Home › Daerah › El Nino Menguat, Riau Siaga Karhutla: SF Hariyanto Perintahkan Satgas Bergerak Cepat
El Nino Menguat, Riau Siaga Karhutla: SF Hariyanto Perintahkan Satgas Bergerak Cepat
Keterangan Foto: Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. TD/Azhar
PEKANBARU,Tabloid Diksi — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau kembali menguat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi puncak El Nino yang diprediksi terjadi hingga September-Oktober 2026, dengan memerintahkan seluruh unsur Satuan Tugas (Satgas) Karhutla untuk bergerak cepat mencegah api meluas.
Perintah tersebut disampaikan Plt Gubernur Riau SF Hariyanto seusai memimpin apel kesiapsiagaan penanggulangan karhutla di Mapolda Riau, Senin (10/8/2026). Ia meminta seluruh personel dan instansi terkait tidak menunggu api membesar, tetapi langsung bertindak sejak titik panas terdeteksi.
- Baca juga:
Hariyanto menekankan lima hal utama yang harus menjadi perhatian Satgas Karhutla. Pertama, kesiapan personel dan peralatan harus dipastikan benar-benar optimal, mulai dari kendaraan, alat komunikasi, perlengkapan keselamatan, sumber air hingga akses menuju wilayah rawan kebakaran.
"Kita jangan sampai terlambat menangani karena peralatan tidak berfungsi atau akses menuju lokasi belum diketahui," tegas Hariyanto.
Kedua, seluruh unsur diminta menggunakan data yang sama dan memperkuat koordinasi. Informasi dari BMKG, BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, pemerintah daerah, perusahaan hingga masyarakat harus terhubung dan diverifikasi di lapangan.
Setiap hotspot, kata Hariyanto, harus segera diketahui lokasi dan kondisinya, termasuk unsur terdekat yang dapat dikerahkan, jalur menuju titik api serta dukungan yang diperlukan.
Ketiga, kecepatan menjadi kunci. Begitu titik panas terverifikasi dan ditemukan api, pemadaman awal harus segera dilakukan sebelum api membesar dan merambat lebih dalam ke lahan gambut.
"Peringatan harus segera diikuti tindakan nyata. Ini harus menjadi pola kerja kita," ujarnya.
Keempat, patroli pencegahan akan diperkuat dengan melibatkan jejaring masyarakat. Menurut Hariyanto, masyarakat memiliki peran penting dalam mendeteksi lebih dini potensi kebakaran di wilayah masing-masing.
Kelima, keselamatan personel dan perlindungan masyarakat tidak boleh diabaikan. Kondisi angin, kedalaman gambut, penggunaan alat pelindung diri, kesehatan petugas hingga jalur evakuasi harus menjadi pertimbangan setiap operasi pemadaman.
Masyarakat juga harus mendapat perlindungan apabila kualitas udara memburuk, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia dan ibu hamil.
"Penanganan karhutla tidak bisa dilakukan oleh satu institusi. Setiap unsur memiliki kewenangan dan kekuatan masing-masing, tetapi kita bergerak dengan satu tujuan, melindungi masyarakat dan menjaga Riau," kata Hariyanto.
Kewaspadaan ini bukan tanpa alasan. Sejumlah wilayah di Riau dilaporkan telah dilanda karhutla, di antaranya Rokan Hilir, Bengkalis, Pelalawan, Siak dan Indragiri Hulu. Ancaman kebakaran dinilai masih dapat meluas seiring meningkatnya intensitas El Nino dan memasuki puncak musim kemarau.
Kepala BMKG Pekanbaru Warjono mengatakan kondisi El Nino di Riau saat ini sudah berada pada kategori kuat. Indeks El Nino yang terdeteksi mencapai 1,56 dan diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 2.
"Ini puncaknya sampai September dan Oktober. Sekarang ini terus meningkat," ujar Warjono.
Menurutnya, penguatan El Nino berpotensi mengurangi pembentukan awan hujan di Riau. Kondisi tersebut diperparah dengan meningkatnya suhu udara yang dalam beberapa hari terakhir mencapai 35-36 derajat Celsius.
Situasi panas dan kering tersebut membuat lahan, terutama kawasan gambut, semakin rentan terbakar. Karena itu, BMKG bersama pihak terkait terus melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk memicu turunnya hujan di wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan.
"Kita setiap hari melakukan OMC. Di mana kita lihat awan-awan berpotensi hujan, langsung dilakukan OMC. Namun, beberapa hari ini masih ada potensi hujan," kata Warjono.
Pemprov Riau kini memilih langkah antisipatif. Di tengah ancaman El Nino yang terus menguat, seluruh unsur diminta tidak lengah dan memastikan setiap potensi api ditangani sedini mungkin sebelum berubah menjadi bencana karhutla yang lebih besar.

Komentar Via Facebook :