Home › Sorotan › Berpuluh Tahun Masyarakat Desa Kuala Patah Parang Rindukan PLN
Bak Mimpi Diabad ModernÂ
Berpuluh Tahun Masyarakat Desa Kuala Patah Parang Rindukan PLN
Suasana remang Desa Patah Parang saat malam hari, hanya sebatas lampu tempel menjadi penerang gelapnya malam.
INHIL, Tabloid Diksi - Masyarakat Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang Kabupaten Indragiri Hilir, mengeluhkan lambatnya penanganan listrik masuk ke Desa mereka, berpuluh-puluh tahun lamanya cahaya terang lampu listrik menjadi dambaan masyarakat di sana.
Kepala Desa Kuala Patah Parang, Dedi Suandi mengatakan Pemerintah Desa bersama masyarakat sudah melewati berbagai proses untuk mendukung percepatan akses listrik PLN masuk ke desa, namun sayang harapan dapat hidup terang benderang belum juga terwujud.
Masyarakat Desa Kuala Patah Parang berharap segera kehadiran PLN menjadi solusi penerangan warga setempat.
- Baca juga:
“Kami dari Pemdes, pengurus pembantu pelaksana jaringan listrik, BPD dan masyarakat sudah melewati berbagai proses untuk mendukung ini seperti gotong royong, mengurus alat berat tapi sampai sekarang masyarakat masih harus mengeluh karena belum dapat menikmati listrik,” ujar Dedy Suandi.
"Sampai ke kilometer 8, Rengat hingga pekanbaru juga sudah kita lakukan untuk membicarakan solusi persoalan listrik di Desa kami, tapi kesannya pihak terkait melempar bola kami harus kesini, atau kesana,” ucapnya.
Dedi mengaku selama ini pihaknya sudah cukup membantu pihak PLN Mulai dari pengadaan alat berat, pembersihan lahan, penebangan pohon, hingga gotong royong per empat bulan sekali. Upaya tersebut diharapkan listrik ke Desa mereka segera rampung dan dapat dinikmati seperti Desa lainnya yang sudah diterangi lampu listrik.
Dedi mengatakan, sejak sekitar satu tahun lebih, instalasi listrik sudah terpasang di desa mereka, namun hingga hari ini, Minggu (18/6/23) masih saja ada persoalan yang menjadi alasan terkendalanya penerangan dari PLN tersebut.
Ia meminta kepada Pemerintah Kabupaten agar mencarikan solusi atas persoalan tersebut sehingga tidak terkesan ditarik ulur.
Masyarakat pun sudah sangat mengeluh dengan kondisi keterbatasan listrik yang hanya menyala beberapa jam setiap malamnya.
Dedi menyebutkan setidaknya ada sekitar 442 KK di Desa Kuala Patah Parang yang mendambakan hidup tanpa keterbatasan listrik, dari jumlah tersebut sekitar 250 keluarga bahkan sudah mengeluarkan uang untuk membeli KWH.
“Apalagi jaringan sudah masuk instalasi listrik mulai dari tiang, kabel bahkan pemasangan KWH sudah selesai dikerjakan tinggal hidupkan api saja lagi, bahkan kemaren sudah coba hidupkan dua hari habis itu mati dan sampai sekarang belum ada kelanjutan,” terang Dedi Suandi.






Komentar Via Facebook :