https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB •   BBM Aman di Pekanbaru, Polisi Siaga Antisipasi Gangguan Distribusi •   Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial •   Terendus dari Informasi Warga, Polisi Sita 32 Paket Sabu di Tapung
Home › Ekonomi › Dihantam El Nino, Thailand Justru Ekspor Beras 
Ekonomi
Pulau Jawa & Madura

Lukman: Rakyat RI Babak Belur

Dihantam El Nino, Thailand Justru Ekspor Beras 

Rabu, 28 Februari 2024 | 15:44 WIB,  
Penulis : Rahmat Hidayat
Dihantam El Nino, Thailand Justru Ekspor Beras 

Keterangan Foto:

JAKARTA, Tabloiddiksi - Indonesia dan Thaliland adalah dua negara terkena dampak El Nino sejak Juli 2023. Keduanya mengalami kekeringan ekstrem sehingga mengalami gagal panen.

Namun yang terjadi kondisi berbeda Indonesia dan Thailand.

    Baca juga:
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Di Indonesia, pemerintah bersusah payah menutupi kebutuhan pangan, terutama beras. Bahkan sampai membuka kran impor jutaan ton beras.

Meski terkena El Nino, Negeri Gajah Putih itu tetap bisa mengekspor beras ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Pegiat media sosial, Lukman Simandjuntak menyoroti hal itu. Menurutnya, ada perbedaan besar antara Thailand dan Indonesia.

"Sama-sama kena El Nino, rakyat Indonesia babak belur karena beras naik, sementara Thailand malah bisa ekspor beras," tulisnya di akun media sosial X @hipohan, Selasa (27/02/2024).

Lukman juga membandingkan pernyataan Presiden Jokowi dengan Tom Lembong soal penyebab kenaikan harga beras.

"Kalian lebih percaya siapa? Penyebab harga beras naik dan langka di pasar karena El Nino, sementara menurut Tom Lembong penyebabnya karena El Pino," ungkapnya.

Diketahui, harga beras hingga saat ini masih melambung. Di tengah tingginya harga, stok beras pun masih belum merata.

Satuan Tugas (Satgas) Pangan menyebut, dari kegiatan monitoring beras yang dilakukan, ditemukan penyebab mengapa stok beras di ritel modern cenderung minim jika dibandingkan dengan di pasar tradisional.

Kepala Tim Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Helfi Assegaf menjelaskan, hal itu disebabkan karena pengusaha beras cenderung memasok ke pasar tradisional.

’’Bahwa stok beras di gudang distribution center (DC) dan outlet retail modern minim, namun di pasar tradisional mencukupi. Produsen beras cenderung memasok beras premium ke pasar tradisional dibandingkan ke retail modern, karena harga lebih kompetitif,’’ ujarnya pada rakor pengendalian inflasi daerah bersama Kemendagri di Jakarta, Senin 26 Februari 2024 lalu.

Helfi memastikan, stok beras medium dan premium untuk Kanwil Bulog masih mencukupi. Namun, kemampuan dalam melakukan pengemasan terbatas yakni hanya sekitar 8.000 bungkus 5 kg per hari. Hal itu berdampak pada proses distribusi.

Harga gabah kering panen (GKP) di petani sudah mencapai harga antara Rp8.000-Rp8.500 per kg, sedangkan untuk biaya operasional (pengemasan, produksi, dan kirim) Rp7.000 - Rp9.500 per kg.

Kondisi itu mengakibatkan harga beras premium di tingkat konsumen mencapai Rp16.000-Rp18.000 per kg.

’’Bahkan, harga beras medium sudah mendekati harga beras premium, yakni Rp15.000-Rp16.000 per kg,’’ jelasnya

Satgas Pangan mendorong pelaku usaha mengisi beras premium ke retail modern. Pemda dan PPNS K/L terkait perlu untuk melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha pangan terkait aturan HET, dan memberikan peringatan keras hingga penegakan hukum bagi yang tidak mematuhi.

Deputi III Kepala Staf Kepresidenan Edy Priyono menuturkan hal senada. Ketersediaan beras di pasar ritel modern menjadi perhatian. Beras 

Belum optimalnya penyaluran ke minimarket menyebabkan antrean panjang di Pasar Murah yang menjual beras sesuai HET. 

Editor : R Hidayat

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Kejari Pelalawan Musnahkan 60 Barang Bukti Kejahatan

    Rabu, 28 Feb 2024 | 15:21 WIB
  • Peristiwa

    Sambut Ramadhan 1445 H, Keluarga Besar Kejaksaan Tinggi Riau Gelar Halal Bihalal

    Rabu, 28 Feb 2024 | 13:36 WIB
  • Daerah

    Jelang Pelantikan Pj Gubernur Riau 

    Rabu, 28 Feb 2024 | 00:06 WIB
  • TNI-Polri

    AKP Viola Ungkap Besaran Biaya Pembuatan SIM

    Selasa, 27 Feb 2024 | 23:56 WIB
  • Politik

    Hj Adrias Hariyanto Hampir Dipastikan Melaju ke DPRD Riau 

    Selasa, 27 Feb 2024 | 23:50 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #7

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #8

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #9

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB

HUKRIM

  • Terendus dari Informasi Warga, Polisi Sita 32 Paket Sabu di Tapung

    Terendus dari Informasi Warga, Polisi Sita 32 Paket Sabu di Tapung

    Selasa, 29 Sep 2026 | 11:26 WIB
  • Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Sabu 17,57 Gram dan 3 Pil Happy Five Disita dari Rumah di Kamter, 4 Pria Diamankan

    Minggu, 27 Sep 2026 | 14:01 WIB
  • Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Polisi Geledah Rumah Warga Koto Damai, 7 Paket Sabu Ditemukan di Atas Lemari

    Minggu, 27 Sep 2026 | 13:34 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com