Home › Sorotan › Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin
Pasca Adpen Unri
Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin
Keterangan Foto: Kunjungan mahasiswa/i Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Riau (Foto: Tabloid Diksi)
PEKANBARU, Tabloid Diksi.com – Pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga hadir melalui proses pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan pengetahuan, keterampilan, dan kemandirian ekonomi.
Semangat inilah yang diwujudkan oleh mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Riau (UNRI) melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat bersama Tim PKK Lubuk Agung dan Ranah Sungkai, Kecamatan XIII Koto Kampar. Kegiatan digelar pada, 25 Juli 2026.
- Baca juga:
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Pelatihan Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Dimsum Ikan Patin yang Bergizi dan Bernilai Jual.” Pelatihan ini dirancang sebagai upaya untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam mengolah potensi pangan lokal, khususnya ikan patin, menjadi produk makanan yang memiliki nilai gizi sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai usaha produktif.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada teknik pembuatan dimsum berbahan dasar ikan patin, tetapi juga didorong untuk melihat potensi ekonomi dari bahan pangan yang tersedia di lingkungan sekitar. Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam pendidikan masyarakat, karena pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat diterapkan secara nyata dan memberikan manfaat berkelanjutan.
Ikan patin yang selama ini dikenal sebagai salah satu komoditas perikanan potensial di wilayah Kampar diolah menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki daya tarik bagi konsumen. Dengan pengolahan yang tepat, ikan patin dapat dikembangkan menjadi makanan yang bergizi, lezat, higienis, sekaligus memiliki peluang untuk dipasarkan sebagai produk usaha masyarakat.
Kegiatan pelatihan ini juga menjadi ruang pembelajaran bersama antara mahasiswa dan masyarakat. Mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga menjadi bagian dari proses transfer pengetahuan dan keterampilan yang diharapkan mampu memperkuat kapasitas masyarakat. Sementara itu, masyarakat memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan produktif yang dapat menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Dosen pembimbing kegiatan, Prof. Fadhly Azhar dan Dr. Arza Aibonotika, turut memberikan arahan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Pendampingan akademik ini menjadi bagian penting dalam memastikan kegiatan pengabdian tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi memiliki nilai edukatif dan pemberdayaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Adapun mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan Universitas Riau yang terlibat dalam kegiatan tersebut yakni Riri Julia Utami, Lisa Fitriani, Siti Hasanah, dan Rina Valensi.
Kegiatan ini menjadi gambaran bahwa pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun masyarakat yang mandiri dan berdaya. Ketika ilmu pengetahuan dipadukan dengan potensi lokal dan kebutuhan masyarakat, maka proses pendidikan dapat melahirkan inovasi yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membuka peluang ekonomi.
Melalui pelatihan pembuatan dimsum ikan patin ini, mahasiswa Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari implementasi ilmu pendidikan. Pengetahuan yang diperoleh di lingkungan akademik diharapkan mampu hadir di tengah masyarakat dalam bentuk solusi, keterampilan, dan inovasi yang memberikan dampak nyata.
Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi langkah awal bagi Tim PKK Lubuk Agung dan Ranah Sungkai untuk mengembangkan produk olahan ikan patin secara berkelanjutan. Dengan dukungan kreativitas, pengelolaan yang baik, serta semangat kewirausahaan, produk lokal dapat memiliki nilai tambah dan menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat.
Pada akhirnya, pendidikan bukan sekadar tentang menyampaikan pengetahuan, melainkan tentang bagaimana pengetahuan itu mampu mengubah kehidupan. Melalui pemberdayaan yang berbasis potensi lokal, masyarakat didorong untuk tumbuh sebagai subjek pembangunan yang kreatif, produktif, dan mandiri.***






Komentar Via Facebook :