Home › Politik › Komisi VIII Pastikan Stok Bantuan ke NTT Memadai, Distribusi Jadi Tantangan
Komisi VIII Pastikan Stok Bantuan ke NTT Memadai, Distribusi Jadi Tantangan
Keterangan Foto: Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang Saat Memberikan Bantuan Sosial Secara Simbolis ke Korban Gempa NTT. Ket : Ist. TD/YS
LABUAN BAJO, Tabloid Diksi – Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memastikan ketersediaan bantuan bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini relatif mencukupi. Namun, tantangan utama penanganan bencana berada pada percepatan distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.
Marwan mengatakan pemerintah telah menyiapkan stok bantuan di sejumlah titik, termasuk Labuan Bajo dan lokasi pengungsian di beberapa kabupaten. Selain itu, masih tersedia bantuan di Halim yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.
- Baca juga:
“Dari sisi kebutuhan masyarakat, stoknya sudah memadai. Tinggal bagaimana memaksimalkan distribusi,” kata Marwan saat meninjau Posko Utama Penanganan Darurat Bencana di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (23/8/2026).
Menurutnya, kondisi geografis NTT menjadi salah satu kendala dalam mempercepat penyaluran bantuan. Karena itu, pemerintah tidak hanya mengandalkan jalur distribusi konvensional, tetapi juga melibatkan masyarakat untuk menjangkau daerah yang sulit diakses.
Salah satunya dengan memanfaatkan kendaraan roda dua untuk mengantarkan logistik ke wilayah yang tidak dapat dilalui kendaraan berukuran besar.
“Kami dapat juga penjelasan tadi bahwa lokasi yang sulit dijangkau ini, pemerintah sudah mengambil langkah melibatkan masyarakat. Bahkan diantar lewat sepeda motor,” ujar legislator Fraksi PKB tersebut.
Marwan berharap langkah tersebut dapat mempercepat penanganan masyarakat terdampak sehingga masa tanggap darurat dapat segera dilalui. Setelah itu, masyarakat diharapkan dapat memasuki tahapan pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.
“Mudah-mudahan dengan sigapnya pemerintah yang dikoordinasikan oleh Pak Kepala BNPB, masyarakat tertangani dengan baik dan segera pulih,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa lokasi pengungsian yang tersebar di berbagai titik menjadi salah satu tantangan dalam distribusi bantuan. Kondisi geografis NTT membuat penyaluran logistik membutuhkan waktu, namun pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan masyarakat secara bertahap.
“Secara perlahan, secara menyeluruh, secara bertahap, ini kami layani untuk kebutuhan logistik,” jelas Suharyanto.
Untuk memperluas jangkauan distribusi, BNPB mengerahkan berbagai moda transportasi, termasuk sepeda motor. Kendaraan roda dua digunakan untuk membawa logistik dari posko menuju lokasi terdampak yang tidak dapat dijangkau kendaraan besar.
Langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan masyarakat yang masih mengungsi secara mandiri karena khawatir kembali ke rumah tetap mendapatkan kebutuhan dasar.
“Di samping jalur udara, kami juga mengerahkan sepeda motor. Ojek-ojek ini mengambil logistik di posko, kemudian kami libatkan untuk masuk ke lokasi-lokasi terdampak,” pungkasnya.
BNPB mencatat hingga Minggu (23/8/2026) telah menyalurkan 954 ton logistik untuk masyarakat terdampak bencana di NTT. Sebanyak 651,4 ton didistribusikan dari Labuan Bajo ke sejumlah lokasi terdampak, sedangkan lebih dari 300 ton lainnya disalurkan melalui Maumere.
Suharyanto menegaskan distribusi logistik akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi, terutama di tengah kondisi wilayah yang tersebar dan masih terdapat sejumlah daerah dengan akses terbatas. ***






Komentar Via Facebook :