Home › Peristiwa › Karhutla Sungai Guntung Hilir Meluas, 434 Hektare Terbakar: Tim Gabungan 16 Hari Berjibaku Lawan Bara Gambut
Karhutla Sungai Guntung Hilir Meluas, 434 Hektare Terbakar: Tim Gabungan 16 Hari Berjibaku Lawan Bara Gambut
Keterangan Foto: Personel Gabungan Padamkan Api. Dok.Humas.TD/Azhar
Menulis
INHU,(Tabloid Diksi)— Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, belum sepenuhnya jinak. Hingga hari ke-16 penanganan, luas area yang terbakar berdasarkan penafsiran citra satelit Sentinel-2 telah mencapai 434,35 hektare.
- Baca juga:
Kepala Daerah Operasional Manggala Agni Sumatera VII Rengat, M Ilham Sidik, mengatakan tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI-Polri dan pemerintah daerah masih terus berjibaku memadamkan api sekaligus melakukan pendinginan di kawasan terdampak.
“Luas yang terbakar mencapai 434,35 hektare. Ini berdasarkan hasil penafsiran citra satelit Sentinel-2,” kata Ilham, Rabu (19/8/2026).
Selama 16 hari operasi, tim gabungan telah berhasil memadamkan sekitar 45 hektare lahan. Pada Selasa (18/8), petugas kembali berhasil menangani api di area sekitar 2 hektare.
Namun, perjuangan belum berakhir. Meski kepala api di sejumlah titik mulai terkendali, asap tipis dan bara masih ditemukan di sejumlah bagian kawasan hutan. Sisi barat dan utara relatif terkendali, sementara bagian timur dan selatan masih membutuhkan penanganan intensif.
“Sisi barat dan utara sudah terkendali. Sedangkan sisi timur dan selatan masih belum terkondisi,” ujar Ilham.
Kondisi medan menjadi tantangan tersendiri. Lokasi kebakaran berada di kawasan tanah gambut dengan vegetasi semak dan tanaman sawit yang cukup rapat. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga meninggalkan bara yang bersembunyi di bawah akar tanaman dan lantai hutan.
Karena itu, petugas tidak cukup hanya memadamkan kobaran api. Penyisiran atau mopping up terus dilakukan untuk memburu bara yang masih tersisa dan mencegah api kembali menyala.
“Pembersihan sisa bara kami fokuskan di posisi bawah akar tanaman yang masih menyimpan sebaran bara api di lantai hutan untuk menekan potensi penyalaan kembali,” jelasnya.
Upaya pemadaman juga terkendala jarak titik serang yang cukup jauh dari sumber air. Jangkauannya mencapai sekitar 300 hingga 500 meter, sementara rapatnya vegetasi membuat mobilitas personel dan peralatan menjadi lebih sulit.
Dalam operasi tersebut, tim mengerahkan empat unit pompa Mark-3, delapan unit mini striker, kendaraan angkut serta sejumlah peralatan pendukung untuk mempercepat pemadaman dan pendinginan.
Penanganan pada Selasa berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB. Tim kemudian dijadwalkan kembali melakukan mopping up pada Rabu untuk memastikan tidak ada bara tersisa yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Situasi semakin menantang karena faktor cuaca belum memberikan bantuan berarti. Hingga Selasa, hujan belum turun di lokasi kebakaran. Hanya gerimis singkat yang sempat terjadi.
“Belum ada hujan, hanya gerimis sebentar,” pungkas Ilham.
Dengan luas terbakar yang telah mencapai 434,35 hektare dan kondisi gambut yang masih menyimpan bara, tim gabungan kini berpacu dengan waktu. Kobaran api boleh mereda, tetapi perang melawan bara di bawah permukaan belum selesai.

Komentar Via Facebook :