Home › Daerah › Kabut Asap Kembali Kepung Pekanbaru, Jarak Pandang Anjlok 1 Km
Kabut Asap Kembali Kepung Pekanbaru, Jarak Pandang Anjlok 1 Km
Keterangan Foto: Kondisi kota Pekanbaru 18 Agustus 2026. TD/Azhar
PEKANBARU, Tabloid Diksi — Kabut asap kembali menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Pekanbaru, Riau, Selasa (18/8/2026) pagi. Kondisi ini membuat jarak pandang menurun hingga sekitar 1 kilometer dan mulai mengganggu kenyamanan warga yang beraktivitas di luar ruangan.
Kekaburan udara terpantau sejak sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, fenomena asap terlihat semakin jelas pada pukul 08.30 hingga 09.30 WIB, terutama di sejumlah ruas jalan utama Kota Pekanbaru.
- Baca juga:
Pantauan di kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga arah kawasan MTQ menunjukkan udara tampak berkabut dan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut juga membuat udara terasa kurang segar.
Salah seorang warga, Putra, mengaku terkejut melihat kabut asap yang kembali muncul dengan kondisi cukup pekat.
“Sudah jam 9 lewat, asap sangat pekat di Kota Pekanbaru. Terutama di Jalan Sudirman, arah MTQ. Asap nampak sekali dan terasa juga udara sedikit tidak segar,” ujar Putra.
Dia mengatakan kondisi tersebut berbeda dibandingkan hari-hari sebelumnya. Bahkan, dirinya mengaku belum menggunakan masker karena tidak menyangka kabut asap kembali muncul cukup tebal.
“Karena tidak tahu, sebelumnya kan belum pernah sepekat ini asap. Hari ini nampak sekali asapnya sepekat, mungkin nanti akan pakai masker,” katanya.
BMKG Deteksi Asap, Jarak Pandang Turun
Forecaster BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Sanya, membenarkan adanya kekaburan udara di Kota Pekanbaru.
Menurutnya, kekaburan udara sudah terdeteksi sejak pukul 07.00 WIB. Sementara fenomena asap mulai terpantau lebih jelas pada rentang pukul 08.30 hingga 09.30 WIB.
“Untuk kekaburan udara memang sudah terdeteksi dari pukul 7 pagi, namun untuk fenomena asap itu baru terdeteksi pada pukul 8.30 hingga pukul 9.30. Itu jarak pandang menurun hingga 1 kilometer,” jelas Sanya.
Penurunan jarak pandang tersebut menjadi perhatian karena dapat mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya pengguna kendaraan yang melintas di ruas jalan dengan kondisi asap lebih pekat.
75 Hotspot Terdeteksi di Riau
Munculnya kabut asap di Pekanbaru terjadi ketika aktivitas titik panas di Provinsi Riau juga meningkat. BMKG mencatat sebanyak 75 titik panas (hotspot) terdeteksi di Riau pada Selasa (18/8/2026).
Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak, yakni mencapai 38 titik.
Berdasarkan pemantauan trajektori citra satelit BMKG pada Senin sore, terdapat indikasi kejadian kebakaran di wilayah selatan Kota Pekanbaru.
Angin yang bergerak dari arah tenggara hingga selatan menuju barat laut hingga utara berpotensi membawa massa udara dari wilayah selatan menuju Pekanbaru. Kondisi tersebut diduga turut memengaruhi munculnya kabut asap di sejumlah kawasan kota.
BMKG pun mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terlebih saat curah hujan masih rendah.
Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran lahan sembarangan serta tidak meninggalkan sumber api di kawasan yang mudah terbakar tanpa pengawasan.
Kabut asap yang kembali muncul menjadi pengingat bahwa ancaman karhutla di Riau belum berakhir. Selain menurunkan jarak pandang, asap juga berpotensi menurunkan kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Warga yang harus beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan kondisi udara dan menggunakan masker apabila diperlukan, terutama ketika kabut asap kembali menebal.

Komentar Via Facebook :