https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Komisi II DPR Dorong Pembahasan RUU Pemilu Tak Sekadar Kejar Target •   Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji •   BEM UHTP dan PeHR Tanam Pohon di Okura Hidupkan Green Policing •   HUT ke-81 Korps Brimob Polri, Warga Kampar Dapat Pengobatan dan Cek Kesehatan Gratis
Home › Politik › Titik Panas Karhutla Melonjak, Puan Desak Pemerintah Percepat Penangan
Politik
Pulau Kalimantan

Titik Panas Karhutla Melonjak, Puan Desak Pemerintah Percepat Penangan

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 17:16 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Titik Panas Karhutla Melonjak, Puan Desak Pemerintah Percepat Penangan

Keterangan Foto: Ketua DPR RI, Puan Maharani/Ist. TD/YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah segera mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin parah di sejumlah wilayah Kalimantan. Menurutnya, lonjakan titik panas harus dipandang sebagai kondisi yang membutuhkan intervensi cepat sekaligus perlindungan maksimal bagi masyarakat terdampak.

“Lonjakan titik panas Karhutla harus diperlakukan sebagai situasi yang membutuhkan intervensi cepat. Kondisi Karhutla yang semakin parah, terutama di Kalimantan, harus segera diatasi,” kata Puan, Jumat (21/8/2026).

    Baca juga:
  • RUU Perlindungan Ketenagakerjaan Segera Dibawa ke Paripurna DPR

  • Komisi VIII Pastikan Biaya Pelunasan Haji 2027 Lebih Ringan

  • DPR Siap Bahas RUU Perampasan Aset

Berdasarkan laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik panas di Kalimantan paling banyak terpantau di Kalimantan Tengah dengan 767 titik. Selanjutnya Kalimantan Barat sebanyak 560 titik, Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur masing-masing 74 titik, serta Kalimantan Utara tiga titik.

Puan menilai kondisi tersebut telah menimbulkan dampak luas, mulai dari memburuknya kualitas udara, meningkatnya risiko gangguan pernapasan, terganggunya aktivitas masyarakat dan sekolah, hingga kerusakan habitat satwa. Kabut asap juga berpotensi berdampak ke negara-negara tetangga.

Karena itu, Puan meminta pemerintah menetapkan wilayah operasi prioritas berdasarkan sejumlah indikator, seperti kemunculan hotspot berulang, kondisi lahan gambut, tingkat kekeringan, arah angin, kedekatan dengan permukiman, serta kemampuan daerah dalam melakukan pemadaman.

“ Kabupaten dengan risiko tertinggi harus mendapat tambahan personel, pompa, kendaraan tangki, sumber air, serta dukungan udara untuk pemadaman,” ujarnya.

Puan juga mendorong pemerintah pusat turun tangan apabila pemerintah daerah mengalami keterbatasan kapasitas. Menurutnya, pemantauan harus dilakukan secara real time agar daerah yang membutuhkan dukungan dapat segera mendapatkan bantuan.

Selain memperkuat pemadaman darat dan udara, Puan menekankan pentingnya perlindungan terhadap petugas di lapangan. Mereka harus dibekali alat pelindung diri yang memadai, seperti baju tahan api, helm khusus, kacamata pelindung, masker respirator, sarung tangan tahan panas, dan sepatu bot lapangan.

“Ini untuk melindungi petugas dari kobaran api, panas ekstrem, dan asap pekat di lapangan. Kondisi Karhutla di Kalimantan sudah sangat mengkhawatirkan sehingga intervensi pemadaman titik api harus cepat dilakukan, dan dengan cara efektif,” tegasnya.

Di sisi lain, Puan meminta pemerintah memetakan dampak karhutla terhadap masyarakat. Pemantauan kualitas udara harus dilakukan secara berkala, terutama di wilayah yang terdampak asap.

Jika kualitas udara telah mencapai tingkat berbahaya, pemerintah diminta mengambil langkah perlindungan, termasuk membatasi aktivitas luar ruangan, menyiapkan tempat penampungan apabila diperlukan, serta membuka layanan kesehatan tambahan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita gangguan pernapasan.

Pemerintah juga diminta menyiapkan masker bagi masyarakat serta skenario penyesuaian kegiatan belajar mengajar dan aktivitas luar ruang apabila kualitas udara terus memburuk.

Puan turut menyoroti dampak kabut asap yang telah dirasakan negara tetangga. Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menunggu munculnya kembali keberatan dari negara lain akibat dampak karhutla Indonesia.

“Jangan menunggu sampai negara sahabat kembali melayangkan keberatannya karena Karhutla tidak cepat diselesaikan,” tegasnya.

Selain penanganan darurat, Puan meminta penegakan hukum terhadap pihak yang sengaja melakukan pembakaran maupun pihak yang lalai hingga menyebabkan karhutla meluas. Menurutnya, setiap titik api harus dapat ditelusuri dan diketahui pihak yang bertanggung jawab.

“Setiap titik api harus diketahui siapa yang bertanggung jawab. Selain merugikan dari sisi kesehatan dan pendidikan anak-anak sekolah, Karhutla juga menyebabkan sejumlah aktivitas ekonomi masyarakat terganggu,” kata Puan.

Puan menilai meluasnya karhutla menunjukkan masih adanya persoalan dalam rantai pencegahan dan respons pemerintah. Ia meminta pemerintah daerah menjelaskan langkah pencegahan serta penanganan sejak titik api pertama terdeteksi.

“Karena Karhutla sering menjadi besar bukan karena tidak terdeteksi, tetapi karena terdapat jeda antara informasi, keputusan, dan tindakan,” pungkasnya. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

KarhutlaKalimanatanTitik PanasPuan MaharaniDPR RIPenangananPemerintah
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Komisi X : Budaya Baca Harus Dikemas Kreatif dan Sesuai Minat Masyarakat

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 17:09 WIB
  • Politik

    Karhutla Meluas, Deddy Sitorus Minta Pemerintah Kerahkan Seluruh Sumber Daya

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 17:02 WIB
  • Politik

    Komisi IX DPR RI Soroti Kerusakan Faskes Pascagempa Flores

    Sabtu, 22 Agu 2026 | 13:58 WIB
  • Politik

    Komisi X DPR Dorong Percepatan Pendidikan Pasca Gempa NTT

    Jumat, 21 Agu 2026 | 18:20 WIB
  • Politik

    Karhutla Kalimantan Seperti Setengah "Neraka", DPR Dorong Status Bencana Nasional

    Jumat, 21 Agu 2026 | 17:01 WIB

Terpopuler

  • #1

    Pria 21 Tahun Ditemukan Meninggal Tergantung di Ruko Apotek Rama Farma Kampar

    Kamis, 24 Sep 2026 - 15:54 WIB
  • #2

    Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Fahrian Tinggalkan Bengkalis dan AKBP Eko Rubiyanto Jadi Kapolres Baru

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 13:48 WIB
  • #3

    Desil Warga Berubah, Pemko Pekanbaru Sediakan Posko Pengaduan di Setiap Kelurahan

    Sabtu, 26 Sep 2026 - 16:20 WIB
  • #4

    Sembako untuk Warga Muara Fajar, Polsek Rumbai Barat Gandeng JB Yayasan Bina Sosial

    Selasa, 29 Sep 2026 - 12:15 WIB
  • #5

    HUT ke-81 TNI, Polisi Datang Bawa Tumpeng: Pesan Kapolsek Payung Sekaki soal Soliditas TNI-Polri

    Senin, 05 Okt 2026 - 17:15 WIB
  • #6

    Warga Tampan Terima Sembako dari Polsek Payung Sekaki dan Komunitas BLB

    Selasa, 29 Sep 2026 - 14:55 WIB
  • #7

    Polsek Payung Sekaki Masuk Kampung Cegah Karhutla, Warga Diminta Tak Bakar Lahan

    Senin, 28 Sep 2026 - 15:31 WIB
  • #8

    Dini Hari Polisi Bergerak, Polsek Bukit Raya Bidik Pelaku Curat hingga Curanmor

    Selasa, 29 Sep 2026 - 10:43 WIB
  • #9

    HUT TNI ke-81, Kapolsek Bukit Raya Datang Bawa Kue: Pesannya Tegas, TNI-Polri Harus Solid

    Senin, 05 Okt 2026 - 13:26 WIB

HUKRIM

  • Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Dugaan Pencabulan 4 Anak di Kampar Terungkap, Polisi Tangkap Guru Ngaji

    Kamis, 08 Okt 2026 | 16:21 WIB
  • Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Antar Somasi Berujung Dugaan Kekerasan, Advokat Muda Pekanbaru Lapor Polisi

    Rabu, 07 Okt 2026 | 19:36 WIB
  • Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Dua Pengedar Ditangkap di Tapung Hilir, Polisi Sita 22 Paket Sabu dan Ganja

    Selasa, 06 Okt 2026 | 19:32 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    APBN 2026-2027 Tak Andalkan Dividen Danantara, Menkeu Ungkap Fokus Pemerintah

    Kamis, 08 Okt 2026 | 10:53 WIB
  • Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Kapasitas Smelter Nikel Capai 320 Juta Ton, ESDM Evaluasi Kuota Produksi Tambang

    Rabu, 07 Okt 2026 | 18:20 WIB
  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com