Home › Internasional › Epidemi Sifilis Guncang AS
80 Persen Lonjakan Kasus Sejak 2018
Epidemi Sifilis Guncang AS
Keterangan Foto:
JAKARTA, Amerika Serikat tengah bergulat dengan peningkatan substansial kasus sifilis, mencapai tingkat tertinggi lebih dari tujuh dekade, menurut laporan terbaru Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Data mengkhawatirkan mengungkap lonjakan kasus hampir 80 persen, melampaui 207.000 jiwa kurun waktu 2018 sampai 2022.
- Baca juga:
Pada 2022 saja, 3.755 kasus bayi yang lahir dengan sifilis yang dilaporkan di AS, menandai peningkatan 937 persen yang mengejutkan selama dekade terakhir.
"Krisis sifilis di negara kita tidak dapat diterima. Pemerintahan Biden-Harris berkomitmen untuk mengatasi masalah mendesak ini dan menggunakan semua cara yang tersedia untuk menghilangkan kesenjangan dalam sistem perawatan kesehatan kita. Tindakan yang kami ambil ini akan membantu memastikan kami meningkatkan hasil untuk orang tua yang melahirkan dan bayi baru lahir. Kita harus mencegah lebih banyak kematian yang disebabkan oleh sifilis kongenital, penyakit yang sepenuhnya dapat dicegah," kata Sekretaris Layanan Kesehatan dan Kemanusiaan Xavier Becerra, Rabu, 31 Januari 2024 dalam siaran pers.
Kasus sifilis di Amerika Serikat mencapai jumlah tertinggi dalam 10 tahun terakhir. Sedikitnya terdapat 207.000 kasus yang dilaporkan pada 2022. Ini jumlah kasus tertinggi di AS sejak tahun 1950.
Dibandingkan tahun 2018, jumlah kasus sifilis naik dua kali lipat. Sifilis melonjak 32 persen pada periode 2020-2021 dan naik 17 persen pada 2021-2022.
Sifilis kongenital adalah penyakit akibat bakteri yang muncul sebagai luka genital yang tidak menimbulkan sakit. Namun, jika tidak diobati, dapat menyebabkan kelumpuhan, gangguan pendengaran, demensia, bahkan kematian.
Sifilis tidak hanya terjadi pada laki-laki homoseksual dan biseksual, tetapi juga meluas pada laki-laki dan perempuan heteroseksual. Penyakit ini bahkan semakin banyak memengaruhi bayi yang baru lahir akibat terinfeksi dari ibunya saat kehamilan. Sifilis kongenital dari seorang ibu yang menularkan infeksi ke anak saat hamil sering kali terjadi karena sang ibu tertular melalui pasangan.
Sementara lebih dari 170.000 kasus sifilis dilaporkan pada tahun 1951, jumlah menurun signifikan dengan munculnya serum antibiotik.
Namun, dua dekade terakhir Amerika telah menyaksikan kebangkitan kasus, mendorong intervensi mendesak untuk membalikkan epidemi mengerikan.






Komentar Via Facebook :