https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   SKK Migas Siapkan Strategi, Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027 •   APBD Perubahan Riau 2026 Bisa Digunakan, Tunda Bayar Jadi Prioritas •   745 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru, DPRD Ingatkan Warga Waspada •   Gebyar Pemuda Kuansing 2026 Dibuka, Muklisin Ajak Generasi Muda Berkontribusi
Home › Daerah › Puluhan Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Kampar, GPM Riau Desak Dapur Ditutup dan Diusut
Daerah
Pekanbaru

Puluhan Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Kampar, GPM Riau Desak Dapur Ditutup dan Diusut

Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:25 WIB,  
Penulis : Azhar
Puluhan Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG di Kampar, GPM Riau Desak Dapur Ditutup dan Diusut

Keterangan Foto: Sekretaris DPD GPM Riau Yohana Lase. TD/Azhar

PEKANBARU,Tabloid Diksi — Dugaan keracunan yang dialami puluhan siswa di Kabupaten Kampar, Riau, setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG), memicu desakan keras agar pengelola segera melakukan evaluasi total. Dewan Pimpinan Daerah Gerakan Pemuda Marhaenis (DPD GPM) Riau meminta Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dapur MBG yang berkaitan dengan kejadian tersebut hingga seluruh pemeriksaan dinyatakan tuntas.

Sekretaris DPD GPM Riau, Yohana Lase, menegaskan keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama. Menurutnya, jangan sampai penanganan baru dilakukan setelah jumlah korban bertambah.

    Baca juga:
  • SF Hariyanto Sambut Empat Atlet Riau Pembawa 9 Medali dari Jepang

  • APBD Perubahan Riau 2026 Bisa Digunakan, Tunda Bayar Jadi Prioritas

  • 745 Kasus DBD Tercatat di Pekanbaru, DPRD Ingatkan Warga Waspada

“Kalau sudah ada puluhan siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG, jangan tunggu korban bertambah. Dapur yang berkaitan dengan kejadian ini harus dihentikan dulu, diperiksa, dan dipastikan aman sebelum kembali beroperasi,” tegas Yohana, Kamis (20/8/2026).

GPM Riau menilai pemeriksaan tidak boleh berhenti pada pengambilan sampel makanan. Seluruh rantai penyediaan makanan harus ditelusuri, mulai dari kualitas bahan baku, penyimpanan, kebersihan dapur dan peralatan, proses memasak, kondisi pekerja, pengemasan hingga distribusi makanan kepada siswa.

“Jangan hanya mengambil sampel makanan. Periksa seluruh prosesnya. Harus jelas apa yang terjadi, di mana letak masalahnya, dan siapa yang bertanggung jawab jika memang ditemukan kelalaian,” ujarnya.

Tak hanya meminta evaluasi, GPM Riau juga mendesak aparat penegak hukum turun tangan apabila hasil pemeriksaan menemukan adanya unsur kelalaian atau pelanggaran hukum. Menurut Yohana, persoalan tersebut tidak boleh berakhir sebatas evaluasi administratif jika nantinya ditemukan pihak yang harus bertanggung jawab.

“Kalau memang ditemukan pelanggaran hukum atau kelalaian, jangan berhenti pada evaluasi administratif. Harus ada proses hukum terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab,” katanya.

Di tengah proses pemeriksaan, GPM Riau meminta seluruh siswa yang terdampak mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan secara menyeluruh. Penanganan korban dinilai harus berjalan beriringan dengan penyelidikan penyebab kejadian.

“Yang paling utama sekarang adalah kondisi anak-anak. Mereka harus mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan sampai benar-benar pulih. Jangan sampai keluarga korban justru dibebani biaya akibat kejadian ini,” tegas Yohana.

Ia juga meminta BGN melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur-dapur MBG lainnya di Riau. Pengawasan, kata dia, tidak boleh bersifat reaktif setelah muncul korban.

“BGN harus memastikan dapur MBG benar-benar memenuhi standar keamanan pangan. Jangan sampai makanan yang diberikan kepada anak-anak justru menimbulkan persoalan baru. Pengawasan harus dilakukan sebelum ada kejadian, bukan setelah ada korban,” ujarnya.

GPM Riau menyatakan akan terus memantau perkembangan penanganan dugaan keracunan tersebut dan mendorong hasil pemeriksaan disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Dapur yang berkaitan dengan kejadian harus dihentikan sementara, korban harus mendapatkan penanganan, penyebabnya harus diungkap, dan kalau ditemukan pelanggaran, proses hukum harus dilakukan. Keselamatan anak-anak tidak boleh menjadi hal yang bisa ditawar,” tutup Yohana Lase.

 

Editor : Josua Januari Nababan

TOPIK TERKAIT

# DPD GPM Riau
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #6

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #9

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB

HUKRIM

  • Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

    Usut Dugaan Korupsi Dana Bencana, KPK Periksa Sestama BNPB Selama Tujuh Jam

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:27 WIB
  • Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Selasa, 27 Okt 2026 | 13:02 WIB
  • Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:20 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • SKK Migas Siapkan Strategi, Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027

    SKK Migas Siapkan Strategi, Target Lifting Minyak 612.500 Barel per Hari pada 2027

    Selasa, 27 Okt 2026 | 23:30 WIB
  • Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Wamendag Roro Dorong Fesyen Lokal Tembus Pasar Global Lewat JFW 2027

    Selasa, 27 Okt 2026 | 19:01 WIB
  • Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:03 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com