https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   7 Jabatan Strategis di Polres Kampar Berganti, Kapolres Tekankan Tantangan Tugas dan Integritas •   Cegah Kecelakaan Fatal, PJR Sasar Pengemudi Ngantuk di Tol Pekanbaru-Dumai •   Cegah Karhutla hingga Krisis Iklim, Polsek Batu Hampar Gaungkan Green Policing •   Polisi Gerebek Rumah di Koto Kampar Hulu, 14 Paket Sabu 2,64 Gram Disita
Home › Peristiwa › Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau
Peristiwa
Pekanbaru

Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau

Selasa, 04 Agustus 2026 | 13:27 WIB,  
Penulis : Azhar
Gajah Legendaris Jovi di PLG Minas Mati Usai Bertahun-tahun Jadi Garda Konservasi Riau

Keterangan Foto:

PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Duka mendalam menyelimuti dunia konservasi Indonesia. Gajah binaan Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas bernama Jovi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (3/8/2026) pukul 20.47 WIB setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari akibat komplikasi infeksi saluran pencernaan dan pernapasan yang berujung pada myopati berat atau gangguan otot. 

Kepergian gajah jantan berusia sekitar 46 tahun itu menjadi kehilangan besar bagi upaya pelestarian gajah Sumatera di Provinsi Riau.

    Baca juga:
  • 7 Jabatan Strategis di Polres Kampar Berganti, Kapolres Tekankan Tantangan Tugas dan Integritas

  • Cegah Kecelakaan Fatal, PJR Sasar Pengemudi Ngantuk di Tol Pekanbaru-Dumai

  • Cegah Karhutla hingga Krisis Iklim, Polsek Batu Hampar Gaungkan Green Policing

Jovi bukan sekadar satwa binaan. Selama lebih dari dua dekade sejak bergabung di PLG Minas pada 18 Februari 1998, gajah asal Kabupaten Indragiri Hulu itu menjadi ujung tombak berbagai operasi mitigasi konflik antara manusia dan gajah liar di sejumlah wilayah Riau. 

Perannya membantu penyelamatan satwa liar sekaligus melindungi masyarakat menjadikan Jovi sebagai salah satu ikon konservasi yang memiliki jasa besar bagi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Pelaksana Harian Kepala BBKSDA Riau, Ujang Holisudin, menjelaskan gejala sakit mulai muncul pada 1 Juli 2026. Saat itu Jovi mengalami kelemahan fisik, kehilangan nafsu makan, tremor, kekakuan pada kaki, belalai, dan ekor hingga kesulitan berdiri. 

Tim dokter hewan segera bergerak memberikan penanganan sesuai standar operasional melalui terapi infus selama 24 jam, antibiotik, vitamin, antiinflamasi, asam amino, terapi suportif, serta pemeriksaan laboratorium secara berkala.

Koordinator Tim Medis BBKSDA Riau, drh. Rini Deswita, mengungkapkan kondisi Jovi sempat menunjukkan harapan. Pada hari keenam perawatan, gajah tersebut mampu berdiri dan berjalan beberapa langkah, sementara hasil pemeriksaan darah memperlihatkan penurunan tingkat infeksi. 

Namun perkembangan positif itu tidak berlangsung lama karena kondisi jaringan otot terus melemah hingga berkembang menjadi myopati berat yang membuat Jovi kembali terbaring dan tidak mampu berdiri.

Memasuki Minggu (2/8/2026), kondisi Jovi kembali memburuk. Ia berhenti makan dan minum sehingga tim medis meningkatkan terapi intensif dengan dukungan Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan bersama dokter hewan dari berbagai unit. 

Berbagai langkah penyelamatan terus dilakukan, termasuk pemberian cairan melalui infus, oral, maupun rektal, namun kondisi kesehatannya terus menurun.

Puncaknya terjadi pada Senin (3/8/2026). Sekitar pukul 16.00 WIB suhu tubuh Jovi melonjak hingga mencapai sekitar 40 derajat Celsius. 

Menjelang malam, tepat pukul 20.43 WIB, Jovi mengalami tremor hebat sebelum akhirnya dinyatakan mati empat menit kemudian, yakni pukul 20.47 WIB. 

Tim medis langsung melakukan nekropsi dan mengambil sampel organ untuk memastikan penyebab kematian secara ilmiah sebelum jenazah dimakamkan sesuai prosedur.

Kepergian Jovi meninggalkan duka mendalam bagi para dokter hewan, paramedis veteriner, mahout, dan seluruh petugas lapangan yang selama 34 hari berjuang tanpa mengenal waktu untuk menyelamatkannya. 

BBKSDA Riau berharap kisah Jovi menjadi pengingat pentingnya menjaga habitat gajah Sumatera, mengurangi konflik manusia dengan satwa liar, serta memperkuat kolaborasi semua pihak agar upaya konservasi satwa langka di Indonesia terus berlanjut.

Editor : Redaktur

TOPIK TERKAIT

#BBKSDA
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #3

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #4

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #5

    Karhutla Pecah di 3 Lokasi Bengkalis, Gambut Terbakar dan Api Belum Sepenuhnya Jinak

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:43 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #8

    12 Masalah Mencuat di SDN 017 Kualu, Wali Murid Ancam Boikot Sekolah

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 22:14 WIB
  • #9

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Rumah di Koto Kampar Hulu, 14 Paket Sabu 2,64 Gram Disita

    Polisi Gerebek Rumah di Koto Kampar Hulu, 14 Paket Sabu 2,64 Gram Disita

    Jumat, 18 Sep 2026 | 20:07 WIB
  • Respons Laporan Narkoba di Bengkalis, Polisi Malah Diduga Disambut Parang dan Dikejar

    Respons Laporan Narkoba di Bengkalis, Polisi Malah Diduga Disambut Parang dan Dikejar

    Jumat, 18 Sep 2026 | 17:59 WIB
  • Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Polda Riau Bongkar Modus Karhutla: 58 Kasus Disidik, 61 Orang Jadi Tersangka

    Kamis, 17 Sep 2026 | 17:53 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com