Home › Sorotan › Arya W Legislator Bali Larang Pekerja Berjilbab
Pakar Hukum : Keliru
Arya W Legislator Bali Larang Pekerja Berjilbab
Arya Wedakarna
JAKARTA, Tabloid Diksi - Pakar Hukum Pidana, Hibnu Nugroho, mengatakan pelarangan jilbab di ranah pekerjaan merupakan hal keliru. Sebab, konteksnya dinilai tidak bertentangan dalam prinsip hukum.
"Kalau dilihat dari ranah umum, seperti dalam ranah pekerjaan, tentunya pelarangan jilbab ini keliru. Karena hukum di negara kita tidak begitu, kita kan negara Pancasila," kata Hibnu, Selasa (02/91/2024).
- Baca juga:
Sebagaimana diketahui, Legislator Provinsi Bali Arya Wedakarna menjadi sorotan setelah viral potongan video dirinya menyinggung jilbab yang dikenakan wanita Muslim. Video tersebut menjadi kontroversial dan menuai kecaman warganet.
Dalam video tersebut, Arya mengatakan tidak ingin ada wanita di bagian frontline yang menggunakan penutup kepala. Dia ingin wanita yang ada di garis depan itu terbuka rambutnya, karena Bali bukanlah Timur Tengah.
"Saya gak mau yang front line, front line itu, saya mau yang gadis Bali kayak kamu, rambutnya kelihatan terbuka. Jangan kasih yang penutup, penutup gak jelas, this is not Middle East. Enak aja Bali, pakai bunga kek, pake apa kek," celoteh Arya dikutip Republika.co.id di Jakarta, Senin 1 Januari 2024.
Menurut Hibnu, masyarakat Indonesia harus melihat dan memahami bahwa Indonesia adalah negara yang berlandaskan Pancasila. Sehingga keragaman terkait dengan agama harus diterima sesuai dengan konteksnya masing-masing.
Ia menjelaskan, ketika dalam konteks adat ataupun ritual keagamaan, pelarangan jilbab di Bali tentunya sah-sah saja. Namun, kata dia, jika dalam konteks umum seperti pekerjaan maka pelarangan jilbab tidak dibenarkan.
Hibnu menyarankan agar Pemda Bali memberikan rujukan hukum mengenai hal itu, mana yang menjadi kepentingan hukum umum, hukum adat, dan hukum agama.





Komentar Via Facebook :