https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Gerbong Mutasi Bergerak di Polresta Pekanbaru, Muharman Arta Lantik Kabag Ren dan Pimpin 2 Sertijab •   Tim Puslitbang Polri Turun ke Polresta Pekanbaru, Evaluasi Sertifikasi dan Kualitas Pengadaan •   Personel Polsek Batu Hampar Turun Tangan Bersihkan Mako, Program ASRI Jadi Gerakan Nyata •   HUT Lantas ke-71, Kapolda Riau Minta Polantas Tak Cuma Urus Jalan: Lingkungan Juga Harus Dijaga
Home › Sorotan › Mengancam Nyawa!! Ini Dilematika Istri Penabrak Polisikan Mantan Suami Usai Dilindas Olehnya
Sorotan
Pekanbaru

Ayahku di Tabrak Kenapa Bisa Tersangka?

Mengancam Nyawa!! Ini Dilematika Istri Penabrak Polisikan Mantan Suami Usai Dilindas Olehnya

Selasa, 30 Mei 2023 | 12:47 WIB,  
Penulis : TIM
Mengancam Nyawa!! Ini Dilematika Istri Penabrak Polisikan Mantan Suami Usai Dilindas Olehnya

Keterangan Foto: Heldy mantan istri mengemudikan mobil menabrakkan pagar hingga Chandra nyaris meregang nyawa

Pekanbaru, Tabloid Diksi – Seorang ayah yang hampir kehilangan nyawa diduga mendapat kriminalisasi hukum oleh oknum Polisi Polda Riau. Pasalnya ia adalah korban yang dengan sengaja ditabrak oleh sang mantan istri saat hendak meminta membawa anak-anaknya karena mendapat perlakuan tak wajar.

Awalnya pada Rabu, 15 Maret 2023, terjadi kejadian yang sangat menyedihkan dan mengenaskan bagi Chandra (46), seorang ayah yang berjuang untuk mempertahankan hak asuh anaknya. Mantan istrinya, Heldy Susanti, justru membuat Chandra menjadi tersangka dalam kejadian yang hampir merenggut nyawa Chandra akibat gilasan panas roda mobil yang dikendarai Heldy.

    Baca juga:
  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

Sore hari sekitar pukul 17.00 WIB, Chandra bersama ibu mertua dan kakaknya datang ke rumah mantan istrinya untuk menjemput anak-anaknya. Chandra mengatakan, "Saya mendapat kabar bahwa mantan istri saya telah menyekap anak-anak saya, mereka menghubungi saya secara diam-diam tanpa diketahui oleh Heldy," ucap Chandra alias Aguan, Senin (29/5).

Chandra mengajak keluarganya untuk mengambil anak-anaknya karena khawatir dengan perlakuan Heldy terhadap mereka, terutama setelah menerima telepon yang penuh kesedihan. Di tempat kejadian, terjadi cekcok mulut, dan Chandra hanya berusaha meyakinkan Heldy agar melepaskan anak-anak. Namun, Heldy tetap bersikeras melawan, meskipun secara hukum hak asuh anak berada di tangan Chandra.

Situasi semakin memanas ketika Chandra hendak meninggalkan tempat tersebut melalui pintu gerbang komplek Casablanca di Jalan Srikandi, Kecamatan Bina Widya, Kota Pekanbaru. Chandra ditabrak saat berlari menuju pintu gerbang dan mencoba menutupnya sebagai upaya untuk menghentikan mobil yang dikendarai Heldy. Namun, Heldy dengan sengaja mempercepat mobilnya dan menabrak pagar karena Chandra berada di depan pintu gerbang.

Chandra mengalami luka parah, dengan tubuhnya terjepit di antara pintu gerbang yang sepanjang sekitar 3 meter. Chandra terpental sejauh sekitar 5 meter akibat benturan tersebut. Beruntung ada sedikit celah yang membuatnya selamat, karena saat terjatuh mobil yang dikendarai Heldy tampak melindas pagar dan Chandra tepat dibawah pagar itu.

Banyak orang yang menjadi saksi kejadian ini, bahkan ada rekaman video yang dibuat oleh seorang warga. Meskipun Heldy berusaha melarikan diri, warga berhasil menghentikannya dan menuntut pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Pada malam harinya, pada Rabu 15 Maret 2023 sekitar pukul 18.00 WIB, Chandra membuat laporan polisi di Polresta Pekanbaru dengan nomor Surat Tanda Penerimaan Laporan (STTLP) Nomor: STTLP/227/III/2023/MODEL-B/SPKT UNIT II/RESTA PKU.

Setelah kejadian itu, Chandra mengaku sering mengalami sakit kepala yang tak tertahankan dan kesulitan berkonsentrasi. Ia merasa tidak normal seperti sebelumnya. Setelah mencoba menahan rasa sakit selama sekitar 10 hari tanpa hasil yang signifikan, Chandra mendapat rekomendasi dari seorang dokter untuk segera mencari perawatan medis di Malaka karena risiko yang tinggi. Pada tanggal 29 Maret 2023, Chandra dirawat di Mahkota Medical Centre di Malaka dan hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan adanya pembekuan darah di kepala. Setelah perawatan, Chandra diharuskan untuk menjalani pemeriksaan kesehatan berkala selama satu bulan ke depan.

Chandra mengungkapkan kekecewaannya, "Hingga saat ini, saya belum sepenuhnya pulih dari insiden tersebut. Saya merasa sangat kecewa dengan penegak hukum yang menjadikan saya tersangka dalam kejadian ini. Saya tidak tahu bagaimana bisa tiba-tiba dipanggil sebagai tersangka. Dari surat panggilan tersebut, baru saya mengetahui bahwa itu terkait dengan laporan yang dibuat oleh Heldy pada tanggal 16 Maret 2023 di Polda Riau. Saya adalah korban yang hampir kehilangan nyawa saat mencoba melindungi anak-anak saya."

Chandra menekankan perlunya transparansi dan pendalaman yang lebih baik oleh pihak penyidik Polda Riau untuk mengungkap fakta sebenarnya. Ia merasa dirugikan dan tidak dihargai sebagai manusia di negara ini. Chandra bertekad untuk berjuang membuktikan kebenaran sampai akhir.

Freddy Simanjuntak, Penasehat Hukum Chandra, mengungkapkan pendapatnya bahwa proses hukum saat ini tidak profesional. Menurutnya, perkara ini seharusnya ditangani oleh Polresta Pekanbaru dan jika tidak ada kemajuan, laporan dapat dinaikkan ke tingkat Polda.

“Kondisi ini, perkara kan sedang berlangsung di Polresta Pekanbaru sekarang sedang tindak lanjuti oleh Jaksa. Seharusnya secara institusi kalau perkara di Polresta tidak naik barulah laporan Heldy yang di Polda Riau bisa naik, karena ini peristiwa hukum yang sama. Sekarang mereka sama-sama tersangka, kan sangat aneh” sebut Freddy.

Keadaan ini menimbulkan pertanyaan besar tentang profesionalitas penegak hukum saat ini. Apakah ini menjadi hal yang biasa dan lumrah?

Heldy ditahan oleh Polresta Pekanbaru selama kurang lebih 10 hari, namun kemudian dibebaskan dengan jaminan. Setelah itu, laporan Heldy tanggal 16 Maret 2023 didorong lebih cepat dengan munculnya Surat Perintah Penyidikan pada tanggal 14 April 2023. Surat Pemberitahuan dimulainya penyidikan juga diterbitkan pada tanggal yang sama, yaitu tanggal 14 April 2023, dan yang terakhir, surat penetapan tersangka pada tanggal 23 Mei 2023.

Kembali Freddy menyebutkan, "Publik dapat menilai proses yang sedemikian rupa ini dan melihat bagaimana hukum berjalan saat ini."

Dalam Pengadilan Negeri Kelas 1A Pekanbaru, putusan gugatan perdata Nomor 2/Pdt.G/2020/PN Pbr telah menetapkan Chandra sebagai wali dan pemegang hak asuh terhadap ketiga anaknya inisial CheaZ, CheZ, dan ChiZ dalam gugatan melawan Tergugat (Heldy-Red).**

Editor : Redaktur

TOPIK TERKAIT

chandraheldypolda riauasepfreddy simanjuntakpenganiayaanhukumkorban tabrakan jadi tersangkakacamata hukum
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Cari Keadilan Persoalan Konfrontasi Saksi dan Dugaan Intervensi Polda Riau, Benarkah?

    Minggu, 28 Mei 2023 | 13:12 WIB
  • Sorotan

    Ketua LP KPK Riau Pertanyakan Kekuatan Auditor Independen di Riau

    Sabtu, 27 Mei 2023 | 14:41 WIB
  • Hukum

    Polda Riau Jajarkan 15 Orang Tahanan Terkait Belasan Kilogram Sabu dan Ratusan Ekstasi

    Selasa, 23 Mei 2023 | 16:59 WIB
  • Hukum

    Seorang WNA Diamankan Diduga Pelaku Perdagangan Manusia: Benarkah Satgas PPLN Tutup Mata?

    Senin, 22 Mei 2023 | 12:19 WIB
  • Sorotan

    Jadi Sorotan LP KPK Riau: Jeritan Masyarakat Terkesan Diabaikan, Ada Apa?

    Minggu, 21 Mei 2023 | 21:29 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #8

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Selasa, 22 Sep 2026 | 09:03 WIB
  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com