Home › Politik › Komisi IX DPR RI Dorong Kesejahteraan Nakes dan Dokter Terbang
Komisi IX DPR RI Dorong Kesejahteraan Nakes dan Dokter Terbang
Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. TD/YS
JAKARTA, Tabloid Diksi - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mendukung rencana pemerintah menghadirkan program dokter terbang sebagai terobosan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil dan minim fasilitas medis.
Dukungan tersebut disampaikan Charles setelah mengikuti Rapat Paripurna DPR RI terkait penyampaian keterangan pemerintah atas Rancangan Undang-Undang tentang APBN Tahun Anggaran 2027, Jumat (14/8/2026). Ia menilai keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis masih menjadi persoalan yang harus segera ditangani di sejumlah daerah.
- Baca juga:
Charles mengatakan kehadiran tim dokter terbang dapat menjadi solusi untuk menjangkau masyarakat yang selama ini kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat kondisi geografis dan jauhnya akses menuju rumah sakit.
Meski demikian, ia meminta pemerintah tidak hanya mengejar pembangunan fasilitas maupun peluncuran program baru. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan kesehatan harus dibarengi dengan perhatian serius terhadap anggaran serta kesejahteraan tenaga medis dan tenaga kesehatan.
Ia menyebut masih menerima keluhan dari sejumlah tenaga kesehatan, termasuk ASN di daerah, mengenai tunjangan yang berkurang hingga belum dibayarkan selama beberapa bulan.
“Fasilitas kesehatan dan layanan kepada masyarakat memang harus terus diperbaiki. Namun, kesejahteraan tenaga kesehatan dan tenaga medis juga tidak boleh dilupakan,” kata Charles.
Menurutnya, kondisi kesejahteraan tenaga kesehatan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan yang diterima masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memastikan para tenaga medis dapat menjalankan tugas dalam kondisi yang layak agar pelayanan kepada pasien tetap maksimal.
Charles juga berharap program dokter terbang dapat segera diwujudkan. Namun, ia mengingatkan agar pemerintah melakukan persiapan secara menyeluruh, mulai dari konsep, sumber daya manusia, sarana pendukung hingga mekanisme pelaksanaannya.
Ia menekankan percepatan program tidak boleh mengorbankan kesiapan. Pengalaman dari sejumlah program sebelumnya, kata Charles, harus menjadi bahan evaluasi agar kebijakan yang diluncurkan benar-benar berjalan efektif di lapangan.
“Program yang dicanangkan, termasuk dokter terbang, harus dipersiapkan dengan baik. Jangan sampai terburu-buru dilaksanakan tetapi karena persiapannya tidak matang, hasilnya justru tidak optimal,” tegas politikus PDI Perjuangan tersebut.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan menyampaikan bahwa pemerintah masih menghadapi tantangan dalam menyediakan layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah terpencil. Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah menyiapkan sejumlah inovasi, termasuk ambulans udara dan tim dokter terbang.
Presiden menyebut ambulans udara nantinya diharapkan mampu menjangkau wilayah dengan medan yang sulit, seperti lapangan berumput, kawasan berpasir hingga daerah di sekitar sungai.
Prabowo juga menyoroti masih adanya kasus ibu hamil dan bayi yang meninggal dalam perjalanan menuju fasilitas kesehatan karena jarak rumah sakit yang terlalu jauh. Pemerintah, menurutnya, perlu menghadirkan terobosan agar persoalan tersebut tidak terus terjadi.
Dengan program dokter terbang dan ambulans udara, pemerintah diharapkan mampu mempercepat pemerataan akses kesehatan sekaligus memastikan masyarakat di wilayah terpencil memperoleh pelayanan medis yang lebih cepat dan layak. ***






Komentar Via Facebook :