Home › Peristiwa › Polsek Payung Sekaki Masih Berjibaku Jinakkan Bara Tersembunyi di Sidorukun
Polsek Payung Sekaki Masih Berjibaku Jinakkan Bara Tersembunyi di Sidorukun
Keterangan Foto: Polsek Payung Sekaki Masih Berjibaku Jinakkan Bara Tersembunyi di Sidorukun. TD/Azhar
PEKANBARU,Tabloid Diksi — Pertarungan melawan kebakaran lahan belum usai. Setelah api berhasil dikendalikan, pada hari ke enam personel gabungan masih berjibaku melakukan pendinginan di lahan gambut bekas terbakar seluas kurang lebih 2 hektare di Jalan Sidorukun, Kelurahan Bandarraya, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Jumat (28/8/2026).
Pendinginan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB dan dipimpin Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol, S.H., M.M. Sebanyak 16 personel gabungan dikerahkan untuk memastikan bara api yang masih tersembunyi di bawah permukaan gambut benar-benar padam.
- Baca juga:
Kekuatan tersebut terdiri dari 7 personel Polri, 1 personel TNI, 7 personel BPBD Kota Pekanbaru dan 1 orang masyarakat. Dengan menggunakan satu unit mesin Menistrake dan enam roll selang, petugas menyiram kawasan bekas terbakar secara berulang.
Kondisi lahan gambut yang dalam dan kering membuat petugas harus ekstra waspada. Beberapa titik masih mengeluarkan asap, menandakan adanya bara di bawah permukaan tanah yang berpotensi kembali menjadi titik api.
Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L Gaol mengatakan, pendinginan menjadi langkah penting setelah kebakaran berhasil dikendalikan.
"Kami memastikan tidak ada bara yang tersisa. Lahan gambut memiliki karakter khusus, api bisa bertahan di bawah permukaan dan muncul kembali ketika kondisi mendukung. Karena itu pendinginan tidak cukup dilakukan sekali," jelas Rafidin.
Petugas juga melakukan pengecekan menyeluruh di sekitar kawasan untuk memastikan tidak ada titik api baru. Meski seluruh api aktif berhasil dikendalikan, pendinginan akan dilanjutkan pada Sabtu (29/8/2026) karena sejumlah titik masih mengeluarkan asap.
Proses tersebut berlangsung di tengah berbagai kendala. Akses menuju lokasi cukup sulit karena harus ditempuh melalui jalur darat dan berjalan kaki. Ditambah kondisi gambut yang dalam dan kering, keterbatasan air, cuaca panas serta angin yang cukup kencang.
Kegiatan berakhir sekitar pukul 17.00 WIB dalam kondisi aman dan lancar. Namun, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan untuk mencegah kebakaran kembali meluas.
Rafidin menegaskan bahwa masyarakat harus menghentikan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Ia meminta warga memahami bahwa dampak kebakaran tidak berhenti pada kerusakan lahan.
"Kami tegaskan kepada masyarakat, jangan membuka lahan dengan cara membakar. Dampaknya sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, rusaknya ekosistem, pencemaran udara, gangguan kesehatan hingga ancaman terhadap keselamatan masyarakat," tegasnya.
Menurutnya, satu api kecil dapat berubah menjadi ancaman besar apabila tidak segera dikendalikan, terutama pada lahan gambut yang kering dan mudah menyimpan bara.
"Jaga lahan kita, jangan gunakan api untuk membuka lahan. Jika menemukan adanya pembakaran atau titik api, segera laporkan kepada petugas. Jangan sampai kelalaian hari ini berubah menjadi bencana bagi banyak orang," pungkas Rafidin.






Komentar Via Facebook :