Home › Nasional › Presiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir Berikan Pelayanan Untuk Masyarakat
Presiden Prabowo Tegaskan Negara Hadir Berikan Pelayanan Untuk Masyarakat
Keterangan Foto: Suasana Sidang Tahun MPR Bersama Sidang DPR RI dan DPD RI. (Foto: BPMI Setpres). TD/YS
JAKARTA, Tabloid Diksi - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan negara hadir dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan layanan kesehatan, perlindungan sosial, hingga perluasan akses terhadap hunian layak.
Hal itu disampaikan Presiden dalam pidatonya pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
- Baca juga:
Dalam sektor kesehatan, program Cek Kesehatan Gratis (CKG) disebut telah menjangkau 108 juta orang. Pada 2025, tercatat 70,2 juta peserta, sementara hingga akhir Juni 2026 sebanyak 59,5 juta orang telah mengikuti program tersebut. Sebagian masyarakat mengikuti pemeriksaan pada kedua periode.
Presiden mengatakan pemerintah akan terus meningkatkan kualitas dan jangkauan program tersebut. Saat ini, layanan CKG tersedia di 10.255 puskesmas yang tersebar di 38 provinsi.
Pemerintah juga membangun dan meningkatkan 66 rumah sakit umum daerah, terutama di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Sebanyak 20 rumah sakit baru telah selesai dibangun dan kini mulai beroperasi.
Di sisi lain, pemerintah menanggung penuh iuran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi 96,8 juta masyarakat kurang mampu. Menurut Prabowo, cakupan tersebut menjadikan JKN Indonesia sebagai salah satu sistem jaminan kesehatan terbesar di dunia.
Untuk perlindungan sosial, pemerintah mempercepat digitalisasi agar penyaluran bantuan lebih mudah, transparan, dan tepat sasaran. Digitalisasi pendaftaran Program Keluarga Harapan (PKH) telah diterapkan di 153 kabupaten/kota pada 38 provinsi, dengan lebih dari tiga juta keluarga telah terdaftar.
Digitalisasi tersebut juga memangkas biaya dan waktu yang sebelumnya harus ditanggung masyarakat. Jika sebelumnya keluarga kurang mampu harus mengeluarkan biaya sekitar Rp150 ribu untuk perjalanan, dokumen, fotokopi, serta kehilangan waktu kerja, kini proses pendaftaran dapat dilakukan secara gratis.
Proses verifikasi kelayakan yang sebelumnya membutuhkan waktu 75 hingga 200 hari juga dipercepat menjadi hitungan menit atau jam. Presiden menegaskan, digitalisasi perlindungan sosial akan terus diperluas ke berbagai program bantuan sosial, bantuan pemerintah, dan subsidi.
Sementara di sektor perumahan, pemerintah terus memperluas kesempatan masyarakat untuk mendapatkan hunian yang layak dan terjangkau. Hingga 30 Juni 2026, bantuan stimulan perumahan swadaya telah disalurkan, sedangkan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah menjangkau hampir 100 ribu rumah.
Presiden menegaskan, berbagai program tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan negara secara nyata dalam kehidupan masyarakat.
“Republik ini tidak didirikan agar negara sekadar ada, republik ini didirikan agar rakyat tidak akan pernah merasa sendiri, agar rakyat merasa pemerintah ada di sampingnya,” tegas Prabowo.
Pemerintah, lanjutnya, akan terus memastikan berbagai kebijakan dan program pembangunan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat. ***






Komentar Via Facebook :