Home › Peristiwa › Soroti Akurasi Pemberitaan Media Nasional, Reputasi Besar Tak Menjamin Independensi
Soroti Akurasi Pemberitaan Media Nasional, Reputasi Besar Tak Menjamin Independensi
Keterangan Foto: Ketua DPD SPRI Riau, Alwinsyah SPd
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) Provinsi Riau menyoroti maraknya pemberitaan di sejumlah media nasional yang dinilai belum tentu akurat, berimbang, dan independen. SPRI mengingatkan bahwa reputasi besar sebuah media tidak otomatis menjamin kebenaran informasi yang disajikan, terlebih ketika terdapat hubungan kemitraan yang berpotensi memengaruhi objektivitas pemberitaan.
Ketua SPRI, Alwinsyah SPd menyampaikan bahwa beberapa waktu terakhir pihaknya menerima keluhan dari sejumlah narasumber, termasuk dari lingkungan institusi seperti kepolisian, kejaksaan, hingga lembaga pemerintahan daerah. Para narasumber tersebut mengaku kecewa karena merasa dirugikan oleh pemberitaan tendensius yang tidak mencerminkan fakta secara utuh.
- Baca juga:
“Kami menerima banyak laporan terkait pemberitaan yang terlalu mengarah, tidak berimbang, bahkan tidak melakukan verifikasi silang. Beberapa narasumber merasa diposisikan seolah-olah bersalah tanpa adanya konfirmasi yang proporsional,” ujar Ketua SPRI.
Menurutnya, era digital yang serba cepat sering membuat sebagian media tergoda mengedepankan kecepatan dibandingkan ketepatan. Celah inilah yang membuat informasi bias, tidak lengkap, atau bahkan terdistorsi sehingga merugikan pihak-pihak tertentu.
SPRI menegaskan bahwa hubungan kemitraan—baik iklan, sponsor, maupun kerja sama konten—dapat memengaruhi independensi redaksi jika tidak dikelola dengan prinsip etika jurnalistik yang benar. Meskipun tidak semua media demikian, risiko keberpihakan tetap ada.
“Reputasi media besar tidak serta merta menjadi jaminan bahwa setiap beritanya akurat dan bebas intervensi. Publik harus memahami bahwa industri media tetap memiliki kepentingan tertentu. Di sinilah pentingnya verifikasi, keseimbangan, dan akurasi menjadi pondasi utama,” tambahnya.
Melihat fenomena ini, SPRI mengimbau masyarakat untuk lebih cermat dalam menyaring informasi, tidak hanya terpaku pada nama besar sebuah media. Masyarakat diminta agar tidak langsung mempercayai setiap pemberitaan tanpa melihat sumber, data pendukung, dan keberimbangan narasumber.
“Kami meminta masyarakat agar kritis. Jangan hanya karena medianya terkenal lalu dianggap pasti benar. Bacalah dari berbagai sumber, bandingkan, dan pastikan unsur klarifikasi ada dalam pemberitaan tersebut,” tegas Ketua SPRI.
SPRI juga mendorong seluruh media—baik lokal maupun nasional—untuk memperkuat independensi serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik. Langkah ini dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus menciptakan ekosistem informasi yang sehat.






Komentar Via Facebook :