https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Periode 12–18 Agustus 2026 Turun •   Bukan Sekadar Bendera, JALUR Polres Siak Kobarkan Nasionalisme di Pesisir Koto Ringin •   Klinik Terapung Satpolairud Polres Siak Layani Warga Pesisir Siak Dengan Pengobatan Gratis •   Jelajah Pesisir Siak, Polisi Bagikan Sembako dan Edukasi Kamtibmas ke Warga
Home › Peristiwa › Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau
Peristiwa
Pekanbaru

Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau

Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:27 WIB,  
Penulis : Azhar
Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau

Keterangan Foto:

PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Duka mendalam menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas bernama Jovi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan yang berujung pada myopati berat atau gangguan otot. 

Kepergian gajah jantan berusia sekitar 46 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi upaya pelestarian gajah Sumatera di Provinsi Riau.

    Baca juga:
  • Bukan Sekadar Bendera, JALUR Polres Siak Kobarkan Nasionalisme di Pesisir Koto Ringin

  • Klinik Terapung Satpolairud Polres Siak Layani Warga Pesisir Siak Dengan Pengobatan Gratis

  • Jelajah Pesisir Siak, Polisi Bagikan Sembako dan Edukasi Kamtibmas ke Warga

Jovi bukan sekadar satwa binaan. Selama lebih dari dua dekade sejak bergabung di PLG Minas pada 18 Februari 1998, gajah asal Kabupaten Indragiri Hulu itu menjadi ujung tombak berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah Riau. 

Perannya membantu penyelamatan satwa liar sekaligus melindungi masyarakat menjadikan Jovi sebagai salah satu ikon konservasi yang memiliki jasa besar bagi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Pelaksana Harian Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan gejala sakit mulai muncul pada 1 Juli 2026. Saat itu Jovi mengalami kelemahan fisik, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor hingga kesulitan berdiri. 

Tim dokter hewan segera bergerak memberikan penanganan sesuai standar operasional melalui terapi infus selama 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, mengungkapkan kondisi Jovi sempat menunjukkan harapan. Pada hari keenam perawatan, gajah tersebut mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah, sementara hasil pemeriksaan darah memperlihatkan penurunan tingkat infeksi. 

Namun perkembangan positif itu tidak berlangsung lama karena kondisi jaringan otot terus melemah hingga berkembang menjadi myopati berat yang membuat Jovi kembali terbaring dan tidak mampu berdiri.

Memasuki Minggu (2/8/2026), kondisi Jovi kembali memburuk. Ia berhenti makan dan minum sehingga tim medis meningkatkan terapi intensif dengan dukungan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan bersama dokter hewan dari berbagai unit. 

Berbagai langkah penyelamatan terus dilakukan, termasuk pemberian cairan melalui infus, oral, maupun rektal, namun kondisi kesehatannya terus menurun.

Puncaknya terjadi pada Senin (3/8/2026). Sekitar pukul 16.00 WIB suhu tubuh Jovi melonjak hingga mencapai sekitar 40 derajat Celsius. 

Menjelang malam, tepat pukul 20.43 WIB, Jovi mengalami tremor hebat sebelum akhirnya dinyatakan mati empat menit kemudian, yakni pukul 20.47 WIB. 

Tim medis langsung melakukan nekropsi dan mengambil sampel organ untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah sebelum jenazah dimakamkan sesuai prosedur.

Kepergian Jovi meninggalkan duka mendalam bagi para dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan seluruh petugas lapangan yang selama 34 hari berjuang tanpa mengenal waktu untuk menyelamatkannya. 

BBKSDA Riau berharap kisah Jovi menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat gajah Sumatera, mengurangi konflik manusia dengan satwa liar, serta memperkuat kolaborasi semua pihak agar upaya konservasi satwa langka di Indonesia terus berlanjut.

Editor : Redaktur

TOPIK TERKAIT

#BBKSDA
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #2

    Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan, Tunggakan Bertahun-tahun Kini Bisa Dibereskan

    Selasa, 11 Agu 2026 - 00:26 WIB
  • #3

    Menyala ! Tim Gabungan Polda, Polres dan Polsek Singingi Kembali Gelar Operasi PETI 

    Selasa, 04 Agu 2026 - 20:02 WIB
  • #4

    Diduga Quarry Ilegal di Kampar Rusak Jalan dan Sebar Debu, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:11 WIB
  • #5

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #6

    Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

    Selasa, 04 Agu 2026 - 15:33 WIB
  • #7

    Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

    Rabu, 29 Jul 2026 - 19:06 WIB
  • #8

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB
  • #9

    TPK Desa Alam Panjang Turun ke Sekolah Gaungkan GATI, Dorong Peran Ayah dalam Mendidik Anak

    Rabu, 05 Agu 2026 - 15:43 WIB

HUKRIM

  • Semalam, Polisi Bekuk 3 Pengedar Sabu di 2 Lokasi Pekanbaru, 12,46 Gram Barang Bukti Disita

    Semalam, Polisi Bekuk 3 Pengedar Sabu di 2 Lokasi Pekanbaru, 12,46 Gram Barang Bukti Disita

    Selasa, 11 Agu 2026 | 14:27 WIB
  • Laporan Dugaan Penganiayaan Oknum Satpol PP di Pekanbaru Masih Diperiksa Polisi

    Laporan Dugaan Penganiayaan Oknum Satpol PP di Pekanbaru Masih Diperiksa Polisi

    Selasa, 11 Agu 2026 | 12:08 WIB
  • Dugaan Kekerasan Berulang Terungkap, Oknum Satpol PP Pekanbaru Dilaporkan Pacar

    Dugaan Kekerasan Berulang Terungkap, Oknum Satpol PP Pekanbaru Dilaporkan Pacar

    Selasa, 11 Agu 2026 | 11:49 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Periode 12–18 Agustus 2026 Turun

    Harga TBS Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Periode 12–18 Agustus 2026 Turun

    Selasa, 11 Agu 2026 | 21:35 WIB
  • Harga TBS Sawit Riau Naik, Umur 9 Tahun Capai Rp3.936 per Kilogram

    Harga TBS Sawit Riau Naik, Umur 9 Tahun Capai Rp3.936 per Kilogram

    Selasa, 11 Agu 2026 | 06:50 WIB
  • Wamenkeu Juda Agung Dorong Pasar Keuangan RI Makin Dalam untuk Perkuat Pembiayaan Ekonomi

    Wamenkeu Juda Agung Dorong Pasar Keuangan RI Makin Dalam untuk Perkuat Pembiayaan Ekonomi

    Senin, 10 Agu 2026 | 20:04 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com