https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Beranda

Nasional

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak •   Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar •   Jelang HUT ke-81 RI, Ditlantas Polda Riau Turun ke Jalan Kibarkan Semangat Nasionalisme •   SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit
Home › Peristiwa › Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak
Peristiwa
Pekanbaru

Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:38 WIB,  
Penulis : Azhar
Konflik Manusia dan Beruang Madu Kembali Terjadi, Tim BBKSDA Riau Pasang Kandang Jebak

BBKSDA Riau Pasang Jebakan Beruang Madu di Pelalawan.TD/Azhar

PEKANBARU,Tabloiddiksi.com – Seorang warga Desa Pangkalan Gondai, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi korban serangan seekor beruang madu (Helarctos malayanus) saat sedang bekerja di kebunnya. 

Insiden yang terjadi pada Rabu (5/8/2026) itu mengakibatkan korban mengalami luka serius akibat serangan satwa liar yang datang secara tiba-tiba dari arah belakang hingga harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

    Baca juga:
  • Perbaikan Jalan Sontang-Duri Terus Dikebut, Truk CPO Diminta Tunda Melintas

  • Bangun Mental dan Integritas, Personel Polsek Batu Hampar Awali Tugas dengan Binrohtal

  • Polsek Bukit Raya Tebar Kepedulian, Enam Keluarga Kurang Mampu Terima Bansos Sambut HUT RI ke-81

Begitu menerima laporan, Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung mengerahkan Wildlife Rescue Unit (WRU) dari Pekanbaru menuju lokasi kejadian. 

Tim membawa satu unit kandang jebak (box trap) sebagai langkah antisipasi sekaligus bagian dari upaya penanganan konflik manusia dan satwa liar yang kembali terjadi di wilayah tersebut.

Setibanya di Desa Pangkalan Gondai, tim WRU segera berkoordinasi dengan pemerintah desa dan aparat setempat untuk mengumpulkan informasi serta menyusun kronologi kejadian. 

Berdasarkan keterangan pemerintah desa, korban diserang saat berada di kebunnya. Beruang madu menyerang secara tiba-tiba dari belakang sehingga korban melakukan perlawanan hingga satwa tersebut akhirnya melepaskan serangan dan melarikan diri ke kawasan hutan.

Meski berhasil menyelamatkan diri, korban mengalami sejumlah luka serius. Setelah tiba di rumah, korban dilaporkan kehilangan banyak darah hingga akhirnya pingsan. 

Pihak keluarga kemudian membawa korban ke Rumah Sakit Selasih Pangkalan Kerinci untuk mendapatkan penanganan medis. Hingga kini kondisi korban masih dalam pengawasan tenaga kesehatan.

Sebagai tindak lanjut, pada Kamis (6/8/2026), Tim WRU BBKSDA Riau bersama pemerintah desa dan aparat setempat memasang kandang jebak di sekitar lokasi serangan. 

Pemasangan perangkap dilakukan untuk memantau keberadaan beruang madu sekaligus mengantisipasi apabila satwa tersebut kembali memasuki kawasan perkebunan atau permukiman yang berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

Kepala Balai Besar KSDA Riau, Supartono, menegaskan pihaknya selalu merespons cepat setiap laporan konflik manusia dan satwa liar. 

Menurutnya, keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, namun upaya penanganan tetap dilakukan secara terukur dengan memperhatikan perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi beserta habitatnya.

BBKSDA Riau juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat untuk mengidentifikasi penyebab munculnya konflik tersebut serta menyusun langkah-langkah mitigasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. 

Beruang madu sendiri merupakan satwa yang dilindungi oleh peraturan perundang-undangan sehingga setiap penanganan dilakukan secara hati-hati dan sesuai kaidah konservasi.

Melalui peristiwa ini, BBKSDA Riau mengimbau masyarakat yang beraktivitas di kebun maupun kawasan yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar agar meningkatkan kewaspadaan, tidak bekerja seorang diri, serta segera melaporkan kepada BBKSDA atau aparat setempat apabila menemukan keberadaan satwa liar di sekitar permukiman maupun areal perkebunan. 

Langkah cepat, kolaboratif, dan berbasis konservasi dinilai menjadi kunci untuk menjaga keselamatan warga tanpa mengabaikan kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia.

 

Editor : Redaksi
Sumber : #BBKSDA

TOPIK TERKAIT

Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar

    Kamis, 06 Agu 2026 | 19:02 WIB
  • Daerah

    Jelang HUT ke-81 RI, Ditlantas Polda Riau Turun ke Jalan Kibarkan Semangat Nasionalisme

    Kamis, 06 Agu 2026 | 14:21 WIB
  • Ekonomi

    SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:24 WIB
  • Peristiwa

    Perbaikan Jalan Sontang-Duri Terus Dikebut, Truk CPO Diminta Tunda Melintas

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:17 WIB
  • Daerah

    Dua Tahun Menanti Hak, Atlet dan Pelatih Riau Desak Pemprov Segera Lunasi Sisa Bonus PON-Peparnas 2024

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:07 WIB

Terpopuler

  • #1

    GOW Kabupaten Kampar Semarakkan Hari Anak Nasional 2026 di SDN 012 Langgini

    Jumat, 24 Jul 2026 - 19:33 WIB
  • #2

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #3

    Lepas 12 Pengguna Narkoba yang Ditangkap di Kepau Jaya, Petugas BNNP Riau Bisa Disanksi Hukum

    Jumat, 24 Jul 2026 - 15:19 WIB
  • #4

    Pesta Narkoba di Kafe Wulan Kampar Jadi Sorotan, Penanganan BNNP Riau Dipertanyakan

    Rabu, 22 Jul 2026 - 13:41 WIB
  • #5

    Diduga Quarry Ilegal di Kampar Rusak Jalan dan Sebar Debu, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:11 WIB
  • #6

    Cek Lahan, Polsek Batu Hampar Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan Sesuai Rencana

    Jumat, 24 Jul 2026 - 14:48 WIB
  • #7

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #8

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB
  • #9

    Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

    Rabu, 29 Jul 2026 - 19:06 WIB

HUKRIM

  • Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar

    Bobol Kantor Balai Penyuluhan, Pelaku Diringkus Satreskrim Polres Kampar

    Kamis, 06 Agu 2026 | 19:02 WIB
  • Kejati Riau Lelang 754 Barang Rampasan Negara, Mobil hingga Emas Siap Dilepas ke Publik

    Kejati Riau Lelang 754 Barang Rampasan Negara, Mobil hingga Emas Siap Dilepas ke Publik

    Kamis, 06 Agu 2026 | 06:08 WIB
  • Kantin SMAN 9 Pekanbaru Ditutup Permanen, Kini Dikelola Koperasi Sekolah

    Kantin SMAN 9 Pekanbaru Ditutup Permanen, Kini Dikelola Koperasi Sekolah

    Rabu, 05 Agu 2026 | 22:45 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    SF Hariyanto Buka SIExpo 2026, Dorong Kolaborasi Majukan Industri Sawit

    Kamis, 06 Agu 2026 | 13:24 WIB
  • Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

    Zulhas Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak Ekonomi Desa Berbasis Potensi Lokal

    Kamis, 06 Agu 2026 | 12:48 WIB
  • Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

    Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 5-11 Agustus Naik, Tembus Rp3.936,63 per Kg

    Rabu, 05 Agu 2026 | 23:18 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com