https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun •   Bupati-Wabup Kampar Turun Langsung, Bantuan Beras Disalurkan ke Warga Rentan •   Jalur Lama Ditutup, Arus Dialihkan! Ditlantas Polda Riau Pastikan Overpass STA 203+285 Siap Dilintasi •   Siapkan Anggaran 2027, Biro Rena Polda Riau Periksa Kebutuhan Polres Kampar
Home › Nasional › Perbandingan Jumlah Warisan Utang SBY-Jokowi 
Nasional
Pulau Jawa & Madura

Sama-sama 2 Periode Berkuasa

Perbandingan Jumlah Warisan Utang SBY-Jokowi 

Minggu, 25 Februari 2024 | 21:25 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Perbandingan Jumlah Warisan Utang SBY-Jokowi 

Keterangan Foto: Joko Widodo - Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

JAKARTA, Tabloiddiksi – Ketua Dewan Pengawas Center for Islamic Studies in Finance Economics and Development, Awali Rizky mengatakan, di akhir kekuasaan Presiden Joko Widodo utang pemerintah akan menumpuk menjadi Rp8.845 triliun (t).

Dikutip dari Inilah.com, Awali menuturkan, selama sepuluh tahun atau dua periode masa kekuasaannya, Jokowi telah menambah utang hingga Rp6.236 triliun. Sementara, rezim Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya mewariskan utang Rp2.600 triliun.

    Baca juga:
  • Pimpin ACW, Indonesia Perkuat Diplomasi Kolektif ASEAN

  • Tambah TKD Rp18,9 Triliun, Pemerintah Pastikan Gaji PPPK Daerah Aman

  • Prabowo: Nilai-Nilai Gontor Sejalan dengan Pembentukan Karakter Bangsa

Awali menyebutkan, posisi utang pemerintah per 31 Desember 2023 sebesar Rp8.145 triliun dan pada akhir 2024 diperkirakan naik menjadi Rp8.845 triliun.

"Tambahan utang selama era SBY sebesar Rp1.309 triliun atau dari Rp1.300 triliun menjadi Rp2.609 triliun," tulis Awali dalam unggahan di akun X, dikutip Ahad (25/2/2024).

Adapun perbandingan utang pemerintah terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per 31 Desember 2023 sebesar 38,98 persen. Diperkirakan akhir 2024 mencapai 39 persen. Rasio utang  selama era SBY berkurang 32 persen  dari 56,60 persen perbandingannya menjadi 24,88 persen.

"Nah, pada era Jokowi bertambah sekitar 15 persen dari 24,88 persen menjadi 39 persen," tulisnya lagi.

Rasio utang terhadap PDB yang rendah menunjukkan bahwa suatu perekonomian menghasilkan barang dan jasa yang cukup untuk membayar kembali utang tanpa menimbulkan utang lebih lanjut. 

Tambah Utang Lagi

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) akan menambah utang lagi melalui lelang Surat Utang Negara (SUN) untuk mendanai APBN 2024 yang mengalami defisit Rp552 triliun atau 2,9 persen dari PDB.

Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan melaksanaan lelang 9 Februari 2024 dengan target indikatif sebesar Rp24 triliun dan target maksimal sebesar Rp36 triliun.

Padahal, pada 31 Januari lalu, Kemenkeu sudah menambah utang baru dari lelang SUN hingga Rp24 triliun. Dengan defisit APBN hingga Rp552 triliun maka pemerintahan Presiden Jokowi kian agresif menarik utang baru. Apalagi masa kerja tahun ini hanya tersisa enam bulan lagi sebelum berganti pemerintahan pada Oktober mendatang.

Selain dari pasar SUN, Kemenkeu juga menarik utang dari Surat Berharga Negara (SBN) ritel hingga Rp160 triliun dari tahun lalu yang hanya Rp147 triliun.

Dalam APBN tahun ini, Kemenkeu menargetkan utang baru hingga Rp600 triliun. Tujuannya untuk menutup defisit APBN yang ditargetkan naik menjadi sebesar 2,9 persen atau senilai Rp522,8 triliun, dibandingkan target defisit 2023 sebesar 2,27 persen.

Sedangkan pada 13 Februari lalu, China Development Bank atau CDB telah mengucurkan utang baru ke Indonesia hingga USD448 juta atau setara Rp6,99 triliun dengan kurs Rp15.626/USD.

Utang ini untuk menutup biaya pembebasan lahan dalam proyek pembangunan Kereta Cepat Whoosh yang bekerja sama dengan BUMN Negeri Tirai Bambu.

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Utang RI Jokowi SBY
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Siap-Siap! Pegawai Swasta Dapat Rp 2,4 Juta dari Jokowi

    Sabtu, 08 Agu 2020 | 13:32 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #8

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Polisi Gerebek Rumah di Langgini, 2,13 Gram Sabu Disita dari Pria 35 Tahun

    Selasa, 22 Sep 2026 | 09:03 WIB
  • AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    AR Bawa Kabur Aki Mobil Senilai Rp1,1 Juta di Rumbai, Polisi Langsung Memburu

    Senin, 21 Sep 2026 | 16:16 WIB
  • Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Api Lepas Kendali, Lahan 1,8 Hektare di Kelesa Inhu Terbakar; Pria 60 Tahun Jadi Tersangka

    Senin, 21 Sep 2026 | 14:52 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com