Home › Ekonomi › Pemerintah Matangkan Stimulus Ekonomi untuk Redam Dampak El Nino
Pemerintah Matangkan Stimulus Ekonomi untuk Redam Dampak El Nino
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa Rabu (05/08/2026). TD/Josua
JAKARTA, Tabloid Diksi – Pemerintah mulai mempersiapkan paket stimulus ekonomi yang akan digulirkan pada semester II tahun 2026 sebagai langkah menghadapi potensi dampak fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi berbagai sektor strategis.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar penyusunan stimulus tersebut segera dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap risiko perlambatan aktivitas ekonomi akibat musim kemarau yang dipicu El Nino.
- Baca juga:
"Pak Presiden sudah memerintahkan menyiapkan untuk program itu," ujar Purbaya saat memberikan keterangan kepada media di Jakarta, Rabu (5/8/2026).
Meski demikian, pemerintah hingga kini masih mematangkan skema bantuan tersebut. Besaran anggaran maupun bentuk program yang akan dijalankan belum diputuskan karena masih dalam tahap pembahasan lintas kementerian.
Menurut Purbaya, Kementerian Keuangan saat ini menunggu usulan dari kementerian teknis sebagai dasar penyusunan kebijakan sebelum paket stimulus resmi diluncurkan.
"Begitu selesai ya kita jalankan. Tapi masih didiskusikan sekarang," katanya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan fenomena El Nino telah memasuki kategori kuat sejak Juni 2026 dan masih berpeluang meningkat menjadi sangat kuat dalam beberapa waktu ke depan.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani sebelumnya menjelaskan hasil pemantauan menunjukkan indeks ENSO telah mencapai angka +1,59, yang menandakan El Nino berada pada level kuat.
BMKG memperkirakan sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami curah hujan rendah hingga sangat rendah sepanjang Agustus hingga September 2026. Musim hujan diproyeksikan baru mulai berlangsung pada pertengahan Oktober.
Wilayah yang diperkirakan paling merasakan dampaknya berada di selatan garis khatulistiwa, meliputi Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, hingga Papua bagian selatan.
Selain menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan kering, BMKG juga mengingatkan bahwa El Nino berpotensi memengaruhi sektor pertanian, ketersediaan air bersih, pengelolaan waduk dan irigasi, kebakaran hutan dan lahan, energi, kesehatan, perikanan, serta aktivitas ekonomi masyarakat secara umum.






Komentar Via Facebook :