Home › Peristiwa › Kobaran Api Lahap 290 Asrama Santri di Kuntu, Kerugian Tembus Rp3 Miliar
Kobaran Api Lahap 290 Asrama Santri di Kuntu, Kerugian Tembus Rp3 Miliar
Keterangan Foto: Kebakaran di Ponpes Syekh Burhanuddin Kuntu.Dokumen poto Humas Polres Kampar.TD/Azhar
KAMPAR,Tabloid Diksi – Malam yang semestinya berlangsung tenang berubah menjadi kepanikan di Pondok Pesantren Syekh Burhanuddin Kuntu, Desa Kuntu Darussalam, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Sebanyak 290 kamar asrama santri laki-laki berukuran 2x2 meter terbakar hebat pada Senin (10/8/2026) malam.
Api mulai diketahui sekitar pukul 20.00 WIB saat para santri tengah melaksanakan salat Isya di masjid. Seorang santri berusia 14 tahun, Furqun, yang baru selesai salat dan melintas di depan asrama melihat asap mengepul dari bagian atap gedung.
- Baca juga:
Tak lama kemudian, Wahid, santri berusia 14 tahun lainnya, melihat api muncul dari salah satu bagian asrama. Kepanikan pun terjadi. Para santri bergegas menjauh dari lokasi dan meminta bantuan warga sekitar.
Warga bersama para santri kemudian berupaya melawan kobaran api dengan peralatan seadanya. Air dari sumur bor diambil menggunakan ember dan gayung untuk membasahi bangunan yang terbakar sembari menunggu armada pemadam tiba.
Namun, kobaran api terus membesar dan menjalar ke bangunan asrama lainnya. Petugas pemadam kebakaran akhirnya tiba dan langsung melakukan penyekatan serta pemadaman.
Sedikitnya 8 unit armada pemadam dikerahkan untuk menjinakkan api, terdiri dari tiga unit Damkar Kabupaten Kampar, serta bantuan dari PT RAPP Sektor Logas, PT PSPI, PT KPR dan Damkar Kenegerian Ninik Mamak Lipat Kain Selatan. Proses pemadaman juga dibantu masyarakat Desa Kuntu Darussalam.
Setelah berjibaku selama beberapa jam, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 00.10 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kapolsek Kampar Kiri Kompol Rusyandi Z Siregar, S.Sos., M.H., langsung mengerahkan personel untuk mengamankan lokasi kejadian. Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, mengamankan barang bukti dan memasang garis polisi.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Sebab, saat api mulai muncul, sebagian santri sedang berada di masjid untuk melaksanakan salat Isya.
Meski demikian, kebakaran ini menimbulkan kerugian besar. Kerugian materiel sementara ditaksir mencapai Rp3.045.000.000.
Polisi belum menyimpulkan penyebab kebakaran. Dari keterangan awal saksi dan warga, api diduga berasal dari bagian atap salah satu asrama dan kemudian menjalar dengan cepat ke bangunan lainnya.
Polsek Kampar Kiri masih melakukan penyelidikan untuk memastikan titik awal dan penyebab kebakaran, termasuk mendalami kondisi instalasi listrik serta kemungkinan faktor lain yang memicu munculnya api.






Komentar Via Facebook :