Home › Parlementaria › Pemko Pekanbaru Diharapkan Prioritaskan Penanganan Banjir
Pemko Pekanbaru Diharapkan Prioritaskan Penanganan Banjir
Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Faisal Islami SH MKn. Foto: Internet
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Banjir yang kerap melanda Kota Pekanbaru masih menjadi permasalahan utama bagi masyarakat. Anggota Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Faisal Islami SH MKn, menyoroti pentingnya langkah konkret dari pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho dan Markarius Anwar untuk mengatasi persoalan ini.
Menurut Faisal, kondisi banjir di Pekanbaru semakin mengkhawatirkan dan berdampak luas pada aktivitas masyarakat. Ia menekankan bahwa masalah ini harus menjadi prioritas utama bagi pemimpin baru Kota Pekanbaru.
- Baca juga:
"Genangan air yang terjadi bukan hanya merendam permukiman warga, tetapi juga menyebabkan kemacetan parah. Ini menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah kota. Kami berharap Agung Nugroho dan Markarius Anwar segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi banjir," ujarnya pada Rabu (26/2/2025).
Faisal, yang juga menjabat sebagai Ketua KNPI Kota Pekanbaru, optimis bahwa pemerintahan baru mampu berkolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pusat dalam menyelesaikan permasalahan ini.
"Kami yakin Pak Agung dan Pak Markarius bisa membawa perubahan, termasuk dalam penanganan banjir yang menjadi perhatian utama saat kampanye. Dengan usia yang masih muda, tentu ada energi lebih untuk bekerja serius dalam menangani persoalan ini. Harapannya, jumlah titik banjir bisa berkurang secara signifikan," tambahnya.
Ia juga menyoroti perlunya tindakan cepat dalam jangka pendek, salah satunya dengan menurunkan alat berat ke lokasi-lokasi yang kerap terdampak banjir.
"Pemerintah harus menyiagakan alat berat di titik rawan banjir. Ini penting sebagai langkah antisipasi. Selain itu, normalisasi drainase dan anak sungai juga harus segera dilakukan," tegasnya.
Sebagai legislator dari Fraksi NasDem, Faisal mendesak agar masterplan penanganan banjir tidak sekadar menjadi dokumen tanpa implementasi nyata.
"Jangan sampai perencanaan hanya berhenti di atas kertas. Harus ada eksekusi di lapangan agar banjir tidak semakin meluas dan merugikan masyarakat," tutupnya.






Komentar Via Facebook :