Home › Peristiwa › Insiden Maut PHR Polisi Tetapkan Tiga Tersangka
Petaka Buah Kelalaian SOPÂ
Insiden Maut PHR Polisi Tetapkan Tiga Tersangka
Keterangan Foto: Ilustrasi, kelalaian kerja berujung insiden kematian.
Pekanbaru, Tabloid Diksi - Akhirnya terungkap dan ditetapkan tiga tersangka berinisial OF, BC, dan AF atas tewasnya Derison Siregar beberapa waktu yang lalu, pekerja di area kerja PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) di Kabupaten Siak. Setelah Kepolisian melakukan serangkaian penyelidikan secara intensif.
- Baca juga:
Kombes Pol Asep Darmawan, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau saat dikonfirmasi, pada hari Kamis (25/5/23) menjelaskan 3 orang ditetapkan sebagai tersangka karena bekerja tidak sesuai SOP (Standar Operasional Prosedur) .
Petugas yang dimaksud adalah OF sebagai operator lantai bor (floorman), BC sebagai pekerja pemboran (driller) dan AF sebagai ahli pengendali pengeboran (tool pusher).
"Korban Derison Siregar (23) meninggal dunia karena besi yang digunakan sebagai pemberat sling air hoist (kerek) terlepas dari pengait sehingga besi terlepas dan jatuh menimpa kepala dan tangan korban," ungkap Asep.
Lebih lanjut, Asep mengatakan insiden maut tersebut terjadi karena pemindahan sling air hoist dari luar monkeyboard untuk mengembalikan posisi sling air hoist ke dalam.
Namun penggunaan logam Full Opening Safety Valve (FOSV) tidak diperbolehkan sebagai pemberat. FOSV seharusnya hanya digunakan jika ada semburan liar yang terjadi di pipa minyak.
"Sebenarnya FOSV digunakan tidak sesuai SOP pada lokasi kerja. Terkait itu, ditemukan adanya kelalaian yang dilakukan tiga tersangka yang menyebabkan korban meninggal dunia," lanjutnya.
Akibat perbuatannya, ketiga tersangka disangkakan atas Pasal 359 KUHP dengan ancaman lima tahun penjara.
Sebelumnya pekerja sumur minyak wilayah kerja PT PHR di Desa Minas Barat, Siak bernama Derison Siregar (23) tewas saat pengeboran minyak, Rabu (18/1).
Saat itu korban menurunkan peralatan baik elevator dan observer dari meja floor ke tanah dan rekannya sebagai operator mengoperasikan air hoist.
Secara terpisah korban dan rekan lainnya mendorong benda yang dikaitkan di air hoist supaya keluar dari pagar meja floor. Kemudian benda tersebut diturunkan ke tanah lalu dilepaskan dari hook (pengait) air goist.
Operator bernama Bayu (29) meminta korban dan rekannya Octa (45) untuk memberi aba-aba angkat atau turun. Sebab posisi operator di driller console dan tidak bisa melihat dengan jelas karena bagian atas tertutup kanopi.
Setelah FOSV diangkat melewati lubang Mongkeyboard, kira-kira 20 meter dari meja floor, tiba-tiba FOSV berupa besi seberat ratusan kg jatuh menimpa korban.






Komentar Via Facebook :