Home › Ekonomi › Pemerintah Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli hingga Akhir 2026
Pemerintah Siapkan Stimulus Rp26,34 Triliun untuk Jaga Daya Beli hingga Akhir 2026
Keterangan Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kebijakan pemerintah terkait paket stimulus ekonomi semester II 2026. TD/YS/cnbcindonesia.com,
JAKARTA, Tabloid Diksi – Pemerintah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun untuk menjaga pertumbuhan ekonomi sekaligus mempertahankan daya beli masyarakat pada semester II 2026.
Paket stimulus tersebut sebelumnya telah diumumkan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada 5 Agustus 2026. Sejumlah program di dalamnya menyasar kebutuhan masyarakat, sektor transportasi, pengembangan tenaga kerja, hingga pariwisata.
- Baca juga:
Airlangga menjelaskan, pemerintah akan menyalurkan bantuan pangan kepada 33,24 juta penerima manfaat. Selain itu, terdapat berbagai insentif transportasi yang diberikan pada periode libur sekolah serta momentum Natal dan Tahun Baru.
Insentif transportasi tersebut antara lain berupa potongan 30 persen tarif kereta api dan angkutan laut, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan, serta pemberian Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah untuk tiket pesawat kelas ekonomi.
Pemerintah juga menyiapkan program magang dan pelatihan vokasi yang ditujukan bagi angkatan kerja muda guna meningkatkan keterampilan dan kesiapan mereka memasuki dunia kerja.
Sektor pariwisata turut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara tercatat mencapai 7,45 juta kunjungan. Angka tersebut meningkat 5,71 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y).
Perkembangan positif juga terlihat dari Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang yang mencapai 51,29 persen. Sementara itu, rata-rata pengeluaran wisatawan mancanegara selama semester I 2026 tercatat sebesar US$1.313 atau meningkat 6,36 persen.
Untuk memperkuat sektor tersebut, pemerintah menjalankan program #DiscoverMoreIndonesia. Melalui program ini, Garuda Indonesia menyediakan satu tiket penerbangan domestik gratis menuju 33 destinasi bagi wisatawan mancanegara yang memiliki tiket pulang-pergi.
Program tersebut menargetkan sebanyak 178 ribu wisatawan mancanegara sekaligus diharapkan memperkuat promosi berbagai destinasi dan kegiatan internasional di Indonesia.
Beberapa agenda yang menjadi bagian dari upaya tersebut antara lain MotoGP Mandalika, Borobudur Marathon, serta sejumlah konser musik internasional.
Di tengah tantangan harga energi global, pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak mengalami kenaikan hingga penghujung 2026.
APBN akan tetap digunakan sebagai shock absorber untuk meredam dampak kenaikan harga minyak dunia. Pemerintah mencatat rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) selama semester I 2026 berada di level US$90,46 per barel, jauh lebih tinggi dibandingkan asumsi yang digunakan dalam APBN.
Airlangga menegaskan kebijakan tersebut dilakukan untuk memastikan kenaikan harga energi tidak menggerus kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Prinsip Pemerintah jelas, daya beli masyarakat tidak boleh tergerus. Karena itu harga BBM kita jaga, harga pangan kita stabilkan, dan stimulus kita salurkan tepat sasaran," ujar Menko Airlangga.
Pemerintah juga memperkuat sisi pembiayaan guna mendorong aktivitas ekonomi. Kredit perbankan pada Juni 2026 tercatat tumbuh 12,67 persen, dengan Kredit Investasi menjadi salah satu penopang utama setelah tumbuh 24,90 persen.
Total plafon Kredit Program yang disiapkan pemerintah mencapai Rp362,19 triliun. Dari jumlah tersebut, alokasi untuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp290,59 triliun.
Hingga Juli 2026, penyaluran Kredit Program telah mencapai Rp198,9 triliun. Sementara realisasi KUR mencapai Rp176,87 triliun atau sekitar 60,87 persen dari target.
Pemerintah juga mempersiapkan skema pembiayaan baru bagi perempuan prasejahtera melalui Transformasi Kredit Mekaar. Program tersebut memiliki alokasi Rp29,14 triliun dengan plafon pinjaman maksimal Rp15 juta.
Adapun bunga yang ditetapkan sebesar 8 persen per tahun dengan jangka waktu pinjaman antara enam hingga 24 bulan.
"Pemerintah juga menyiapkan skema baru bagi perempuan prasejahtera melalui Transformasi Kredit Mekaar dengan alokasi Rp29,14 triliun, plafon pinjaman maksimal Rp15 juta, suku bunga 8% per tahun, dan tenor 6-24 bulan," ujar Airlangga.
Selain stimulus jangka pendek, pemerintah menyatakan tetap melanjutkan agenda reformasi struktural dan memperkuat diplomasi ekonomi.
Salah satunya dilakukan melalui proses aksesi Indonesia menuju Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD). Pemerintah juga mempercepat implementasi sejumlah perjanjian perdagangan.
Beberapa Peraturan Presiden terkait perjanjian dagang baru telah ditandatangani dan siap untuk diundangkan, yakni Indonesia-Canada CEPA, Indonesia-Peru CEPA, Indonesia-EAEU FTA, serta ASEAN Trade in Goods Agreement.
Sepanjang 2026, terdapat 15 perjanjian perdagangan yang telah maupun siap untuk diratifikasi.
Airlangga mengatakan capaian ekonomi pada semester pertama menjadi modal penting bagi pemerintah untuk menjaga momentum pertumbuhan sampai akhir tahun.
"Dengan capaian Semester I yang solid, Pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga akhir tahun 2026 dan menjadi landasan menuju pertumbuhan yang lebih tinggi pada 2027 dan seterusnya," ujar Airlangga.
Di luar paket stimulus Rp26,34 triliun tersebut, pemerintah juga tengah menyiapkan kebijakan khusus untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya menyatakan kondisi El Nino di Indonesia telah masuk kategori kuat dan berpotensi meningkat menjadi kategori sangat kuat pada Agustus hingga September 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah masih membahas besaran serta bentuk stimulus yang akan diberikan untuk menghadapi potensi dampak kekeringan tersebut.
Purbaya menyampaikan hal itu dalam media briefing di ruang media Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (5/8/2026).
"El Nino jumlahnya (stimulus) masih sedang didiskusikan, jadi angkanya belum keluar," ujar Purbaya.
Menurut Purbaya, Presiden Prabowo Subianto telah memberikan arahan agar pemerintah menyiapkan program perlindungan bagi masyarakat yang berpotensi terdampak El Nino.
Saat ini, Kementerian Keuangan masih menunggu pembahasan dari kementerian dan lembaga terkait mengenai bentuk kebijakan yang akan diterapkan.
"Pak Presiden sudah memerintahkan menyiapkan untuk program itu, nanti saya tunggu dari kementerian terkait," katanya.
Purbaya belum memastikan kapan stimulus khusus El Nino tersebut mulai diluncurkan. Namun, ia memastikan kebijakan akan segera dijalankan setelah pembahasan antarkementerian dan lembaga selesai.
"Setelah diskusi selesai, langsung dijalankan. Kami sedang menunggu kementerian terkait mengundang kami untuk masalah kebijakan stimulus itu," imbuhnya.






Komentar Via Facebook :