Home › Hukum › Propam Polda Riau Teliti Postingan Viral Anggota Brimob
Kasus Mutasi Uang
Propam Polda Riau Teliti Postingan Viral Anggota Brimob
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Bid Propam Polda Riau sedang menyelidiki postingan viral di media sosial Instagram yang dibuat oleh Bripka Andry Darma Irawan, anggota Brimob Polda Riau. Kabid Propam Polda Riau, Kombes Pol Johanes Setiawan, menjelaskan perkembangan terkait kasus tersebut.
Menurut Kombes Pol Johanes Setiawan, Bripka Andry Darma Irawan membuat postingan tersebut karena tidak menerima mutasi demosi yang diterimanya. Ia mengungkapkan keberatan atas mutasi tersebut, meskipun tidak ada kesalahan yang dilakukannya selama bertugas di Batalyon B Rokan Hilir. "Mutasi terhadap Bripka Andry tersebut merupakan mutasi rutin. Ia dimutasi bersama 34 personil lainnya. Bukan bersifat demosi," kata Kombes Pol Johanes Setiawan kepada wartawan.
- Baca juga:
Lebih lanjut, Kombes Johanes menjelaskan bahwa kasus curhatan Bripka Andry mengenai penyerahan uang kepada Komandan Batalyon Manggala bernama Kompol Petrus juga telah ditindaklanjuti oleh Propam Polda Riau sejak Maret 2023. "Kita sudah memeriksa 8 orang sebagai saksi. Jadi kasusnya sedang ditindaklanjuti. Terkait setoran ini masih dalam penyelidikan, nanti pembuktiannya akan ada di sidang," ujar Kombes Johanes.
Kombes Pol Johanes Setiawan juga menegaskan bahwa Bripka Andry belum pernah masuk dinas ke kesatuannya di Batalyon A Pekanbaru sejak dimutasi. Hal ini membuatnya dianggap melakukan desersi dan absen pada tanggal sidang yang telah diputuskan. "Jadi sampai sekarang dia belum masuk dinas sejak pertama kali ia dimutasi alias desersi. Sehingga tanggal sidang dan sudah diputuskan, namun tidak hadir," kata Kombes Johanes.
Terakhir, Kombes Johanes mengungkapkan bahwa Propam Polda Riau telah melakukan penyelidikan terhadap kasus ini dan akan melanjutkan proses hukum yang sesuai. "Kasus ini sedang dalam proses tindak lanjut. Kita sudah dalami di Propam dan sudah diproses untuk ditindaklanjuti," tegasnya.
Sebelumnya, Bripka Andry Darma Irawan, yang diduga polisi di Satbrimob Polda Riau, mengungkapkan kekecewaannya melalui media sosial dengan menyoal transferan sejumlah uang kepada atasannya.**






Komentar Via Facebook :