Home › Politik › Komisi IX DPR RI Soroti Kerusakan Faskes Pascagempa Flores
Komisi IX DPR RI Soroti Kerusakan Faskes Pascagempa Flores
Keterangan Foto: Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris Saat Kunker ke Ruteng, NTT. (Foto : Humas DPR RI). TD/YS
NTT, Tabloid Diksi - Komisi IX DPR RI menyoroti kondisi fasilitas pelayanan kesehatan yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Percepatan penanganan darurat dan pemulihan layanan kesehatan dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Charles Honoris mengatakan, pihaknya mengapresiasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta seluruh pihak yang telah bergotong royong menangani masyarakat terdampak bencana.
- Baca juga:
"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah kabupaten, tenaga kesehatan, BPBD, TNI, Polri, relawan, serta seluruh pihak yang telah bekerja dalam penanganan masyarakat terdampak," ujar Charles saat Kunjungan Komisi IX DPR RI di Ruteng, Jumat (21/8/2026).
Charles mengungkapkan, kerusakan fasilitas kesehatan di sejumlah wilayah terdampak cukup masif. Dari 190 puskesmas yang beroperasi di Flores, sebanyak 68 unit mengalami kerusakan dan 19 di antaranya belum dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Di Kabupaten Manggarai, RSUD Ruteng mengalami kerusakan serius sehingga sebagian pelayanan kesehatan harus dilakukan di luar gedung rumah sakit. Sementara RS Pratama Reo mengalami kerusakan sangat berat dan pelayanan terpaksa dialihkan ke fasilitas sementara.
"Komisi IX ingin memperoleh gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi seluruh rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan di kabupaten-kabupaten terdampak di Flores untuk memetakan penanganan lebih lanjut," katanya.
Menurut Charles, pengawasan Komisi IX tidak hanya difokuskan pada dua rumah sakit tersebut. Evaluasi dilakukan secara menyeluruh, meliputi status operasional dan kapasitas rumah sakit, kebutuhan tenaga kesehatan, obat-obatan dan alat medis, hingga kebutuhan rehabilitasi serta rekonstruksi infrastruktur kesehatan.
Untuk mengantisipasi limpahan pasien, Komisi IX juga mendorong optimalisasi rumah sakit rujukan di sekitar wilayah terdampak. Kementerian Kesehatan telah menyiagakan RSUD Borong, RSUD Bajawa, RSUD Nagekeo, RSUD Ende, dan RSUD TC Hillers Sikka sebagai fasilitas pendukung.
"Kami ingin memperoleh satu gambaran yang menyeluruh mengenai kondisi korban dan pengungsi, kerusakan dan operasional fasilitas kesehatan, sistem rujukan, pelayanan JKN, keamanan obat, serta kebutuhan pangan dan gizi," tegasnya.
Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026 menyebabkan kerusakan luas dan korban jiwa.
Hingga 21 Agustus 2026, BNPB mencatat korban meninggal dunia mencapai 83 jiwa, sementara 986 orang mengalami luka-luka dan 110.785 jiwa mengungsi.
Bencana tersebut juga menyebabkan sedikitnya 44.946 rumah warga di delapan kabupaten mengalami kerusakan. Kabupaten Manggarai Timur menjadi wilayah dengan dampak kerusakan paling parah. ***






Komentar Via Facebook :