Home › Hukum › Polda Metro Jaya Layangkan Surat Penangkapan Firli
Mangkir Panggilan kedua
Polda Metro Jaya Layangkan Surat Penangkapan Firli
Keterangan Foto:
JAKARTA, Tabloid Diksi - Surat panggilan kedua serta perintah pengambilan paksa ke Ketua nonaktif KPK Firli Bahuri telah dilayangkan Polda Metro Jaya. Hal tersebut diungkapkan Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
- Baca juga:
Firli sedianya diperiksa sebagai tersangka pemerasan mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) di Gedung Bareskrim Polri, namun mangkir.
Setelah dikeluarkan panggilan pertama, Polda Metro Jaya layangkan panggilan kedua berikut sudah dipersiapkan surat perintah membawa, katanya kepada wartawan di Monas, Jakarta Pusat.
Karyoto mengaku juga akan berkoordinasi dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Ade Safri Simanjuntak terkait tindak tindak lanjut dalam kasus pemerasan itu.
Karyoto menegaskan apabila surat pemanggilan pemeriksaan kedua tetap diabaikan, penyidik ​​akan segera mengeluarkan surat penangkapan terhadap Firli.
“Kalau itu (surat panggilan kedua) tidak diindahkan pasti kita keluarkan surat perintah penangkapan,” katanya.
Sebelumnya kuasa hukum Firli, Ian Iskandar mengatakan kliennya tidak memenuhi panggilan kepolisian karena akan hadir dalam sidang etik Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
"Ya rencananya begitu (ke sidang etik Dewas KPK), kan tidak bisa bersamaan. Cek aja ke KPK," kata Ian saat dihubungi.
Polda Metro Jaya sebelumnya telah menetapkan Firli sebagai tersangka kasus pemerasan terhadap SYL. Firli diduga melanggar Pasal 12 e dan atau Pasal 12 B dan atau Pasal 11 UU Tipikor juncto Pasal 65 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman penjara seumur hidup.
Firli juga mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Jumat, 24 November 2023. Ia menggugat Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Namun hakim tunggal Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Imelda Herawati menyatakan tak dapat menerima gugatan praperadilan Firli. Salah satunya disebabkan bukti yang disajikan dinilai tidak relevan.
Di sisi lain, penyidik ​​Subdit Tipikor Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah melimpahkan berkas perkara tersangka Firli ke Kejati DKI Jakarta pada Jumat, 15 Desember lalu.
Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pun telah menunjuk enam jaksa untuk menyelidiki berkas perkara tersebut. Para jaksa memiliki waktu tujuh hari untuk menyelidiki dan memutuskan kelengkapan berkas perkara.






Komentar Via Facebook :