Home › Ekonomi › Luar Biasa, Impor Beras Era Jokowi Pecah Rekor
Dibutuhkan Duit Rp 30T
Luar Biasa, Impor Beras Era Jokowi Pecah Rekor
Keterangan Foto: Bongkar muat beras impor dari kapal Thai Binh12 asal Vietnam di Pelabuhan Tanjung Priok, Rabu (13/09/23) Jakarta.
JAKARTA - Pemerintah berencana menambah kuota impor beras sebanyak 1,5 juta ton. Untuk menambah cadangan beras pemerintah (CBP) di gudang Perum Bulog.
Sebelumnya, pemerintah telah menugaskan Bulog mengimpor beras sebanyak 2 juta ton tahun ini.
- Baca juga:
Lalu berapa besar nilai yang harus digelontorkan untuk membeli beras impor sebanyak 3,5 juta ton tersebut?
Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) sebelumnya pernah mengungkapkan, beras yang diimpor adalah setara kelas premium. Di mana rata-rata nasional harga eceran menembus Rp14.000 per kg.
Namun, lanjut nyali karena merupakan beras cadangan pemerintah, yang digunakan untuk mengintervensi pasar dan menstabilkan harga, beras tersebut dijual sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
Buwas menyebut, pada Desember 2022 penugasan impor beras sebanyak 500.000 ton kala itu, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,4 triliun.
Di mana, menurut Buwas saat itu, harga pembelian beras impor adalah Rp8.800 per kg.
Artinya, jika mengacu harga tersebut, untuk mengimpor beras sebanyak 3,5 juta ton adalah Rp30,800 triliun.
Seperti diketahui, dengan penambahan kuota impor beras tersebut, impor beras tahun ini akan menjadi rekor baru impor beras Indonesia.
Dan, akan jadi volume impor beras terbesar sejak pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Di mana, sebelumnya impor terbesar pada era Jokowi terjadi di tahun 2018 yang tercatat mencapai 2,253 juta ton.
Di mana, rekor impor beras Indonesia sebelumnya terjadi di tahun 2011, pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) periode kedua. Menurut catatan BPS, pada saat itu, pemerintah mengimpor sebanyak 2.750.476,2 ton beras.
Sementara itu, BPS mencatat, realisasi volume impor beras tahun ini, untuk periode Januari-Agustus tercatat sebanyak 1,592 juta ton.
Sebagai informasi, volume impor ini juga mencakup beras khusus dan beras lainnya.






Komentar Via Facebook :