Home › Sorotan › Jadikan Pohon Pisang Sebagai Bahan Yang Bernilai, Kukerta UNRI melakukan Pelatihan Pembuatan Keripik Debog Pisang
KUKERTA UNRI 2023
Jadikan Pohon Pisang Sebagai Bahan Yang Bernilai, Kukerta UNRI melakukan Pelatihan Pembuatan Keripik Debog Pisang
Keterangan Foto: Potret KUKERTA UNRI Desa Pulau Mungkur 2023
Kuansing, Tabloid Diksi - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Pekanbaru, Riau, melaksanakan kegiatan pelatihan pembuatan keripik debog pisang kepada Ibu PKK di Desa Pulau Mungkur, Kecamatan Gunung Toar, Kabupaten Kuantan Singingi.
Kelompok tersebut beranggotakan 10 orang mahasiswa dari berbagai jurusan, seperti Ilmu Komunikasi, Sosiologi, Akuntansi, Sistem Informasi, dan Pendidikan Kimia dengan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rahmita Budiartiningsih S.E, M.Hum.
- Baca juga:
Dikatakan Reti Anjeli selaku Penanggung jawab kegiatan, Menurut hasil observasi kelompok Kukerta tersebut, banyak sekali ditemukan pohon pisang di Desa Pulau Mungkur. "Kami melihat kebanyakan pohon pisang yang sudah berbuah menjadi limbah sampah yang tidak bermanfaat. Dari hal tersebut, tim Kukerta menemukan ide untuk memanfaatkan batang pisang atau biasa disebut debog pisang dengan menyelenggarakan pelatihan bersama Ibu PKK dalam mewujudkan program kerja “Pengolahan Keripik Debog Pisang”. Kegiatan diselenggarakan di salah satu rumah warga pada Selasa kemarin, Ucap Reti Anjeli kepada Tabloid Diksi, Sabtu (19/08/2023)
Renti Anjeli menyebutkan bahwa dengan adanya pelatihan tersebut dapat mengajarkan kepada masyarakat bahwa limbah pelepah pisang dapat dimanfaatkan sebagai bahan olahan dan dijadikan penambah penghasilan keluarga.
"Kami selaku tim KUKERTA UNRI dengan adanya pelatihan pengolahan limbah pelepah pisang ini, semoga bisa menjadi penambah penghasilan bagi masyarakat Desa Pulau Mungkur, "Terang Anjeli.
Disamping itu, Salah satu anggota Kukerta Mahasiswa jurusan Pendidikan Kimia, Aprina Sulastri mengatakan bahwa menurut penelitian batang pisang kaya akan manfaat yang mengandung senyawa kimia antara lain saponin, tannin, dan falvanoid.
“Senyawa-senyawa tersebut terkenal memiliki manfaat dalam kesehatan atau bidang pengobatan sebagai detoksifikasi sistem pencernaan, mengobati batu ginjal dan ISK, mengontrol kolestrol dan tekanan darah, menyembuhkan asam lambung, menstabilkan gula darah, dan sebagainya. Selain itu, batang pohon pisang juga kaya akan serat dan kandungan vitamin seperti Vitamin A, B dan C, serta juga kaya akan nitrogen dan kalium, "Imbuh Aprina.
Sementara itu Diki Suganda Amir selaku ketua KUKERTA UNRI, berharap agar pelatihan ini memberi manfaat untuk masyarakat Desa Pulau Mungkur dan kedepannya batang pisang bisa dijdika bahan yang bernilai untuk kehidupan masyarakat Desa
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap masyarakat di Desa Pulau Mungkur jadi tahu bahwa batang pisang yang biasanya di biarkan busuk atau tidak memiliki nilai ekonomis dapat diolah menjadi sesuatu yang bernilai dan menginspirasi, juga masyarakat dapat dengan mudah menerapkan pembuatan keripik pelepah pisang ini,” ujar Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Pulau Mungkur, Diki Suganda Amir.
Ketua PKK Desa Pulau Mungkur Mardiati menyampaikan ucapan terimakasih serta apresiasi kepada mahasiswa Kukerta UNRI yang melakukan pelatihan bagi masyarakat di desanya. yang hadir terlihat antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka merasa bahwa program pelatihan ini dapat membuka peluang usaha home industri di Desa Pulau Mungkur.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Karena merupakan hal yang baru dan belum pernah ada sebelumnya di desa mengolah pelepah pisang menjadi olahan keripik debog pisang. Dapat menambah keterampilan dan wawasan bahwa selain buah, daun, dan jantung pisang, batangnya pun bisa dimanfaatkan. Selain itu hasil olahannya dapat dititipkan di warung setempat, ”Tutup Mardiati Ketua PKK Desa Pulau Mungkur.[]






Komentar Via Facebook :