https://tabloiddiksi.com

  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Hukum
  • Sorotan
  • Peristiwa
  • Pemerintah
  • Daerah
    • Pekanbaru
    • Siak
    • Kampar
    • Kuansing
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Rokan Hulu
    • Rokan Hilir
    • Dumai
    • Bengkalis
    • Kepulauan Meranti
    • Pelalawan
    • Kepulauan Riau
  • Parlementaria
  • Sport
  • Video TV
  • Artikel
  • TNI Polri
  • Lainnya
    • Politik
    • Nasional
    • Internasional
    • Ekbis
    • Advertorial
    • Diksi E-Paper

Beranda

Terpopuler

Utama

Pilihan

Todays

•   Saat Akses Terbatas, Klinik Terapung Polairud Siak Hadir Jemput Sehat Warga Pesisir Koto Ringin •   Tak Tunggu Api Datang, Kapolresta Pekanbaru Pastikan Embung Payung Sekaki Siap Jadi Benteng Karhutla   •   Tak Ingin Kecolongan Karhutla, Polsek Payung Sekaki Siagakan Peralatan Pemadam Sejak Dini •   Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau
Home › Peristiwa › Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau
Peristiwa
Pekanbaru

Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau

Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:27 WIB,  
Penulis : Azhar
Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau

PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Duka mendalam menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas bernama Jovi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan yang berujung pada myopati berat atau gangguan otot. 

Kepergian gajah jantan berusia sekitar 46 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi upaya pelestarian gajah Sumatera di Provinsi Riau.

  • Baca juga: Diduga Korsleting Listrik, Dua Ruko Tiga Lantai Hangus Terbakar, Polsek Payung Sekaki Bergerak Cepat

Jovi bukan sekadar satwa binaan. Selama lebih dari dua dekade sejak bergabung di PLG Minas pada 18 Februari 1998, gajah asal Kabupaten Indragiri Hulu itu menjadi ujung tombak berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah Riau. 

Perannya membantu penyelamatan satwa liar sekaligus melindungi masyarakat menjadikan Jovi sebagai salah satu ikon konservasi yang memiliki jasa besar bagi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

  • Baca juga: Semarak HUT RI, Komunitas DJ Riau Gelar Megamix Competition di Pekanbaru

Pelaksana Harian Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan gejala sakit mulai muncul pada 1 Juli 2026. Saat itu Jovi mengalami kelemahan fisik, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor hingga kesulitan berdiri. 

Tim dokter hewan segera bergerak memberikan penanganan sesuai standar operasional melalui terapi infus selama 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemeriksaan laboratorium secara berkala.

  • Baca juga: Digerebek Tim Yustisi, 7 Kafe di Tapung Disegel! Miras dan Tuak Disita, Keluhan Warga Berujung Penindakan

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, mengungkapkan kondisi Jovi sempat menunjukkan harapan. Pada hari keenam perawatan, gajah tersebut mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah, sementara hasil pemeriksaan darah memperlihatkan penurunan tingkat infeksi. 

Namun perkembangan positif itu tidak berlangsung lama karena kondisi jaringan otot terus melemah hingga berkembang menjadi myopati berat yang membuat Jovi kembali terbaring dan tidak mampu berdiri.

  • Baca juga: HUT Bhayangkara ke-80, KNPI Riau Sampaikan Apresiasi untuk Insan Bhayangkara

Memasuki Minggu (2/8/2026), kondisi Jovi kembali memburuk. Ia berhenti makan dan minum sehingga tim medis meningkatkan terapi intensif dengan dukungan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan bersama dokter hewan dari berbagai unit. 

Berbagai langkah penyelamatan terus dilakukan, termasuk pemberian cairan melalui infus, oral, maupun rektal, namun kondisi kesehatannya terus menurun.

  • Baca juga: Sekda Riau Ajak ASN Jadi Pelopor Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Puncaknya terjadi pada Senin (3/8/2026). Sekitar pukul 16.00 WIB suhu tubuh Jovi melonjak hingga mencapai sekitar 40 derajat Celsius. 

Menjelang malam, tepat pukul 20.43 WIB, Jovi mengalami tremor hebat sebelum akhirnya dinyatakan mati empat menit kemudian, yakni pukul 20.47 WIB. 

  • Baca juga: Juswari Pertanyakan Kelanjutan Penanganan Temuan BPK Rp4,22 Miliar di DPRD Kampar

Tim medis langsung melakukan nekropsi dan mengambil sampel organ untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah sebelum jenazah dimakamkan sesuai prosedur.

Kepergian Jovi meninggalkan duka mendalam bagi para dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan seluruh petugas lapangan yang selama 34 hari berjuang tanpa mengenal waktu untuk menyelamatkannya. 

  • Baca juga: Milad ke-18, Organisasi Diharapkan Makin Solid Inovatif dan Berdaya Saing

BBKSDA Riau berharap kisah Jovi menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat gajah Sumatera, mengurangi konflik manusia dengan satwa liar, serta memperkuat kolaborasi semua pihak agar upaya konservasi satwa langka di Indonesia terus berlanjut.

Editor : Redaksi

TOPIK TERKAIT

#BBKSDA
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    GOW Kabupaten Kampar Semarakkan Hari Anak Nasional 2026 di SDN 012 Langgini

    Jumat, 24 Jul 2026 - 19:33 WIB
  • #2

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #3

    Lepas 12 Pengguna Narkoba yang Ditangkap di Kepau Jaya, Petugas BNNP Riau Bisa Disanksi Hukum

    Jumat, 24 Jul 2026 - 15:19 WIB
  • #4

    Pesta Narkoba di Kafe Wulan Kampar Jadi Sorotan, Penanganan BNNP Riau Dipertanyakan

    Rabu, 22 Jul 2026 - 13:41 WIB
  • #5

    Cek Lahan, Polsek Batu Hampar Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Rencana

    Jumat, 24 Jul 2026 - 14:48 WIB

SOROTAN

  • Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

    Bonus PON Belum Dibayar Penuh, Atlet Riau Kecewa: Janji Tinggal Janji

    Senin, 03 Agu 2026 | 15:08 WIB
  • Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

    Malaria Tak Kunjung Hilang, Warga Sinaboi Desak Pemerintah Bertindak Nyata

    Jumat, 31 Jul 2026 | 15:40 WIB
  • Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

    Eks Kadis PUPR-PKPP Riau dan Rekanan Kompak Dihukum 2 Tahun, KPK Masih Pikir-pikir

    Jumat, 31 Jul 2026 | 10:49 WIB

HUKRIM

  • Pengedar Sabu di Gunung Bungsu Diringkus, Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Diduga Jadi Pengendali

    Pengedar Sabu di Gunung Bungsu Diringkus, Tahanan Rutan Sialang Bungkuk Diduga Jadi Pengendali

    Selasa, 04 Agu 2026 | 09:48 WIB
  • Kabur Bawa Scoopy Korban, Pelaku Penggelapan Diciduk Polsek Tapung

    Kabur Bawa Scoopy Korban, Pelaku Penggelapan Diciduk Polsek Tapung

    Selasa, 04 Agu 2026 | 09:19 WIB
  • Pengedar Sabu di Tambang Dibekuk Polisi, 10 Paket Siap Edar Disita

    Pengedar Sabu di Tambang Dibekuk Polisi, 10 Paket Siap Edar Disita

    Jumat, 31 Jul 2026 | 12:06 WIB
Bidnen SH
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com