Home › Politik › Komisi XI DPR RI : Cukai Rokok Bukan Satu-Satunya Sumber Penerimaan Negara
Komisi XI DPR RI : Cukai Rokok Bukan Satu-Satunya Sumber Penerimaan Negara
Keterangan Foto: Illustrasi. TD.YS
JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota Komisi XI DPR RI Mulyadi meminta Bea Cukai tidak hanya mengandalkan penerimaan dari cukai rokok dalam mengoptimalkan pendapatan negara dari Jawa Timur. Ia mendorong agar potensi penerimaan lain yang masih dapat dikembangkan turut digali secara maksimal.
Hal tersebut disampaikan Mulyadi saat Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kantor Bea Cukai Jawa Timur I dan Sidoarjo di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).
- Baca juga:
Menurut Mulyadi, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam penerimaan cukai nasional karena besarnya industri hasil tembakau. Namun, optimalisasi penerimaan harus berjalan beriringan dengan pembinaan dan pengembangan dunia usaha agar kepatuhan terhadap aturan tetap terjaga.
"Intinya Jawa Timur sebagai bagian dari fokus penerimaan Bea Cukai, terutama dari industri rokok. Kita mengingatkan konteks bukan saja masalah optimalisasi, tapi juga harus ada upaya pembinaan dan pengembangan," ujar Mulyadi.
Ia menegaskan, penindakan terhadap peredaran produk ilegal tetap diperlukan. Namun, langkah tersebut perlu diimbangi dengan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pendampingan yang lebih intensif kepada masyarakat maupun pelaku usaha.
Mulyadi menilai masih terjadinya pelanggaran dapat menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas pembinaan yang dilakukan. Menurutnya, apabila masyarakat masih mudah terjerumus dalam pelanggaran, penyampaian informasi mengenai ketentuan kepabeanan dan cukai perlu diperkuat.
"Kalau misalnya ada hal-hal yang sifatnya bisa memicu pelanggaran, artinya itu mengklarifikasi bahwa sistem pembinaan tidak maksimal," katanya.
Karena itu, ia meminta Bea Cukai meningkatkan penyebaran informasi mengenai kepabeanan dan cukai secara berkelanjutan. Sosialisasi, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi harus berlangsung secara rutin agar pelaku usaha memahami ketentuan dan dapat menjalankan kegiatan usahanya secara sehat.
"Harus ada sinergitas antara stakeholder di wilayah Jawa Timur supaya masyarakat bisa tersampaikan informasi yang baik dan benar, sehingga mereka betul-betul taat aturan," tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat V tersebut.
Di sisi lain, Mulyadi mengingatkan Bea Cukai agar tidak terfokus pada satu sumber penerimaan. Ia mengibaratkan upaya menggali penerimaan negara seperti menjaring ikan yang tidak semestinya hanya menyasar satu jenis, sementara masih banyak potensi lain yang dapat dimanfaatkan.
"Jangan hanya terfokus ke cukai, padahal ada potensi-potensi lain. Dalam ilustrasi menjaring, jangan hanya ikan mas saja, padahal masih banyak ikan-ikan yang berpotensi untuk bisa masuk sebagai penerimaan negara," ujarnya.
Menurut Mulyadi, besarnya pasar dan aktivitas industri di Jawa Timur merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Bea Cukai untuk memperkuat pengawasan dan menggali potensi penerimaan. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi XI DPR RI ingin memastikan pelaksanaan tugas Bea Cukai semakin optimal sehingga potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan dan target Kementerian Keuangan tercapai. ***






Komentar Via Facebook :