Home › Daerah › Jalan Sontang-Kasang Padang Rusak Parah, Pemprov Riau Siapkan Rp10 Miliar
Jalan Sontang-Kasang Padang Rusak Parah, Pemprov Riau Siapkan Rp10 Miliar
Keterangan Foto: Kondisi ruas Jalan Sontang-Kasang Padang di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, yang mengalami kerusakan parah dan terdapat lubang dengan kedalaman hingga sekitar satu meter. Pemprov Riau menyiapkan anggaran Rp10 miliar melalui APBD Perubahan 2026 untuk penanganan tiga titik kerusakan kritis. TD/YS/cakaplah.com.
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan anggaran Rp10 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 untuk menangani kerusakan parah ruas Jalan Sontang-Kasang Padang di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Kerusakan pada ruas jalan tersebut dinilai sudah cukup serius. Sejumlah lubang di badan jalan bahkan memiliki kedalaman rata-rata mencapai satu meter dan terendam air sehingga membentuk kubangan permanen.
- Baca juga:
Kondisi tersebut membuat penanganan tidak lagi cukup dilakukan dengan metode tambal sulam. Pemprov Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) memilih melakukan penimbunan dalam skala besar untuk mengembalikan kondisi jalan.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan tim Bidang Bina Marga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Dari hasil survei, ditemukan tiga titik kerusakan yang masuk kategori kritis.
"Kalau hanya melakukan penimbunan secara fungsional, hasilnya tidak akan efektif untuk jangka panjang. Apalagi kondisi eksisting saat ini masih terendam. Sehingga penanganan yang dilakukan melalui APBD Perubahan juga berupa penimbunan sesuai kondisi di lapangan," kata Zulfahmi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kondisi lapangan membutuhkan volume material timbunan yang cukup besar. Hal itu diperlukan untuk memperkuat kembali struktur jalan sehingga mampu menopang kendaraan yang melintas sekaligus mengurangi dampak genangan air.
Besarnya anggaran yang dialokasikan juga tidak terlepas dari tingkat kerusakan yang terjadi. Dana Rp10 miliar tersebut difokuskan untuk menangani tiga titik kerusakan utama pada ruas Sontang-Kasang Padang.
Ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat Bonai Darussalam. Selain menjadi jalur mobilitas warga, akses ini juga menghubungkan masyarakat dengan pusat pelayanan serta kawasan perdagangan dan pasar.
Ketika hujan turun, kondisi jalan semakin sulit dilalui karena lubang yang berada di badan jalan dipenuhi air dan berubah menjadi kubangan. Situasi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Dengan masuknya penanganan jalan tersebut dalam APBD Perubahan 2026, Pemprov Riau berharap akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal. Pemerintah menilai penanganan perlu dilakukan secepatnya agar kerusakan tidak semakin meluas dan biaya perbaikan di kemudian hari menjadi lebih besar.
Zulfahmi memastikan pekerjaan nantinya akan mengikuti kondisi teknis di lapangan serta hasil kajian tim yang telah melakukan survei. Penanganan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memperkuat kembali badan jalan dan mengurangi potensi kerusakan berulang.
Pemprov Riau berharap perbaikan ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Bonai Darussalam, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada akses Jalan Sontang-Kasang Padang.
PEKANBARU, Tabloid Diksi – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau menyiapkan anggaran Rp10 miliar melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2026 untuk menangani kerusakan parah ruas Jalan Sontang-Kasang Padang di Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul).
Kerusakan pada ruas jalan tersebut dinilai sudah cukup serius. Sejumlah lubang di badan jalan bahkan memiliki kedalaman rata-rata mencapai satu meter dan terendam air sehingga membentuk kubangan permanen.
Kondisi tersebut membuat penanganan tidak lagi cukup dilakukan dengan metode tambal sulam. Pemprov Riau melalui Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR-PKPP) memilih melakukan penimbunan dalam skala besar untuk mengembalikan kondisi jalan.
Plt Kepala Dinas PUPR-PKPP Riau, Zulfahmi, mengatakan tim Bidang Bina Marga telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi. Dari hasil survei, ditemukan tiga titik kerusakan yang masuk kategori kritis.
"Kalau hanya melakukan penimbunan secara fungsional, hasilnya tidak akan efektif untuk jangka panjang. Apalagi kondisi eksisting saat ini masih terendam. Sehingga penanganan yang dilakukan melalui APBD Perubahan juga berupa penimbunan sesuai kondisi di lapangan," kata Zulfahmi, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, kondisi lapangan membutuhkan volume material timbunan yang cukup besar. Hal itu diperlukan untuk memperkuat kembali struktur jalan sehingga mampu menopang kendaraan yang melintas sekaligus mengurangi dampak genangan air.
Besarnya anggaran yang dialokasikan juga tidak terlepas dari tingkat kerusakan yang terjadi. Dana Rp10 miliar tersebut difokuskan untuk menangani tiga titik kerusakan utama pada ruas Sontang-Kasang Padang.
Ruas jalan tersebut memiliki peran penting bagi masyarakat Bonai Darussalam. Selain menjadi jalur mobilitas warga, akses ini juga menghubungkan masyarakat dengan pusat pelayanan serta kawasan perdagangan dan pasar.
Ketika hujan turun, kondisi jalan semakin sulit dilalui karena lubang yang berada di badan jalan dipenuhi air dan berubah menjadi kubangan. Situasi tersebut tidak hanya menghambat aktivitas masyarakat, tetapi juga meningkatkan risiko bagi pengguna jalan.
Dengan masuknya penanganan jalan tersebut dalam APBD Perubahan 2026, Pemprov Riau berharap akses transportasi masyarakat dapat segera kembali normal. Pemerintah menilai penanganan perlu dilakukan secepatnya agar kerusakan tidak semakin meluas dan biaya perbaikan di kemudian hari menjadi lebih besar.
Zulfahmi memastikan pekerjaan nantinya akan mengikuti kondisi teknis di lapangan serta hasil kajian tim yang telah melakukan survei. Penanganan tersebut diharapkan tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memperkuat kembali badan jalan dan mengurangi potensi kerusakan berulang.
Pemprov Riau berharap perbaikan ini dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat Bonai Darussalam, khususnya dalam mendukung kelancaran mobilitas dan aktivitas ekonomi warga yang bergantung pada akses Jalan Sontang-Kasang Padang.






Komentar Via Facebook :