https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Dari Desa untuk Warga, Bhabinkamtibmas Polres Kampar Jadi Ujung Tombak PERLINSOS Digital •   Tanam Pohon Serentak di UHTP, BEM Dorong Kampus Jadi Ruang Belajar yang Hijau dan Sehat •   Temui Meta, Menkomdigi Dorong Percepatan Penghapusan Akun Anak •   Kumpulkan Pakar, Prabowo Bahas Penguatan Penanganan Karhutla
Home › Daerah › El Nino Menguat, Riau Siaga Karhutla: SF Hariyanto Perintahkan Satgas Bergerak Cepat
Daerah
Pekanbaru

El Nino Menguat, Riau Siaga Karhutla: SF Hariyanto Perintahkan Satgas Bergerak Cepat

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:22 WIB,  
Penulis : Azhar
El Nino Menguat, Riau Siaga Karhutla: SF Hariyanto Perintahkan Satgas Bergerak Cepat

Keterangan Foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. TD/Azhar

PEKANBARU,Tabloid Diksi — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kembali menguat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak El Nino yang diprediksi terjadi hingga September-Oktober 2026, dengan memerintahkan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk bergerak cepat mencegah api meluas.

Perintah tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto seusai memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di Mapolda Riau, Senin (10/8/2026). Ia meminta seluruh personel dan instansi terkait tidak menunggu api membesar, tetapi langsung bertindak sejak titik panas terdeteksi.

    Baca juga:
  • Dari Desa untuk Warga, Bhabinkamtibmas Polres Kampar Jadi Ujung Tombak PERLINSOS Digital

  • Tanam Pohon Serentak di UHTP, BEM Dorong Kampus Jadi Ruang Belajar yang Hijau dan Sehat

  • Propam Polda Riau dan Polsek Bukit Raya Berbagi dan Tanam Pohon di Panti Al Ilham

Hariyanto menekankan lima hal utama yang harus menjadi perhatian Satgas Karhutla. Pertama, kesiapan personel dan peralatan harus dipastikan benar-benar optimal, mulai dari kendaraan, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, sumber air hingga akses menuju wilayah rawan kebakaran.

"Kita jangan sampai terlambat menangani karena peralatan tidak berfungsi atau akses menuju lokasi belum diketahui," tegas Hariyanto.

Kedua, seluruh unsur diminta menggunakan data yang sama dan memperkuat koordinasi. Informasi dari BMKG, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan hingga masyarakat harus terhubung dan diverifikasi di lapangan.

Setiap hotspot, kata Hariyanto, harus segera diketahui lokasi dan kondisinya, termasuk unsur terdekat yang dapat dikerahkan, jalur menuju titik api serta dukungan yang diperlukan.

Ketiga, kecepatan menjadi kunci. Begitu titik panas terverifikasi dan ditemukan api, pemadaman awal harus segera dilakukan sebelum api membesar dan merambat lebih dalam ke lahan gambut.

"Peringatan harus segera diikuti tindakan nyata. Ini harus menjadi pola kerja kita," ujarnya.

Keempat, patroli pencegahan akan diperkuat dengan melibatkan jejaring masyarakat. Menurut Hariyanto, masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi lebih dini potensi kebakaran di wilayah masing-masing.

Kelima, keselamatan personel dan perlindungan masyarakat tidak boleh diabaikan. Kondisi angin, kedalaman gambut, penggunaan alat pelindung diri, kesehatan petugas hingga jalur evakuasi harus menjadi pertimbangan setiap operasi pemadaman.

Masyarakat juga harus mendapat perlindungan apabila kualitas udara memburuk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.

"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu institusi. Setiap unsur memiliki kewenangan dan kekuatan masing-masing, tetapi kita bergerak dengan satu tujuan, melindungi masyarakat dan menjaga Riau," kata Hariyanto.

Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sejumlah wilayah di Riau dilaporkan telah dilanda karhutla, di antaranya Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu. Ancaman kebakaran dinilai masih dapat meluas seiring meningkatnya intensitas El Nino dan memasuki puncak musim kemarau.

Kepala BMKG Pekanbaru Warjono mengatakan kondisi El Nino di Riau saat ini sudah berada pada kategori kuat. Indeks El Nino yang terdeteksi mencapai 1,56 dan diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 2.

"Ini puncaknya sampai September dan Oktober. Sekarang ini terus meningkat," ujar Warjono.

Menurutnya, penguatan El Nino berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan di Riau. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya suhu udara yang dalam beberapa hari terakhir mencapai 35-36 derajat Celsius.

Situasi panas dan kering tersebut membuat lahan, terutama kawasan gambut, semakin rentan terbakar. Karena itu, BMKG bersama pihak terkait terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu turunnya hujan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.

"Kita setiap hari melakukan OMC. Di mana kita lihat awan-awan berpotensi hujan, langsung dilakukan OMC. Namun, beberapa hari ini masih ada potensi hujan," kata Warjono.

Pemprov Riau kini memilih langkah antisipatif. Di tengah ancaman El Nino yang terus menguat, seluruh unsur diminta tidak lengah dan memastikan setiap potensi api ditangani sedini mungkin sebelum berubah menjadi bencana karhutla yang lebih besar.

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

#gubernurriau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #4

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #5

    Dilepas Polsek Binawidya, 200 Ojol Domte Community Gas ke Air Tiris Rayakan Anniversary ke-5

    Minggu, 20 Sep 2026 - 09:24 WIB
  • #6

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #7

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #8

    SPPD Fiktif DPRD Pekanbaru Tinggal Tunggu Kerugian Negara, Bidnen: Kajari Baru Harus Tunjukkan Taring

    Kamis, 17 Sep 2026 - 11:08 WIB
  • #9

    Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar

    Rabu, 16 Sep 2026 - 07:48 WIB

HUKRIM

  • 60 Hektare Kawasan Hutan Diduga Dibabat untuk Kebun Sawit, Legislator Kampar F Kini Tersangka

    60 Hektare Kawasan Hutan Diduga Dibabat untuk Kebun Sawit, Legislator Kampar F Kini Tersangka

    Jumat, 25 Sep 2026 | 14:41 WIB
  • Bongkar Kayu dari Kanal ke Panglong, Polisi Amankan 10 Ton Kayu Diduga Ilegal di Rohil

    Bongkar Kayu dari Kanal ke Panglong, Polisi Amankan 10 Ton Kayu Diduga Ilegal di Rohil

    Jumat, 25 Sep 2026 | 14:15 WIB
  • Legislator Kampar Inisial F Jadi Tersangka Diduga Alih Fungsi Kawasan

    Legislator Kampar Inisial F Jadi Tersangka Diduga Alih Fungsi Kawasan

    Jumat, 25 Sep 2026 | 07:12 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com