https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Pengungsi Afghanistan Demo di Pekanbaru, Desak Kepastian Masa Depan •   Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Air Jamban, 21 Paket Disita dan Pemasok Diburu •   9 Paket Sabu 2,85 Gram Disita, Pria 52 Tahun Ditangkap di Bengkalis •   Terungkap! Paman-Tante Jadi Tersangka Kekerasan Dua Bocah di Siak
Home › Peristiwa › Pengungsi Afghanistan Demo di Pekanbaru, Desak Kepastian Masa Depan
Peristiwa
Pekanbaru

Pengungsi Afghanistan Demo di Pekanbaru, Desak Kepastian Masa Depan

Senin, 10 Agustus 2026 | 16:25 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Pengungsi Afghanistan Demo di Pekanbaru, Desak Kepastian Masa Depan

Keterangan Foto: Pengungsi asal Afghanistan, termasuk komunitas Hazara, menggelar aksi damai di depan kantor UNHCR dan IOM. TD/YS

PEKANBARU, Tabloid Diksi — Sekitar 300 pengungsi asal Afghanistan menggelar aksi damai di depan kantor UNHCR dan IOM yang berada di Kompleks Perkantoran Graha Pena, Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Senin (10/8/2026).

Aksi tersebut diikuti pengungsi dari komunitas Hazara, termasuk perempuan dan anak-anak. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan, terutama mengenai kepastian masa depan serta peluang mendapatkan pemukiman kembali atau resettlement ke negara ketiga.

    Baca juga:
  • Polsek Batu Hampar Jalankan Program ASRI, Turun Tangan Bersihkan Mako

  • Tim Raga Polres Kampar Sisir Bangkinang, Balap Liar hingga Geng Motor Diantisipasi

  • Panen Jagung 3 Hektare di Pekanbaru, Polsek Binawidya Kawal Program Ketahanan Pangan

Juru bicara pengunjuk rasa, Qoyum Sultani, mengatakan para pengungsi tidak meminta perlakuan khusus. Mereka hanya ingin memperoleh kesempatan untuk menjalani kehidupan yang aman setelah bertahun-tahun berada dalam ketidakpastian.

"Satu-satunya keinginan kami adalah memiliki kesempatan untuk hidup dalam keselamatan, martabat dan kedamaian setelah bertahun-tahun mengalami kesulitan dan ketidakpastian," kata Qoyum kepada wartawan.

Menurut Qoyum, sebagian pengungsi telah berada di Indonesia selama 12 hingga 13 tahun. Lamanya masa tunggu tersebut membuat banyak pengungsi kehilangan kesempatan untuk menjalani kehidupan normal, termasuk membangun keluarga dan menyiapkan masa depan.

Dampak dari kondisi tersebut juga dirasakan anak-anak pengungsi yang lahir dan tumbuh di Pekanbaru. Qoyum menyebut terdapat anak pengungsi yang sudah lama tinggal di ibu kota Provinsi Riau, namun masih menghadapi keterbatasan dalam pendidikan.

“Bagaimana nasib anak-anak kami Pak,” tuturnya.

Ia mengatakan persoalan pendidikan menjadi salah satu kekhawatiran karena ada anak-anak pengungsi yang disebut belum mampu membaca dan menulis meski telah lahir di Pekanbaru.

Selain masa depan, komunitas Hazara juga menyampaikan kekhawatiran mengenai keselamatan jika mereka harus kembali ke Afghanistan. Menurut mereka, komunitas Hazara telah mengalami penganiayaan, diskriminasi dan kekerasan yang menyasar kelompok tersebut selama bertahun-tahun.

Kondisi keamanan dinilai masih menjadi persoalan serius setelah Taliban kembali berkuasa di Afghanistan. Karena itu, para pengungsi berharap tidak dipulangkan ke negara asal tanpa adanya jaminan keselamatan dan perlindungan.

Persoalan lain yang disoroti adalah kondisi psikososial para pengungsi akibat lamanya masa penantian. Qoyum menyebut 19 pengungsi telah meninggal dunia akibat bunuh diri. Sementara sejumlah lainnya disebut pernah melakukan percobaan bunuh diri tetapi berhasil diselamatkan.

"Tragedi yang memilukan ini mencerminkan harga yang harus dibayar manusia karena hidup dalam ketidakpastian selama bertahun-tahun," ujarnya.

Minta Resettlement Dibuka Lebih Luas

Dalam aksi tersebut, pengungsi juga meminta perhatian terhadap mereka yang terdaftar setelah Juli 2014. Mereka berharap UNHCR terus mencari peluang pemukiman kembali bagi kelompok pengungsi yang telah menunggu selama bertahun-tahun.

Para pengungsi menilai jalur menuju negara ketiga kini semakin terbatas. Mereka menyinggung Visa Keterampilan Australia yang sebelumnya menjadi salah satu harapan bagi sebagian pengungsi di Indonesia, namun kini disebut tidak lagi tersedia bagi mereka.

Kondisi tersebut dinilai semakin mempersempit pilihan bagi pengungsi yang telah menjalani kehidupan dalam ketidakpastian selama lebih dari satu dekade.

Karena itu, mereka meminta UNHCR meningkatkan komunikasi dengan Amerika Serikat, Kanada, Australia dan Selandia Baru untuk membuka peluang penerimaan dan pemukiman kembali yang lebih besar.

Mereka juga menyoroti sejumlah proses resettlement ke Amerika Serikat yang sebelumnya telah berjalan, namun mengalami penundaan setelah adanya perubahan kebijakan imigrasi AS pada masa pemerintahan Donald Trump.

"Kami tidak meminta perlakuan khusus. Kami hanya meminta kesempatan untuk hidup dengan bermartabat dan penuh harapan," kata Qoyum.

Melalui aksi tersebut, para pengungsi berharap UNHCR dan IOM memberikan perhatian lebih serius terhadap kondisi mereka dan terus mengupayakan solusi pemukiman kembali yang manusiawi serta berkelanjutan.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

PengungsiAfghanistanPengungsiAfghanistanDiPekanbaruPekanbaruRiauDemoPengungsi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Daerah

    Semarak HUT RI ke-81, Lapas Pekanbaru Ramaikan Fun Walk hingga Lomba Tradisional

    Senin, 10 Agu 2026 | 12:43 WIB
  • Politik

    Plt Gubri Anugerahi 10 Tokoh Daerah di HUT Riau Ke-69

    Senin, 10 Agu 2026 | 11:50 WIB
  • Daerah

    HUT ke-69 Riau, Lapas Pekanbaru Tegaskan Komitmen Bersinergi Dukung Pembangunan Daerah

    Senin, 10 Agu 2026 | 10:53 WIB
  • Daerah

    KPK Dalami Dugaan Aliran Gratifikasi di Kuansing, Menhut Berpeluang Dipanggil

    Kamis, 06 Agu 2026 | 17:40 WIB
  • Daerah

    Fiskal Daerah Terbatas, Pemprov Riau Pastikan Layanan Dasar Masyarakat Tetap Jadi Prioritas

    Senin, 10 Agu 2026 | 10:07 WIB

Terpopuler

  • #1

    Dijanjikan Berangkat Haji 2025 Tanpa Antrean, Sejumlah Warga Laporkan Dugaan Penipuan ke Polda Riau

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:51 WIB
  • #2

    Menyala ! Tim Gabungan Polda, Polres dan Polsek Singingi Kembali Gelar Operasi PETI 

    Selasa, 04 Agu 2026 - 20:02 WIB
  • #3

    Diduga Quarry Ilegal di Kampar Rusak Jalan dan Sebar Debu, Warga Minta Aparat Bertindak Tegas

    Selasa, 28 Jul 2026 - 17:11 WIB
  • #4

    Sambut HUT RI ke-81, Polisi Bagikan Bendera Merah Putih untuk Kobarkan Nasionalisme Warga Bukitraya

    Selasa, 04 Agu 2026 - 15:33 WIB
  • #5

    Mahasiswa FBN Universitas Riau Susun Peta Potensi Kelurahan Agrowisata sebagai Media Informasi dan Edukasi Masyarakat

    Rabu, 29 Jul 2026 - 15:50 WIB
  • #6

    Kapolsek Batu Hampar Pimpin Langsung Penanaman Jagung 2 Hektare

    Kamis, 30 Jul 2026 - 12:33 WIB
  • #7

    Pascasarjana Administrasi Pendidikan UNRI Dorong Pemberdayaan Masyarakat melalui Olahan Dimsum Ikan Patin

    Rabu, 29 Jul 2026 - 19:06 WIB
  • #8

    TPK Desa Alam Panjang Turun ke Sekolah Gaungkan GATI, Dorong Peran Ayah dalam Mendidik Anak

    Rabu, 05 Agu 2026 - 15:43 WIB
  • #9

    Pengedar Sabu di Tambang Dibekuk Polisi, 10 Paket Siap Edar Disita

    Jumat, 31 Jul 2026 - 12:06 WIB

HUKRIM

  • Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Air Jamban, 21 Paket Disita dan Pemasok Diburu

    Polisi Gerebek Transaksi Sabu di Air Jamban, 21 Paket Disita dan Pemasok Diburu

    Senin, 10 Agu 2026 | 14:33 WIB
  • 9 Paket Sabu 2,85 Gram Disita, Pria 52 Tahun Ditangkap di Bengkalis

    9 Paket Sabu 2,85 Gram Disita, Pria 52 Tahun Ditangkap di Bengkalis

    Senin, 10 Agu 2026 | 14:15 WIB
  • Terungkap! Paman-Tante Jadi Tersangka Kekerasan Dua Bocah di Siak

    Terungkap! Paman-Tante Jadi Tersangka Kekerasan Dua Bocah di Siak

    Senin, 10 Agu 2026 | 14:01 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Bertemu Dirut Pertamina di Hambalang, Prabowo Bahas B50 hingga Restrukturisasi BUMN

    Bertemu Dirut Pertamina di Hambalang, Prabowo Bahas B50 hingga Restrukturisasi BUMN

    Senin, 10 Agu 2026 | 08:50 WIB
  • Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026

    Pemerintah Tunda Lagi Pungutan PPh Pedagang Marketplace hingga November 2026

    Senin, 10 Agu 2026 | 07:40 WIB
  • Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta, Geopolitik dan Safe Haven Jadi Pendorong

    Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta, Geopolitik dan Safe Haven Jadi Pendorong

    Senin, 10 Agu 2026 | 07:20 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com