Home › Nasional › Sering Lambungkan Riau di Level Nasional
Jalan 2 Desa ini Hancur Tak Digubris
Sering Lambungkan Riau di Level Nasional
Keterangan Foto: Yulisman S.Si MM, Ketua DPRD Provinsi Riau.
KAMPAR, Tabloid Diksi – Jalan lebar mulus dan beraspal menjadi harapan banyak masyarakat pedesaan, tapi tidak dirasakan warga Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Mesjid. Kesal dirasakan warga atas rusaknya sejumlah ruas jalan provinsi seakan tak pernah habis. Padahal, kedua Desa tersebut acap mengharumkan nama Riau di kancah nasional sekaligus mengukir prestasi mentereng.
Kedua Desa tersebut berada di lintasan jalan penghubung Desa Silam Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar dengan Desa Koto Mesjid, Kecamatan XIII Koto Kampar. Anehnya lagi, Pemerintah Provinsi Riau seakan tidak peka terhadap beberapa titik kerusakan dan daerah rawan kecelakaan.
Ruas jalan Provinsi yang melewati Desa Pulau Gadang dan Desa Koto Mesjid dalam kondisi hancur dan berlobang.
- Baca juga:
Perihal prestasi kedua desa tersebut, Arjunalis Kepala Desa Koto Mesjid berkesempatan hadir diundang ke Istana Merdeka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, sempena HUT RI.
Desa Koto Mesjid meraih gelar juara Desa Terbaik Nasional Regional I Tahun 2023. Sebelumnya Tahun 2021 lalu desa berjuluk “Kampung Patin” ini dinobatkan sebagai juara kedua Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) Kategori Souvenir.
Kekecewaan masyarakat di daerah ini disampaikan oleh Kepala Desa Pulau Gadang Syofian dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Pulau Gadang, A Yani pada saat kegiatan kunjungan kerja dan sosialisasi Ranperda oleh Ketua DPRD Provinsi Riau Yulisman, di Taman Edukasi Desa Pulau Gadang, Selasa (12/09/23).
Di hadapan Ketua DPRD Provinsi Riau, Syofian menyampaikan bahwa ruas jalan Desa Silam-Desa Tanjung Alai berstatus jalan provinsi dan ramai dilewati kendaraan. Ruas jalan ini dalam kondisi banyak terdapat kerusakan, yang mengakibatkan rawan kecelakaan dan tindakan kriminal. Sehingga sudah selayaknya dilakukan perbaikan maupun pelebaran jalan.
Ruas jalan ini sekarang tidak hanya digunakan oleh masyarakat antar desa setempat, namun sudah menjadi perlintasan nasional dimana kendaraan yang datang dari Provinsi Sumatera Barat menuju Kabupaten Rokan Hulu atau sebaliknya memilih jalur ini karena lebih pendek bila dibandingkan melewati daerah Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok.
Syofian juga meminta Pemprov Riau melakukan pemotongan ketinggian Bukit Keramat di Desa Silam. Karena tanjakannya cukup curam dan sering mengakibatkan kendaraan, terutama jenis mobil truk dan L 300 terguling ke dalam jurang. Ditambah lagi bagian sisi jurang di pendakian ini tak seluruhnya dibatasi pagar.
Ia menyampaikan, Pulau Gadang dan beberapa desa di wilayah ini merupakan desa yang rela pemukimannya dipindahkan demi mendukung proyek Pembangunan PLTA Koto Panjang 30 tahun yang lalu. Beberapa desa di sini telah mencatatkan prestasi di tingkat kabupaten, provinsi, bahkan di tingkat nasional.
Menanggapi aspirasi masyarakat, Ketua DPRD Provinsi Riau Yulisman mengatakan, beberapa titik kerusakan jalan provinsi di daerah ini terjadi karena tidak ada lagi putera daerah di sini, terutama putra XIII Koto Kampar yang duduk di DPRD Riau.
Di hadapan Pemerintahan Desa, tokoh masyarakat dan ratusan masyarakat Desa Pulau Gadang, dalam pertemuan ini, Yulisman berjanji akan meluangkan waktu bertemu dengan seluruh kepala desa yang melewati ruas jalan tersebut.
“Pak Kades, tolong nanti kumpulkan para kepala desa di daerah ini, yang melewati jalan ini untuk pertemuan dengan saya,” ujar Yulisman Ketua DPRD Provinsi Riau.






Komentar Via Facebook :