Home › Daerah › Kapolda Riau Apresiasi Dua Yayasan Pendukung Jembatan Merah Putih Presisi
Kapolda Riau Apresiasi Dua Yayasan Pendukung Jembatan Merah Putih Presisi
Keterangan Foto: Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan. TD/Azhar
PEKANBARU,Tabloid Diksi – Upaya membuka keterisolasian masyarakat di pelosok Riau mendapat dukungan dari berbagai elemen. Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan memberikan penghargaan kepada dua yayasan yang dinilai ikut berkontribusi dalam pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Penghargaan diberikan kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 serta Yayasan Harmoni Nusa. Keduanya mendapat apresiasi karena dinilai menunjukkan kepedulian dan semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan akses masyarakat.
- Baca juga:
Kapolda Riau mengatakan, pembangunan jembatan tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar membangun konstruksi. Infrastruktur itu menjadi sarana untuk mendekatkan masyarakat dengan berbagai layanan dasar dan membuka peluang ekonomi.
“Jembatan ini bukan hanya konstruksi fisik, tetapi merupakan jembatan harapan bagi masyarakat,” kata Herry.
Dia menjelaskan, akses yang terbuka akan memberikan dampak berantai bagi masyarakat. Anak-anak dapat lebih mudah menuju sekolah, warga lebih cepat memperoleh layanan kesehatan, aktivitas ekonomi menjadi lebih lancar dan mobilitas masyarakat tidak lagi terlalu bergantung pada kondisi akses yang terbatas.
Herry menegaskan pembangunan seperti itu membutuhkan kolaborasi lintas pihak. Pemerintah dan Polri, kata dia, tidak mungkin menyelesaikan seluruh persoalan keterisolasian tanpa dukungan masyarakat dan berbagai elemen lainnya.
“Ketika masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan Polri bergerak bersama, maka persoalan yang berat sekalipun bisa kita selesaikan,” ujarnya.
Dia pun menyampaikan penghargaan kepada Yayasan Putra Peduli bersama Relawan 1011 dan Yayasan Harmoni Nusa. Menurutnya, keterlibatan kedua yayasan tersebut menjadi contoh nyata bahwa kepedulian sosial dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Herry berharap langkah tersebut diikuti elemen masyarakat lainnya. Semangat gotong royong dinilai menjadi kekuatan penting untuk mempercepat pembangunan, terutama di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur.
“Semangat membangun Riau tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kapolda Riau juga memastikan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akan terus didorong. Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan menjadi salah satu bukti nyata kehadiran Polri dalam membantu membuka akses masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya berapa banyak jembatan yang berhasil dibangun, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat,” katanya.
Dengan penghargaan tersebut, Polda Riau ingin menegaskan bahwa pembangunan bukan pekerjaan satu pihak. Ketika pemerintah, Polri, yayasan, relawan dan masyarakat bergandengan tangan, jembatan yang dibangun bukan hanya menjadi penghubung antarkawasan, tetapi juga membuka jalan menuju pendidikan, kesehatan, ekonomi dan masa depan yang lebih baik.






Komentar Via Facebook :