https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD •   Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun •   Sat Binmas Polres Kampar Perkuat Bhabinkamtibmas, Green Policing hingga Perlisus Jadi Sorotan •   Prabowo Perintahkan Percepatan Penyelesaian IEU-CEPA
Home › Ekonomi › Harga Beras di Alor Capai Rp30 Ribu, Mentan Amran Langsung Turun Pastikan Pasokan Aman
Ekonomi

Harga Beras di Alor Capai Rp30 Ribu, Mentan Amran Langsung Turun Pastikan Pasokan Aman

Minggu, 09 Agustus 2026 | 22:37 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Harga Beras di Alor Capai Rp30 Ribu, Mentan Amran Langsung Turun Pastikan Pasokan Aman

Keterangan Foto: Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). TD/YS/Kompas.com

ALOR, NTT, Tabloid Diksi – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bergerak cepat setelah mendengar keluhan mengenai mahalnya harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Di sejumlah wilayah, harga beras dilaporkan bisa mencapai Rp25.000 hingga Rp30.000 per kilogram ketika distribusi bahan pangan mengalami gangguan.

    Baca juga:
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Persoalan tersebut disampaikan Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) asal Alor, saat Amran memberikan kuliah umum kepada 5.155 mahasiswa baru Undip di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (6/8/2026).

Mendapat informasi tersebut, Amran langsung meminta jajarannya di Kementerian Pertanian menindaklanjuti kondisi distribusi pangan di Alor. Ia kemudian memutuskan untuk datang langsung ke daerah tersebut guna melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan kebutuhan pangan tetap tersedia.

Amran mengatakan, keberanian Adriano menyampaikan kondisi yang terjadi di daerah asalnya menjadi salah satu alasan dirinya memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut.

Menurutnya, suara yang disampaikan mahasiswa tersebut merupakan aspirasi masyarakat yang perlu ditindaklanjuti secara nyata.

“Kalau pun berteriak, saya terima dengan senang hati, karena teriakannya membawa aspirasi rakyat yang nyata,” ujar Amran dalam keterangannya, Minggu (9/8/2026).

Ia menegaskan, persoalan yang disampaikan masyarakat tidak boleh berhenti sebatas keluhan. Pemerintah harus hadir dengan solusi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Karena itu, Amran bahkan membatalkan agenda rapat pimpinan di Jakarta dan memilih berangkat ke Alor.

“Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor,” katanya.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Alor, Amran bersama Adriano meninjau sejumlah lokasi sekaligus melihat program pertanian yang disiapkan pemerintah untuk masyarakat setempat.

Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan beras. Amran memastikan stok beras untuk masyarakat Alor saat ini berada dalam kondisi aman dan tersedia di sejumlah gudang.

Ia menyebut harga beras yang tersedia berada di kisaran Rp13.000 per kilogram, sehingga masyarakat di Alor diharapkan tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan beras dengan harga terjangkau.

“Pak Adriano, beras sudah aman. Ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras,” ujar Amran.

Untuk menjaga pasokan sekaligus mengantisipasi kebutuhan masyarakat, Amran meminta Perum Bulog melakukan operasi pasar di wilayah yang membutuhkan.

Ia juga menegaskan tidak ada pembatasan dalam penyaluran beras apabila masyarakat membutuhkan pasokan.

“Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah,” tegas Amran.

Menurutnya, penyelesaian persoalan pangan di Alor tidak cukup hanya dilakukan melalui langkah jangka pendek. Pemerintah juga perlu memperkuat sektor pertanian agar kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi secara berkelanjutan.

Untuk kebutuhan yang mendesak, pemerintah akan memastikan ketersediaan beras. Sementara untuk jangka panjang, penguatan produksi padi dan jagung akan terus didorong.

Amran Apresiasi Mahasiswa yang Sampaikan Aspirasi

Selain memastikan ketersediaan pangan, Amran juga menyampaikan apresiasi kepada Adriano karena berani membawa persoalan masyarakat Alor secara langsung dalam forum kuliah umum.

Menurut Amran, apa yang disampaikan Adriano bukan untuk kepentingan pribadi, melainkan menyuarakan kondisi masyarakat di daerah asalnya.

Ia menilai keberanian generasi muda untuk menyampaikan persoalan di tengah masyarakat perlu dijaga dan mendapat dukungan.

“Saya bangga dengan namanya Adriano. Ini adalah putra terbaik NTT. Ini harus kita kawal,” kata Amran.

Ia menilai mahasiswa seperti Adriano mampu menangkap kebutuhan masyarakat di daerahnya dan menyampaikannya kepada pemerintah.

Amran berharap aspirasi serupa dapat terus disampaikan secara konstruktif sehingga pemerintah dapat mengetahui persoalan yang terjadi secara langsung di lapangan.

Adriano Bersyukur Pemerintah Merespons Keluhan

Sementara itu, Adriano Padama mengaku bersyukur karena aspirasi yang disampaikannya mendapat respons langsung dari pemerintah pusat.

Ia mengapresiasi keputusan Mentan Amran yang datang ke Alor untuk melihat kondisi masyarakat sekaligus memastikan persoalan pangan mendapatkan penanganan.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Pak Menteri sudah berkenan datang ke daerah kami yang terpencil ini. Kami sangat senang,” ujar Adriano.

Kunjungan tersebut menjadi bentuk respons pemerintah terhadap persoalan harga dan distribusi pangan di Alor. Selain memastikan stok beras tersedia dan membuka peluang operasi pasar, pemerintah juga mendorong peningkatan produksi pertanian untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat dalam jangka panjang.

Andi Amran Sulaiman, Mentan Amran, Alor, NTT, Harga Beras, Bulog, Operasi Pasar, Pasar Murah, Adriano Padama, Kementerian Pertanian, Pangan, Pertanian, Beras Alor.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

Andi Amran SulaimanMentan AmranAlorNTTHarga BerasBulogOperasi PasarPasar MurahAdriano PadamaKementerian PertanianPanganPertanianBeras Alor
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Gubri Abdul Wahid Dorong BUMDes Kampar Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Budidaya Cabai

    Senin, 20 Okt 2025 | 19:31 WIB
  • Ekonomi

    Peresmian Kampung Mart, Bupati Meranti Harap Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

    Kamis, 11 Sep 2025 | 18:38 WIB
  • Artikel

    Apa Kabar Kesejahteraan Masyarakat di Riau?

    Kamis, 15 Mei 2025 | 07:23 WIB
  • TNI-Polri

    Dukung Program Swasembada Pangan Nasional, Babinsa Koramil 06/TM Laksanakan Pendampingan Kepada Petani

    Senin, 21 Apr 2025 | 13:01 WIB
  • TNI-Polri

    Aktif Dukung Hangpangan, Babinsa Koramil 06/TM Berikan Motifasi Kepada Petani Terong

    Selasa, 15 Apr 2025 | 11:12 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #5

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #6

    Fortuner Tak Kunjung Datang, Pasutri Pengelola Pasar Bawah Dilaporkan

    Rabu, 09 Sep 2026 - 23:12 WIB
  • #7

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB
  • #8

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB
  • #9

    Polsek Payung Sekaki dan BPBD Berjibaku Lawan Api : Warga Diminta Stop Bakar Lahan

    Jumat, 11 Sep 2026 - 10:12 WIB

HUKRIM

  • Dari Ungkap Perusakan Hutan hingga Tanam Pohon, Kapolres Bengkalis dampingi Kapolda Riau

    Dari Ungkap Perusakan Hutan hingga Tanam Pohon, Kapolres Bengkalis dampingi Kapolda Riau

    Rabu, 23 Sep 2026 | 13:29 WIB
  • 140 Ton Arang Bakau Hendak Dikirim ke Malaysia, Polda Riau Bongkar Dapur Mangrove di Rupat Utara

    140 Ton Arang Bakau Hendak Dikirim ke Malaysia, Polda Riau Bongkar Dapur Mangrove di Rupat Utara

    Rabu, 23 Sep 2026 | 13:10 WIB
  • Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 | 11:30 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com