Home › Ekbis › Presentasi Studi Kelayakan Jembatan Bengkalis - Pulau Sumatera
Wabup: Bengkalis Ukir Sejarah
Presentasi Studi Kelayakan Jembatan Bengkalis - Pulau Sumatera
Wakil Bupati Bengkalis, DR Bagus Santoso bersama Tim Studi Kelayakan saat presentasi akhir rencana pembangunan jembatan Bengkalis - Pulau Sumatera.
BENGKALIS, Tabloid Diksi - pembangunan jembatan penghubung Pulau Bengkalis dengan Pulau Sumatera (Sungai Pakning), Tim Studi Kelayakan melakukan presentasi akhir dalam rangka percepatan pembangunan.
Presentasi dilakukan via daring, dihadiri Kepala Dinas PUPR Ardiansyah dan Sekretaris Erdila Fitriyadi, Kabid Infrastruktur dan Kewilayah Bappeda Bengkalis Rahmah Wati Putri, Camat Bukit Batu Acil Esyno, Camat Bengkalis Taufik Hidayat serta Pejabat Pemkab Bengkalis lainnya.
- Baca juga:
Dihadapan Wakil Bupati Bengkalis, Dr H Bagus Santoso. Tim Studi menyampaikan dua alternatif trase jembatan.
Pertama, jembatan dibangun berdasarkan plot Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Bengkalis 2022-2024.
Titik koodinat lokasi wilayah Sumatera berada di kawasan industri Buruk Bakul, sedangkan di Pulau Bengkalis berada sekitar Pangkalan Batang.
Apabila titik lokasi tersebut disetujui, dengan panjang jembatan sekitar 7.600 meter, dan panjang jalan pendekat 1.300 meter.
Maka total panjang trase 8.900 meter (8,9 Km).
Alternatif kedua, lokasinya tidak jauh dari dermaga RoRo saat ini. Bila disetujui, panjang jembatan 7.080 meter, panjang jalan pendekat 1.870 meter.
Total panjang trase 8.950 meter (8,95 Km).
Pada kesempatan itu, dibahas analisis biaya investasi pembangunan jembatan.
Estimasi biaya kontruksi Rp7,697 triliun (mendekati Rp7,7 triliun). Perkiraan biaya pemeliharaan konstruksi Rp80,875 miliar dan estimasi biaya pengadaan lahan Rp18,182 miliar.
Analisis kelayakan pembangunan jembatan berdasarkan nilai manfaat menunjukan indikasi layak. Bahkan sekalipun jika terjadi penurunan volume lalu lintas hingga 49 persen.
Jika pembangunan jembatan menggunakan metode berbayar menggunakan tarif flat selama konsesi 50 tahun, masih layak jika tarif jembatan 1,30 kali lebih besar dari tarif penyebrangan menggunakan kapal RoRo.
Terkait pemaparan Tim Studi Kelayakan, Wabup Bagus Santoso menyambut baik dan berharap pembangunan jembatan sesegera mungkin dilaksanakan.
Menurutnya, salah satu wilayah terluar NKRI sudah sepantasnya Pulau Bengkalis terhubung melalui jembatan dengan Pulau Sumatera.
Diakui Wabup, banyak orang beranggapan pembangungan jembatan Pulau Bengkalis-Pulau Sumatera itu hal mustahil, hanya mimpi belaka.
Namun, melalui penandatanganan kerjasama antara Pemkab Bengkalis dengan Pemprov Riau, beberapa waktu lalu, menjadi bukti nyata bahwa di bawah ke kepemimpinan Kasmarni dan Bagus Santoso mimpi besar itu akan segera terwujud.
"Ini merupakan langkah awal yang Insha Allah akan mengukir sejarah bagi kita di Kabupaten Bengkalis dan Provinsi Riau dimana cita-cita kita dari awal di Kabupaten Bengkalis adalah untuk merangkai pulau," ujar Bagus, Kamis 21 Desember 2023.
Alasan mendasar pembangunan jembatan tersebut, pulau Bengkalis memiliki posisi strategis, berbatasan langsung dengan Malaysia.
Membuka peluang investasi dan mendorong geliat perekonomian, memperkuat pertahanan nasional, menekan peredaran narkoba maupun perdagangan manusia.






Komentar Via Facebook :