https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Tuntut Kebun Mitra 20 Persen, Sekitar 1.000 Warga Blokir 3 Titik Jalan PT Serikat Putra di Pelalawan •   Cegah Karhutla dan Krisis Lingkungan, Polsek Batu Hampar Gencarkan Green Policing •   Udara Pekanbaru Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, Disdik Hentikan Tatap Muka dan Alihkan ke PJJ •   Tanam Pohon hingga Simulasi Padamkan Api, Polres Bengkalis Tanamkan Green Policing ke Pelajar
Home › Ekonomi › Pacu Ekonomi Nasional, Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Penguatan Industri dan Ekspor
Ekonomi

Pacu Ekonomi Nasional, Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Penguatan Industri dan Ekspor

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 08:23 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Pacu Ekonomi Nasional, Menkeu Purbaya Siapkan Strategi Penguatan Industri dan Ekspor

Keterangan Foto: Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat menyampaikan strategi penguatan industri dalam negeri dan peningkatan daya saing ekspor Indonesia melalui optimalisasi kebijakan fiskal dan energi bersih. TD/YS/kemenkeu.go.id.

JAKARTA, Tabloid Diksi – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendorong pemerintah untuk memperkuat daya saing industri dalam negeri sekaligus memperluas pasar ekspor Indonesia di tengah persaingan ekonomi global.

Dorongan tersebut disampaikan Purbaya dalam diskusi bertajuk Free Trade Agreements on Indonesia Industrialization and Economic Performance yang digelar di Aula Mezzanine, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).

    Baca juga:
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

Dalam kesempatan itu, Purbaya mengatakan Kementerian Keuangan bersama kementerian dan lembaga terkait perlu mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional hingga berada pada kisaran 6 hingga 8 persen.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah mengubah pendekatan dalam memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA). Menurut Purbaya, kebijakan tersebut perlu didukung analisis data yang lebih akurat serta pemodelan ekonometrika modern agar manfaatnya terhadap perekonomian Indonesia dapat dioptimalkan.

Pemetaan sektor industri secara menyeluruh juga dinilai penting untuk menentukan bentuk perlindungan dan pemberian insentif yang tepat. Di sisi lain, hasil pemetaan tersebut dapat menjadi dasar untuk memperkuat posisi Indonesia dalam proses perundingan perdagangan internasional.

Purbaya juga menyoroti pentingnya pemanfaatan energi bersih sebagai salah satu strategi meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

Pemerintah, kata dia, akan mendorong percepatan investasi di sektor energi terbarukan, termasuk mengoptimalkan potensi panas bumi atau geothermal melalui perusahaan milik negara seperti PT Geo Dipa Energi.

Energi hijau yang dihasilkan nantinya dapat diarahkan untuk mendukung kawasan industri nasional. Sektor seperti tekstil dan alas kaki menjadi salah satu industri yang dinilai dapat memperoleh manfaat dari pasokan energi bersih dengan biaya yang efisien.

Menurut Purbaya, penggunaan energi terbarukan juga dapat memberikan nilai tambah bagi produk Indonesia karena pasar global, termasuk Eropa, semakin memperhatikan aspek keberlanjutan dalam rantai produksi.

"Ada free trade dengan Eropa, katanya dengan Eropa itu ada special treatment untuk produk-produk yang memakai energi baru terbarukan, termasuk geothermal. Kenapa enggak saya drill lebih banyak geothermal? Saya investasi di situ untuk memberi energi ke suatu pusat industri tekstil sehingga dia bisa ekspor ke Eropa dengan lebih kompetitif," terang Menteri Keuangan.

Ia optimistis kombinasi transformasi kebijakan fiskal, penguatan sektor manufaktur berbasis energi bersih serta dukungan pembiayaan dapat membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin kuat dan inklusif.

Purbaya menegaskan, Kementerian Keuangan akan menyiapkan pendekatan baru yang lebih berorientasi pada penggerakan ekonomi dan optimalisasi seluruh potensi yang dimiliki Indonesia.

"September ke depan kita akan ubah approach Kementerian Keuangan bagaimana menghidupkan perekonomian. Saya ingin menggunakan semua yang ada untuk memaksimalkan potensi ekonomi kita," pungkas sang Bendahara Negara.

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

JakartaKementerian KeuanganPurbaya Yudhi SadewaEkonomi IndonesiaIndustriEksporKebijakan FiskalFree Trade AgreementFTAEnergi TerbarukanGeothe
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Ekonomi

    Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global, Pertumbuhan Capai 5,45 Persen

    Selasa, 18 Agu 2026 | 07:50 WIB
  • Ekonomi

    Prabowo Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6 Persen pada 2027

    Senin, 17 Agu 2026 | 07:15 WIB
  • Ekonomi

    Ekonomi Indonesia Diproyeksikan Tumbuh 6 Persen pada 2026

    Sabtu, 15 Agu 2026 | 14:12 WIB
  • Ekonomi

    Rupiah Melemah ke Rp17.877 per Dolar AS, Pasar Masih Dibayangi Sentimen Global

    Kamis, 13 Agu 2026 | 15:03 WIB
  • Ekonomi

    Ramai Soal Pajak Kontrakan 2027, DJP Tegaskan Bukan Pajak Baru

    Rabu, 12 Agu 2026 | 11:55 WIB

Terpopuler

  • #1

    Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Siak Kecil, Polisi Kejar Pelaku hingga Jambi

    Rabu, 23 Sep 2026 - 11:30 WIB
  • #2

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #3

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #4

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #5

    Satgas PKH Tegaskan Penertiban Hutan Bukan Anti-Usaha, 6 Personel Disiapkan turun ke Kampar

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:33 WIB
  • #6

    Pemerintah Tuntaskan Utang Obligasi BLBI Rp218,3 Triliun

    Rabu, 23 Sep 2026 - 18:48 WIB
  • #7

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #8

    Perubahan APBD Riau 2026 Diajukan, Belanja Capai Rp8,378 Triliun dan Pemprov Bentuk Satgas OPAD

    Rabu, 23 Sep 2026 - 20:11 WIB
  • #9

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB

HUKRIM

  • Vonis Abdul Wahid Jadi 4 Tahun, Eks Gubernur Riau Wajib Bayar Rp1,45 Miliar

    Vonis Abdul Wahid Jadi 4 Tahun, Eks Gubernur Riau Wajib Bayar Rp1,45 Miliar

    Senin, 05 Okt 2026 | 12:47 WIB
  • Pengembangan Kasus Pupuk di Siak Buka Temuan 69,2 Ton di Kampar

    Pengembangan Kasus Pupuk di Siak Buka Temuan 69,2 Ton di Kampar

    Minggu, 04 Okt 2026 | 15:21 WIB
  • Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk di Kampar, Berawal dari Truk di Siak

    Deninteldam XIX/TT Ungkap Dugaan Penimbunan 69,2 Ton Pupuk di Kampar, Berawal dari Truk di Siak

    Minggu, 04 Okt 2026 | 13:51 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com