Home › Peristiwa › Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin
Bukan Sekadar di Balik Jeruji, Warga Binaan Lapas Pekanbaru Panen 1,5 Ton Ikan Patin
Keterangan Foto: Kalapas Pekanbaru Panen Ikan Patin Bersama Warga Binaan.TD/Azhar
PEKANBARU,Tabloid Diksi – Lahan terbatas bukan alasan untuk berhenti berkarya. Di balik tembok Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Pekanbaru, warga binaan justru membuktikan mampu menghasilkan produk bernilai ekonomi dengan memanen sebanyak 1,5 ton ikan patin dari program budidaya perikanan di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Sabtu (8/8/2026).
Panen tersebut menjadi salah satu bukti nyata keberhasilan program pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Pekanbaru. Tak hanya memanen ikan patin yang siap dipasarkan, kegiatan itu juga dilanjutkan dengan penebaran 1.500 benih ikan lele sebagai langkah pengembangan program budidaya perikanan di lingkungan SAE.
- Baca juga:
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Riau Rudi Fernando Sianturi, Kepala Bidang Pembimbing Kemasyarakatan Yusuf Gunawan, serta Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru Yuniarto. Program ini digelar Seksi Kegiatan Kerja Lapas Pekanbaru di bawah koordinasi Kepala Seksi Kegiatan Kerja David Susilo.
Budidaya ikan patin itu tidak dikerjakan secara instan. Warga binaan terlibat langsung sejak proses pembibitan, pemeliharaan hingga panen. Hasil panen yang mencapai 1,5 ton sekaligus menunjukkan kegiatan pembinaan tersebut telah berjalan secara berkelanjutan dan mampu menghasilkan komoditas yang memiliki nilai ekonomi.
Kakanwil Ditjenpas Riau Rudi Fernando Sianturi mengapresiasi kreativitas jajaran Lapas Pekanbaru dalam mengoptimalkan lahan yang tersedia.
“Di lahan yang sangat terbatas, kreativitas tidak pernah terbatas. Saya sangat mengapresiasi dan bangga kepada jajaran Lapas Pekanbaru yang terus mengembangkan berbagai sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.”
Menurut Rudi, program semacam itu bukan sekadar aktivitas untuk mengisi waktu warga binaan selama menjalani masa pidana. Lebih jauh, kegiatan produktif tersebut menjadi sarana membangun keterampilan dan pengalaman yang dapat menjadi bekal ketika mereka kembali ke tengah masyarakat.
Pembinaan tersebut juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan yang tengah didorong Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Karena itu, kegiatan budidaya ikan di SAE Lapas Pekanbaru diharapkan tidak berhenti pada satu kali panen, tetapi terus dikembangkan menjadi kegiatan produktif yang berkesinambungan.
Usai memanen ikan patin, jajaran Lapas Pekanbaru bersama warga binaan kemudian menebarkan 1.500 benih ikan lele ke kolam berbeda. Penebaran benih tersebut menjadi awal pengembangan komoditas baru sekaligus memperluas pilihan kegiatan pembinaan kemandirian.
Kalapas Pekanbaru Yuniarto mengatakan pengembangan budidaya lele dilakukan setelah pihaknya melihat hasil positif dari budidaya ikan patin.
“Setelah melihat keberhasilan budidaya ikan patin, kami mulai mengembangkan budidaya ikan lele. Harapannya, ke depan hasilnya juga dapat sesuai dengan yang diharapkan dan menjadi sarana asimilasi yang memberikan pengalaman serta keterampilan bagi warga binaan.”
Yuniarto menilai keberhasilan panen 1,5 ton ikan patin menjadi motivasi bagi jajaran Lapas Pekanbaru untuk terus memperluas kegiatan pembinaan yang produktif.
Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak hanya memberikan pengalaman dan keterampilan, tetapi juga memiliki dampak ekonomi bagi warga binaan.
“Harapan kami, program ini ke depan tidak hanya memberikan manfaat edukasi dan keterampilan, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi warga binaan.”
Pembinaan kemandirian di Lapas Pekanbaru juga tidak hanya bergerak di sektor perikanan. Seksi Kegiatan Kerja turut mengembangkan sejumlah produk keterampilan warga binaan, termasuk produk olahan roti yang masih dikelola secara produktif.
Dalam kunjungannya, Kakanwil Ditjenpas Riau bahkan turut mencicipi roti hasil karya warga binaan tersebut. Aktivitas itu menjadi gambaran bahwa potensi warga binaan tetap dapat dikembangkan melalui pembinaan yang terarah meski mereka sedang menjalani masa pidana.
Panen 1,5 ton ikan patin dan penebaran 1.500 benih lele pun menjadi pesan bahwa fungsi Lapas tidak semata-mata berkutat pada pengamanan. Di balik tembok pemasyarakatan, warga binaan juga ditempa agar memiliki keterampilan, pengalaman kerja, produktivitas dan kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan secara mandiri.
SAE Lapas Pekanbaru kini tak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi juga ruang produktif bagi warga binaan untuk belajar dan menghasilkan karya. Dari kolam-kolam sederhana di lahan terbatas itu, mereka membuktikan bahwa keterbatasan ruang tidak harus membatasi kesempatan untuk berubah dan menghasilkan sesuatu yang bernilai.


Komentar Via Facebook :