Home › Hukum › PETI Kecil di Kuansing Jadi Bulan-bulanan APH
Kontras Beda Perlakuan
PETI Kecil di Kuansing Jadi Bulan-bulanan APH
Keterangan Foto: Alat berat lakukan aktivitas PETI dekat Venue Dayung Porprov di Kuansing.
TELUK KUANTAN, Tabloid Diksi - Dua pelaku Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) dengan menggunakan rakit ditangkap oleh jajaran Polres Kuansing, Jumat 8 Oktober di Logas Tanah Darat, Kuantan Singingi .
Sementara, pelaku PETI dengan menggunakan alat berat tak jauh dari arena dayung Kebun Kopi, Desa Bukit Pedusunan, Kec. Kuantan Mudik sudah berlangsung satu minggu bebas menjalankan aktifitasnya.
- Baca juga:
Tak tanggung-tanggung , 5 alat berat yang digunakan untuk mengeruk emas di daerah tersebut. Saking lancarnya beraksi, pelaku PETI alat berat itu sudah seminggu melancarkan operasi ilegalnya baik siang dan malam. Kontras dengan dua pelaku yang ditangkap yang bekerja hanya menggunakan alat seadanya.
Tempat yang dijadikan lokasi pengerukan berkisar jarak 1 Km dari jembatan besi venue Kebun Nopi tersebut. Terdengar suara mesin alat berat yang menderu-deru dalam gelap malam seperti hendak membuat lubang di area bekas venue olah raga dayung saat Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Riau dan dayung nasional itu.
Ujang, warga setempat, Selasa (10/10/2023) pagi menuturkan, alat berat itu sudah sejak seminggu terakhir telah beroperasi. Dan ia memastikan ada 5 unit alat berat yang beroperasi di areal tersebut.
Ujang juga mengaku risih, dengan kehadiran penambang emas ilegal dengan alat berat itu, selain merusak lingkungan, kehadiran alat berat itu juga mengganggu aktivitasnya mencari ikan. Suara ribut dari alat berat tersebut membuat ikan-ikan seperti nila dan gabus enggan naik ke permukaan air.
''Jarang ikan nila go muncul lai. Dek gegaro urang mancari omeh du rak (Jarang ikan nila muncul. Gara-gara orang mencari emas tu),'' ujar Ujang.
Sedangkan informasi yang diterima dari sumber yang sengaja dirahasiakan identitasnya, kelima alat berat PETI yang mengeruk areal Kebun Nopi itu diduga dikendalikan pemain ilegal yang berinisial No dan Mar.
''Dugaan kita ada dua pemainnya di situ. No dan Mar,'' ujar sumber tersebut.
Sementara itu, Kapolda Riau Irjen Pol Muhammad Iqbal Melalui Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Kompol Andrie Setiawan ketika dihubungi menyebut akan segera mengecek informasi itu.
''Oke. Terima kasih informasinya, kita langsung selidiki,'' pungkas Kompol Andrie Setiawan.**






Komentar Via Facebook :