https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Komisi X DPR Dorong Percepatan Pendidikan Pasca Gempa NTT •   Tanam Pohon Bersama Siswa SLB, Polwan Pekanbaru Tegaskan Pesan Green Policing •   Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional •   Helm SNI dan Bibit Pohon Dibagikan, Polantas Polda Riau Rangkul Ojol Pekanbaru
Home › Politik › Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional
Politik
Pulau Jawa & Madura

Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional

Jumat, 21 Agustus 2026 | 17:01 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional

Keterangan Foto: Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan. TD/YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan mendesak Pemerintah segera menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan sebagai bencana nasional. Desakan tersebut disampaikan menyusul semakin meluasnya karhutla yang berdampak terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat, transportasi, hingga perekonomian.

“Kalimantan sudah seperti setengah ‘neraka’ sekarang karena Karhutla yang semakin parah. Pemerintah perlu menetapkan status Karhutla di Kalimantan sebagai bencana nasional karena dampaknya sangat signifikan,” kata Daniel Johan dalam keterangan pers, Jumat (21/8/2026).

    Baca juga:
  • Komisi X DPR Dorong Percepatan Pendidikan Pasca Gempa NTT

  • Dukung Penertiban SPPG, Netty Minta Distribusi MBG Tak Terhenti

  • Komisi XII DPR Dorong Penyelesaian Polemik PI 10 Persen dan DBH Jambi

Menurut Daniel, karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan telah menyebabkan kualitas udara memburuk dan kabut asap pekat yang menurunkan jarak pandang secara drastis. Kondisi tersebut bahkan mengganggu aktivitas masyarakat dan transportasi darat maupun udara.

Berdasarkan data BNPB yang disampaikan Daniel, sebaran titik panas atau hotspot di Kalimantan paling banyak berada di Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Selanjutnya Kalimantan Barat sebanyak 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara sebanyak tiga titik.

Daniel meminta pemerintah tidak sekadar menjadikan data hotspot sebagai bahan pemantauan. Menurutnya, titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi lokasi prioritas untuk diverifikasi dan ditangani di lapangan.

“Ketika titik panas sudah terkonsentrasi dalam jumlah besar di Kalimantan, setiap hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi harus segera diterjemahkan menjadi daftar lokasi prioritas yang wajib diverifikasi dan ditangani di lapangan dalam hitungan jam,” tegasnya.

Dampak karhutla juga mulai dirasakan langsung masyarakat. Kabut asap menyebabkan aktivitas sekolah terganggu, termasuk di Kabupaten Kubu Raya dan Kota Pontianak yang terpaksa meliburkan kegiatan belajar akibat buruknya kualitas udara.

Selain mengganggu aktivitas masyarakat, karhutla juga berpotensi meningkatkan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), merusak ekosistem dan habitat satwa, serta menimbulkan polusi asap lintas batas negara.

Daniel juga menyoroti dampak karhutla yang mulai dirasakan negara tetangga. Malaysia bahkan disebut menutup sementara ratusan sekolah akibat kabut asap dan menyatakan kesiapan membantu Indonesia menangani karhutla. Sementara Singapura telah mengingatkan warganya mengenai potensi kabut asap dari wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Untuk mempercepat penanganan, Daniel meminta pemerintah mengerahkan kekuatan pemadaman secara masif. Operasi water bombing perlu diperkuat dan tim gabungan dari Manggala Agni, BPBD, TNI, serta Polri harus difokuskan pada titik-titik api, terutama di kawasan lahan gambut yang berisiko meluas hingga sekitar bandara.

Ia juga mendorong percepatan operasi modifikasi cuaca melalui koordinasi BNPB, BMKG, dan BRIN.

“Masih ada potensi awan, sehingga operasi modifikasi cuaca perlu segera dieksekusi sebelum kondisi kemarau mencapai puncaknya,” ujarnya.

Daniel menilai pemerintah seharusnya memiliki mitigasi yang lebih kuat karena karhutla merupakan bencana yang berulang setiap tahun. Ia mempertanyakan langkah antisipasi pemerintah yang dinilai baru dilakukan secara serius ketika kebakaran sudah meluas.

Di tengah kondisi tersebut, Daniel mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam membantu pemadaman. Ia mencontohkan aksi remaja 15 tahun bernama Rudiansyah di Palangka Raya yang membantu ayahnya memadamkan karhutla sepulang sekolah. Ada pula kelompok masyarakat, termasuk kaum ibu, yang turun langsung membantu pemadaman di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Meski demikian, Daniel mengingatkan masyarakat yang membantu pemadaman agar tetap mengutamakan keselamatan dan menggunakan perlengkapan perlindungan yang memadai.

“Jika memang sudah berpotensi membahayakan, serahkan proses pemadaman kepada petugas. Standar keamanan juga harus diperhatikan bagi para petugas lapangan yang terus berjibaku memadamkan Karhutla,” pesannya.

Di sisi lain, Daniel meminta aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap pihak yang terbukti menyebabkan karhutla, baik karena kesengajaan maupun kelalaian.

Ia juga meminta agar masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri terhadap pelaku pembakaran. Menurutnya, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik di tengah masyarakat.

Selain itu, Daniel mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran operasional penanggulangan karhutla yang telah dialokasikan negara.

“Kami mendesak Kementerian Keuangan segera mencairkan anggaran sebesar Rp290.901.300.000 untuk operasional pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya.

Menurut Daniel, pencairan anggaran tersebut sangat diperlukan agar proses pencegahan dan pemadaman di lapangan tidak terkendala keterbatasan sumber daya.

“Anggaran ini sangat mendesak agar upaya pemadaman di lapangan tidak lagi terkendala keterbatasan sumber daya,” pungkasnya. ***

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

KarhutlaKalimantanKomisi IVDPR RI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Dukung Penertiban SPPG, Netty Minta Distribusi MBG Tak Terhenti

    Kamis, 20 Agu 2026 | 18:10 WIB
  • Politik

    Komisi XII DPR Dorong Penyelesaian Polemik PI 10 Persen dan DBH Jambi

    Kamis, 20 Agu 2026 | 18:00 WIB
  • Politik

    Banggar Pastikan APBN Siap Biayai PPPK Jadi PNS

    Kamis, 20 Agu 2026 | 17:46 WIB
  • Politik

    Khozin Dukung Larangan Pemda Rekrut ASN Baru

    Kamis, 20 Agu 2026 | 15:44 WIB
  • Politik

    Komisi IX DPR RI Bahas RUU Ketenagakerjaan Harus Lindungi Pekerja Gig dan Informal

    Kamis, 20 Agu 2026 | 15:37 WIB

Terpopuler

  • #1

    DJ Competition Megamix Riau Semakin Meriah, Berbagai Daerah Ikut Kompetisi

    Rabu, 12 Agu 2026 - 17:43 WIB
  • #2

    Wujud Cinta NKRI, A. Mualif Mahasiswa Program Doktor PAI UIN Suska Riau Luncurkan Tiga Buku di HUT RI ke-81 Menuju Indonesia Emas 2045

    Senin, 17 Agu 2026 - 17:42 WIB
  • #3

    Riau Hapus Denda Pajak Kendaraan, Tunggakan Bertahun-tahun Kini Bisa Dibereskan

    Selasa, 11 Agu 2026 - 00:26 WIB
  • #4

    Pemuda Pelopor Riau Soroti Pajak Parkir Rp16,4 Miliar, Kejati Didesak Periksa Bapenda dan PT SPI

    Jumat, 14 Agu 2026 - 19:55 WIB
  • #5

    Api Lahap 1 Hektare Lahan di Payung Sekaki, Angin Kencang Bikin Pemadaman Dramatis

    Rabu, 19 Agu 2026 - 17:11 WIB
  • #6

    Wamenkeu Juda Agung Dorong Pasar Keuangan RI Makin Dalam untuk Perkuat Pembiayaan Ekonomi

    Senin, 10 Agu 2026 - 20:04 WIB
  • #7

    Polsek Payung Sekaki Ajak Warga Meriahkan HUT RI, Panjat Pinang hingga Doorprize Digelar

    Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:06 WIB
  • #8

    HUT ke-69 Riau, Pemprov Anugerahi 10 Tokoh Pejuang Daerah

    Minggu, 09 Agu 2026 - 22:56 WIB
  • #9

    Harga Emas Berpeluang Tembus Rp3 Juta, Geopolitik dan Safe Haven Jadi Pendorong

    Senin, 10 Agu 2026 - 07:20 WIB

HUKRIM

  • Tengah Malam, Polsek Mandau Ciduk Buronan Kasus Ekstasi

    Tengah Malam, Polsek Mandau Ciduk Buronan Kasus Ekstasi

    Jumat, 21 Agu 2026 | 11:20 WIB
  • 29 Ekstasi Disita, Polisi Bekuk Pengedar di Mandau dan Buru DPO

    29 Ekstasi Disita, Polisi Bekuk Pengedar di Mandau dan Buru DPO

    Jumat, 21 Agu 2026 | 11:06 WIB
  • Polisi Sikat Peredaran Sabu di Bengkalis, Pria 30 Tahun Ditangkap

    Polisi Sikat Peredaran Sabu di Bengkalis, Pria 30 Tahun Ditangkap

    Jumat, 21 Agu 2026 | 10:19 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Program Pembangunan Rp100 Juta per RW Mulai Berjalan, Ratusan Usulan Warga Mulai Ditampung

    Program Pembangunan Rp100 Juta per RW Mulai Berjalan, Ratusan Usulan Warga Mulai Ditampung

    Jumat, 21 Agu 2026 | 07:17 WIB
  • Wako Agung Pimpin Rapat Forkopimda, Harga Ayam hingga Antisipasi Karhutla Jadi Bahasan

    Wako Agung Pimpin Rapat Forkopimda, Harga Ayam hingga Antisipasi Karhutla Jadi Bahasan

    Kamis, 20 Agu 2026 | 07:07 WIB
  • PBB Pekanbaru Turun, PAD Tetap Tumbuh

    PBB Pekanbaru Turun, PAD Tetap Tumbuh

    Kamis, 20 Agu 2026 | 07:02 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com