Home › Daerah › Bukan Sekadar Balapan, Pacu Jalur 2026 Jadi Panggung Budaya Kuansing
Bukan Sekadar Balapan, Pacu Jalur 2026 Jadi Panggung Budaya Kuansing
Keterangan Foto: Wakapolda dan Plt Gubernur Riau Hadir Pembukaan Pacu Jalur di Kuansing. Dok.Humas.TD/Azhar
KUANSING,Tabloid Diksi – Bukan sekadar adu cepat di atas Sungai Kuantan. Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 kembali menjadi panggung besar bagi budaya, persatuan dan kebanggaan masyarakat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau.
Festival tersebut resmi dibuka di Lapangan Astaka MTQ, Tepian Narosa, Rabu (19/8/2026). Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi hadir bersama Kabid Humas Kombes Pol Akhmadi, Karoops Kombes Ino, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana serta sejumlah pejabat utama.
- Baca juga:
Pembukaan festival diresmikan langsung oleh Plt Gubernur Riau SF Haryanto dan dihadiri sejumlah pejabat dari Kementerian Pariwisata, anggota DPR, para bupati, pemangku kepentingan, tokoh masyarakat dan tokoh adat.
Pacu Jalur menjadi tradisi yang memiliki tempat khusus di hati masyarakat Kuansing. Jalur-jalur panjang yang melaju di Sungai Kuantan membawa nama kampung sekaligus harga diri masyarakat yang telah mempersiapkannya dengan penuh semangat dan gotong royong.
Ketika festival dimulai, suasana Tepian Narosa pun berubah. Sorakan penonton, hentakan dayung dan deru jalur di atas sungai berpadu menjadi satu kemeriahan yang menggambarkan kuatnya akar budaya masyarakat Kuansing.
Di tengah euforia tersebut, Polri memastikan aspek keamanan tidak luput dari perhatian. Jajaran Polda Riau dan Polres Kuansing bersama unsur terkait melakukan pengamanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat agar festival berjalan lancar.
Wakapolda Riau Brigjen Pol. Hengki Haryadi menegaskan kehadiran Polri merupakan bagian dari dukungan terhadap kegiatan budaya sekaligus upaya memberikan rasa aman kepada masyarakat.
“Ini bukan hanya sebuah perlombaan, tetapi bagian dari identitas dan kebanggaan masyarakat Kuansing. Kami mendukung pelestarian budaya ini dan memastikan masyarakat dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan aman dan nyaman,” tegas Hengki.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Festival Pacu Jalur dapat berlangsung sukses.
Festival Pacu Jalur Tradisional 2026 sekaligus menjadi momentum memperkuat persatuan dan mempromosikan kearifan lokal Kuansing ke tingkat yang lebih luas. Dari tepian Sungai Kuantan, warisan leluhur itu kembali membuktikan bahwa budaya mampu menyatukan masyarakat dalam satu semangat: kebersamaan.






Komentar Via Facebook :