Home › Peristiwa › 75 Pendaki Terjebak Debu Panas 11 Tewas
Erupsi Gunung Marapi di Sumbar
75 Pendaki Terjebak Debu Panas 11 Tewas
Keterangan Foto: Tim evakuasi BASARNAS Padang mengangkat jenazah pendaki gunung Marapi yang terjebak erupsi.
PEKANBARU, Tabloid Diksi - Jumlah korban jiwa meninggal dunia para pendaki terus bertambah, akibat terjebak erupsi gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar).
Sebanyak 11 pendaki ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia.
- Baca juga:
"Pada update data pukul 07.10 WIB, tim gabungan berhasil menemukan 3 orang selamat dan 11 orang dalam keadaan meninggal dunia," ungkapnya.
Belum diketahui identitas korban yang meninggal, adapun tim evakuasi masih dalam perjalanan menuju ke bawah gunung.
"Saat ini tim dalam perjalanan membawa 11 survival yang ditemukan meninggal dunia," ujar Kakan SAR Padang.
Abdul Malik menjelaskan bahwa proses evakuasi dan pencarian korban masih berlangsung.
Diperkirakan, jumlah korban yang masih belum ditemukan mencapai 12 orang, dan tim gabungan terus berupaya menemukan mereka.
Sebanyak 75 pendaki berada di Gunung Marapi saat erupsi terjadi.
Hingga pukul 06.00 WIB, evakuasi berhasil dilakukan untuk 49 orang.
Pihak berwenang masih fokus pada upaya evakuasi dan pencarian korban yang masih tertimbun debris gunung
Sebelumnya diberitakan, salah satu gunung aktif di Sumatera Barat yaitu Gunung Marapi, kembali memuntahkan awan panas dan abu pada Minggu (03/12/2023), pukul 14.54 WIB.
Erupsi tersebut menciptakan ledakan dahsyat yang terdengar hingga ke beberapa wilayah di sekitarnya, menyebabkan getaran dan kepanikan di antara penduduk.
Menurut data yang dikeluarkan Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunungapi Marapi, erupsi tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan berlangsung selama sekitar 4 menit 41 detik.
Saat ini, Gunung Marapi berada pada status Waspada Level II.
Erupsi Gunung Marapi kali ini ditandai dengan suara ledakan yang mengguncang daerah sekitarnya, disertai awan abu pekat yang meloncat ke atas ketinggian.
Masyarakat di Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kota Bukittinggi, dan sekitarnya disarankan untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti petunjuk dari pihak berwenang.






Komentar Via Facebook :