Home › Peristiwa › IDI Kampar Peduli Pelosok Negeri: Kenyataan di Lapangan Panitia Tidak Sesuai Harapan
IDI Kampar Peduli Pelosok Negeri: Kenyataan di Lapangan Panitia Tidak Sesuai Harapan
Keterangan Foto:
KAMPAR KIRI HULU, RIAU - Kegiatan Bakti Sosial "IDI Kampar Peduli Pelosok Negeri Jilid III" yang digelar oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kampar dalam rangka memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-117 dan HUT IDI ke-75, pada Minggu (21/09/2025), di Desa Tanjung Belit, Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar, mendapat sorotan dari warga.
Meskipun kegiatan ini menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan, sunat massal, dan bantuan sembako untuk anak stunting, warga mengeluhkan kurangnya sarana pendukung yang disediakan panitia.
- Baca juga:
Warga Desa Tanjung Belit dan sekitarnya yang menghadiri kegiatan ini mengaku sangat antusias, namun kondisi pelayanan yang tidak ideal membuat mereka merasa kurang nyaman. Salah satu warga mengeluhkan tidak adanya kipas angin di bawah tenda pelayanan, yang membuat suhu di dalam tenda terasa panas dan tidak nyaman.
"Panitia seharusnya lebih siap dalam menyediakan sarana pendukung seperti kipas angin atau pendingin ruangan lainnya, agar pelayanan dapat berjalan dengan lebih nyaman dan maksimal," ujar salah seorang warga.
Kegiatan yang didukung oleh 50 dokter umum dan dokter spesialis ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat, namun kekurangan sarana pendukung dapat mengurangi kualitas pelayanan. Warga berharap agar kegiatan serupa di masa depan dapat lebih baik dan lebih siap dalam menyediakan sarana pendukung yang memadai.
Kepala UPT Puskesmas Gema, Desi Susilawati STRkeb sebagai tuan rumah lingkungan kerja, saat diminta tanggapan kepanitiaan menjelaskan, "Langsung IDI kalau schedule nya, kalau Puskesmas itu dikoordinir dokter desi. Semua panitia maupun Obat-obatannya, hingga sistem pengaturan yang dari puskesmas saja. Apa Sudah berkoordinasi dengan kepala Desa ?."
Namun, kepanitiaan yang dikoordinir dokter Desi dari UPT Puskesmas Gema, belum menjawab hingga berita ini dirilis. Sedangkan, dokter Rica menurut warga setempat juga sebagai kepanitiaan, saat dimintai tanggapan mengatakan, "Waalaikumsalam, terimakasih atas masukannya pak, ini akan menjadi evaluasi bagi kami kedepannya pak."
Sementara disisi lain, Camat Kampar Kiri Hulu diwakili Sekcam Kampar Kiri Hulu, Masri SE, tidak merespon karena dirinya hanya mewakili Camat Kampar Kiri Hulu yang berhalangan hadir karena ada kegiatan dinas lainnya.






Komentar Via Facebook :