Home › Ekonomi › Buruh MAS Bengkalis Minta Disnaker Dievaluasi
Ingkar JanjiÂ
Buruh MAS Bengkalis Minta Disnaker Dievaluasi
Keterangan Foto: Buruh PT Meskom Agro Sarimas berunjuk rasa menuntut pembayaran gaji mereka.
BENGKALIS, Tabloid Diksi, - Rabu, 31 Mei 2023, ratusan perwakilan karyawan dan buruh PT Meskom Agro Sarimas menggeruduk kantor Bupati, di Jalan A Yani, Kelurahan Bengkalis Kota. Usai melakukan unjuk rasa di halaman kantor PT MAS yang beroprasi di Desa Pangkalan Batang, Bengkalis, ratusan karyawan dan buruh tersebut menuntut gaji mereka yang belum dibayarkan juga oleh pihak perusahaan selama 3 bulan lamanya.
- Baca juga:
"Kami datang kesini menuntut PT MAS agar hak kami atau gaji yang belum dibayar itu harus segera dibayarkan pada hari ini juga. Dan kami meminta pemda harus ikut turun tangan langsung, jangan hanya sebatas hanya memberikan janji kepada kami ini. Tapi dimana buktinya Pemda sendiri,"ujar Gunawan.
Para pengunjuk rasa mengancam akan melakukan penyegelan kantor dan semua aset PT MAS serta akan memanen sendiri buah sawit milik perusahaan tersebut.
"Kemarin Disnaker, sudah menjamin bahwa ini akan selesai tapi sekarang kami melakukan aksi. Padahal kami sudah memberikan surat ke Disnaker dan Disnaker sendiri tidak ada turun kelapangan. Kalau Disnaker tidak sanggup menjalankan tugas dengan baik kami para buruh meminta agar dibubarkan saja," kesal Gunawan lagi.
Diutarakan Gunawan, setiap aksi yang dilakukan para Karyawan dan butuh PT MAS tersebut terus dilaporkan ke Disnaker. Namun disayangkan, ungkap Gunawan, pihak Disnaker tidak pernah turun langsung menyikapi hal para buruh itu.
"Kami para buruh tidak percaya lagi dengan Disnaker, dan kami datang kesini mau menemui Bupati supaya masalah ini cepat selesai. Tapi sampai sekarang masalah ini tetap tidak terselesaikan juga. Kami ingin pihak pemerintah tegas ke perusahaan agar membayarkan gaji kami semua. Pokoknya kami mau gaji kami hari ini harus diselesaikan. Kalau tidak kami semua akan bergerak dengan cara kami sendiri, apakah kami akan memanen disana, atau semua aset kami sita, karena ini urusan perut,"tegasnya.
"Hal ini terjadi sudah melewati batas, dari kedua belah pihak ini belum ada kami lihat yang betul betul mau membantu masalah kami. Apakah menunggu kami mengangkat senjata saling membunuh. Dan dari Disnaker dan Pemda yang sudah berjanji mau menyelesaikan masalah ini dengan menandatangi suatu perjanjian. Tetapi sampai sekarang disnaker tetap tidak pernah turun,"ucapnya.
"Kami sebagai buruh, meminta kepada Pemda Bengkalis untuk mengevaluasi Disnaker yang tidak pernah peduli kepada para buruh. Dan kami tetap akan melakukan aksi secara berlanjut, sampai tuntutan kami selesai kapan pihak perusahaan PT MAS mau membayar gaji kami semua," tegasnya.
Staf Ahli Bupati Bengkalis Johansyah Safri saat menemui para buruh di depan kantor Bupati mengatakan bahwa ini sebelumnya sudah pernah di mediasikan dan pemkab Bengkalis sudah melakukan beberapa upaya upaya yang sudah ditandatangani pihak Pemda, perwakilan buruh maupun perusahaan sendiri.
Sebagai tindak lanjut dari pertemuan kemarin itu, pihak perusahaan sudah menyanggupi untuk membayar gaji pada akhir bulan Mei ini. Tetapi sampai sekarang pihak perusaan belum juga membayarkannya. Dalam kontek ini, bukanlah kewenangan Pemkab Bengkalis dengan adanya UU Cipta Kerja 11 tahun 2020," ungkap Johan.
Pemda bisa saja segera menindak lanjuti kesepakatan dengan perusahaan. Sesuai dengan kewenangan Pemda menyurati Disnaker provinsi, dalam penilaian itu terbukti pihak perusahaan ingkar janji dari kesepakatan yang telah dilakukan pada Rabu, 23 Mei 2023 di Duri.






Komentar Via Facebook :