengan denda paling sedikit 200 juta dan paling banyak sebanyak 1 milyar rupiah," jelas Iwan.
Sementara itu, dari 31 Kepala Puskesmas di Kabupaten Kampar, hanya 9 Kepala Puskesmas yang telah menyerahkan anggaran tersebut.
Iwan menambahkan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pemeriksaan lanjut terkait asal-usul dana yang dikumpulkan oleh para kepala puskesmas.
"Kami masih melakukan pemeriksaan penyidikan lanjut dari masalah dana itu diserahkan di masing-masing puskesmas dari mana anggarannya dapat dari mana lokasi apa dari siapa itu nanti masih kita lakukan pemeriksaan," pungkas Iwan.**





.jpeg)
Komentar Via Facebook :