https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis Mulai dari TK Hingga PTN •   Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kementerian Agama •   DPR RI Dorong Pendampingan Maksimal bagi PMI Nenah Arsinah •   Komisi XIII Soroti Fasilitas Mirip Apartemen di Lapas Cibinong
Home › Nasional › Tuntaskan Blank Spot di Kepri, Komdigi Tetapkan 6 Lokasi Pembangunan BTS
Nasional
Pulau Sumatera

Tuntaskan Blank Spot di Kepri, Komdigi Tetapkan 6 Lokasi Pembangunan BTS

Senin, 10 Agustus 2026 | 10:13 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Tuntaskan Blank Spot di Kepri, Komdigi Tetapkan 6 Lokasi Pembangunan BTS

Keterangan Foto: Wakil Gubernur Kepri Bersama Para Pejabat Pemprov Kepri Saat Audiensi Dengan Dirjen PPI Kementrian Komdigi (Foto : MC Kepri). TD/YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dan Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Digital (KomDigi) menyepakati langkah strategis untuk mengakselerasi penuntasan isu blank spot di wilayah perbatasan melalui teknologi satelit dan Frekuensi 700MHZ.

Kesepakatan itu terjalin dalam audiensi antara Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura dan Dirjen PPI Kementerian KomDigi Wayan Toni Supriyanto di Kantor Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital, Menara Danareksa Lantai 22, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

    Baca juga:
  • Pemerintah Siapkan Pendidikan Gratis Mulai dari TK Hingga PTN

  • Presiden Prabowo Bentuk Ditjen Pesantren di Kementerian Agama

  • Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

Dirjen PPI Kementerian KomDigi Wayan Toni Supriyanto dalam pertemuan menegaskan jika Pemerintah Pusat berkomitmen mengintegrasikan teknologi mutakhir guna mendukung pemerataan ekonomi dan optimalisasi layanan publik di wilayah kepulauan.

 

Dalam pembahasan teknis ditetapkan enam lokasi prioritas pembangunan Base Transceiver Station (BTS) di Provinsi Kepulauan Riau. Lokasi tersebut tersebar di Kabupaten Lingga, Natuna, dan Karimun dengan pelaksanaan pembangunan yang akan melibatkan operator telekomunikasi, yaitu Telkomsel, XLSMART, dan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) yang dalam strateginya mengalokasikan frekuensi 700MHz.

 

Sebagaimana diketahui, frekuensi 700 MHz digunakan sebagai pita lebar bergerak seluler (mobile broadband) untuk memperluas jangkauan layanan internet 4G/LTE dan 5G. Frekuensi utamanya guna mengatasi area blank spot serta meratakan akses konektivitas hingga ke pelosok pedesaan.

 

Frekuensi 700 MHz memiliki sejumlah keunggulan, diantaranya ; memiliki cakupan sinyal yang luas dan kuat, efisien dalam hal biaya karena dapat membangun infrastruktur jaringan dengan jumlah BTS yang lebih sedikit.

 

Selain pembangunan BTS, dalam pertemuan ini juga dibahas pemanfaatan berbagai teknologi pendukung untuk memperluas jangkauan layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan, di antaranya optimalisasi pemanfaatan Satelit Republik Indonesia (SATRIA), penguatan jaringan tulang punggung Palapa Ring, serta pengembangan teknologi berbasis satelit sebagai alternatif layanan komunikasi di daerah yang belum dapat dijangkau jaringan terestrial.

 

Pertemuan juga mensintesiskan strategi komprehensif untuk memastikan 207 titik blank spot yang tersisa di Kepulauan Riau untuk segera mendapatkan akses broadband.

 

"Upaya ini bukan sekadar pemenuhan infrastruktur, melainkan instrumen vital dalam memacu pertumbuhan investasi yang selama ini stagnan dan memastikan kesejahteraan digital dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pulau-pulau terluar," sebut Wayan.

 

Menjaga Kedaulatan dan Ekonomi Masyarakat Pesisir

 

Sementara itu, Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura dalam pertemuan ini menyatakan, transformasi digital di Kepulauan Riau bukan sekadar masalah teknis, melainkan upaya menjaga kedaulatan di wilayah perbatasan dan meningkatkan martabat ekonomi masyarakat pesisir.

 

"Konektivitas adalah urat nadi kedaulatan dan kesejahteraan," tegas Nyanyang.

 

Dalam kesempatan tersebut, Nyanyang juga menyampaikan bahwa pemerataan akses telekomunikasi merupakan kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat Kepulauan Riau, khususnya di wilayah perbatasan dan pulau-pulau terluar.

 

Hingga saat ini masih terdapat 30 titik blank spot dan 177 titik dengan kualitas sinyal lemah (poor coverage) yang berdampak terhadap pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga aktivitas perekonomian masyarakat.

 

Keterbatasan jaringan telekomunikasi juga dia sebut telah berdampak terhadap berbagai sektor, salah satunya pembangunan pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa proses pembangunan Sekolah Rakyat di sejumlah wilayah mengalami kendala karena minimnya infrastruktur pendukung. Juga terhadap pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang merupakan program prioritas.

 

“Ketersediaan jaringan telekomunikasi bukan lagi sekadar kebutuhan komunikasi, tetapi menjadi penunjang utama pembangunan daerah. Karena itu kami berharap percepatan pembangunan infrastruktur digital dapat menjadi perhatian bersama agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan lebih optimal,” katanya.

 

Melalui sinergi ini, tambah Nyanyang, Pemerintah Provinsi Kepri bersama Kementrian KomDigi berkomitmen ingin memastikan pendidikan di Sekolah Rakyat dan ekonomi 78.000 nelayan yang tinggal di kawasan pesisir tidak lagi terhambat oleh jarak.

 

"Internet memungkinkan masyarakat di pulau terjauh untuk tidak lagi harus melakukan pergerakan fisik yang melelahkan, melainkan cukup melalui pemindaian digital untuk mengakses layanan negara," tutup Nyanyang.

 

Wayan Toni Supriyanto menambahkan, Pemerintah Pusat melalui KomDigi berperan sebagai fasilitator dan akselerator bagi operator seluler untuk menembus 'batu cadas' hambatan geografis.

 

Kondisi geografis Kepri yang terdiri dari 98 persen laut disebut menjadi tantangan pembangunan infrastruktur digital. Faktor geografis ini pula yang menyebabkan tingginya biaya pembangunan fisik. Juga menimbulkan kesenjangan digital antara kawasan perkotaan dan daerah terluar.

 

"Dengan teknologi D2D dan alokasi frekuensi baru, kita sedang melakukan transisi besar dari keterbatasan fisik menuju efisiensi digital yang inklusif," ujarnya.

 

"Pemerintah akan melakukan pemantauan berkala terhadap progres di lokasi-lokasi prioritas ini untuk memastikan Kepulauan Riau menjadi provinsi yang merdeka sinyal secara utuh," paparnya lagi.

 

Dalam audiensi tersebut, Wakil Gubernur didampingi Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Kepulauan Riau James Simon Pattikawa serta Kepala Badan Penghubung Provinsi Kepri Sentot Faizal. Sementara itu, Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Wayan Toni Supriyanto hadir didampingi Direktur Akselerasi Infrastruktur Mulyadi, beserta jajaran tim teknis. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

Blank SpotKepriKomdigiBTS
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Hukum

    Kemkomdigi kembali Tutup 41.026 Konten Terafiliasi Judol

    Sabtu, 30 Nov 2024 | 07:37 WIB
  • Hukum

    Kapal Asing Bermuatan Narkotika Terciduk di Sekitar Perairan Pongkar Karimun

    Rabu, 17 Jul 2024 | 17:36 WIB
  • Ekonomi

    PT Pos Indonesia dan Bulog Riau Kepri Sumbangkan Beras CPP ke 17.000 KK

    Senin, 29 Jan 2024 | 23:20 WIB
  • Hukum

    Kejagung RI Menyita Sedan Porsche Senilai Rp3 Miliar

    Sabtu, 02 Des 2023 | 02:15 WIB
  • Daerah

    Belasan Tahun Kedok Pinjaman Poktan Belasan Miliar Tak Tertagih

    Senin, 31 Jul 2023 | 18:11 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #3

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #4

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #7

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #8

    Tingkatkan Kepedulian Kesehatan, Ikatan Mahasiswa Kerinci Riau Gelar Aksi Berbagi Masker Gratis di Stadion Utama

    Kamis, 10 Sep 2026 - 22:12 WIB
  • #9

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB

HUKRIM

  • Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 | 15:54 WIB
  • Polisi Bekuk Pria 31 Tahun di Tambang, Diduga Bawa Kabur Pelajar SMP dari Siak Hulu

    Polisi Bekuk Pria 31 Tahun di Tambang, Diduga Bawa Kabur Pelajar SMP dari Siak Hulu

    Kamis, 24 Sep 2026 | 09:43 WIB
  • Dari Ungkap Perusakan Hutan hingga Tanam Pohon, Kapolres Bengkalis dampingi Kapolda Riau

    Dari Ungkap Perusakan Hutan hingga Tanam Pohon, Kapolres Bengkalis dampingi Kapolda Riau

    Rabu, 23 Sep 2026 | 13:29 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com