https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Dibekali Perspektif Pemilu Berkelanjutan, Sekolah Pemilu Hijau KPU Riau Resmi Ditutup •   Rakor Bersama Menhut, SF Hariyanto Perkuat Strategi Pengendalian Karhutla •   Saleh Daulay Minta Skema Pembiayaan Dievaluasi Untuk UMKM •   Titik Api Kampar Nol, Stafsus Menteri Kehutanan Puji Kesiapsiagaan Tim Karhutla
Home › Politik › Komisi XI DPR RI : Cukai Rokok Bukan Satu-Satunya Sumber Penerimaan Negara
Politik
Pulau Jawa & Madura

Komisi XI DPR RI : Cukai Rokok Bukan Satu-Satunya Sumber Penerimaan Negara

Jumat, 28 Agustus 2026 | 21:23 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Komisi XI DPR RI : Cukai Rokok Bukan Satu-Satunya Sumber Penerimaan Negara

Keterangan Foto: Illustrasi. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi - Anggota Komisi XI DPR RI Mulyadi meminta Bea Cukai tidak hanya mengandalkan penerimaan dari cukai rokok dalam mengoptimalkan pendapatan negara dari Jawa Timur. Ia mendorong agar potensi penerimaan lain yang masih dapat dikembangkan turut digali secara maksimal.

Hal tersebut disampaikan Mulyadi saat Komisi XI DPR RI melakukan kunjungan kerja spesifik ke Kantor Bea Cukai Jawa Timur I dan Sidoarjo di Surabaya, Jawa Timur, Jumat (28/8/2026).

    Baca juga:
  • Saleh Daulay Minta Skema Pembiayaan Dievaluasi Untuk UMKM

  • Komisi VI DPR Minta KDKMP Fokus Tata Kelola dan Kelayakan Usaha

  • Tunggu Draft DPR, Yusril : RUU Perampasan Aset Ditargetkan Desember 2026

Menurut Mulyadi, Jawa Timur memiliki posisi strategis dalam penerimaan cukai nasional karena besarnya industri hasil tembakau. Namun, optimalisasi penerimaan harus berjalan beriringan dengan pembinaan dan pengembangan dunia usaha agar kepatuhan terhadap aturan tetap terjaga.

"Intinya Jawa Timur sebagai bagian dari fokus penerimaan Bea Cukai, terutama dari industri rokok. Kita mengingatkan konteks bukan saja masalah optimalisasi, tapi juga harus ada upaya pembinaan dan pengembangan," ujar Mulyadi.

Ia menegaskan, penindakan terhadap peredaran produk ilegal tetap diperlukan. Namun, langkah tersebut perlu diimbangi dengan upaya pencegahan melalui sosialisasi dan pendampingan yang lebih intensif kepada masyarakat maupun pelaku usaha.

Mulyadi menilai masih terjadinya pelanggaran dapat menjadi bahan evaluasi terhadap efektivitas pembinaan yang dilakukan. Menurutnya, apabila masyarakat masih mudah terjerumus dalam pelanggaran, penyampaian informasi mengenai ketentuan kepabeanan dan cukai perlu diperkuat.

"Kalau misalnya ada hal-hal yang sifatnya bisa memicu pelanggaran, artinya itu mengklarifikasi bahwa sistem pembinaan tidak maksimal," katanya.

Karena itu, ia meminta Bea Cukai meningkatkan penyebaran informasi mengenai kepabeanan dan cukai secara berkelanjutan. Sosialisasi, kata dia, tidak boleh hanya dilakukan ketika muncul persoalan, tetapi harus berlangsung secara rutin agar pelaku usaha memahami ketentuan dan dapat menjalankan kegiatan usahanya secara sehat.

"Harus ada sinergitas antara stakeholder di wilayah Jawa Timur supaya masyarakat bisa tersampaikan informasi yang baik dan benar, sehingga mereka betul-betul taat aturan," tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Barat V tersebut.

Di sisi lain, Mulyadi mengingatkan Bea Cukai agar tidak terfokus pada satu sumber penerimaan. Ia mengibaratkan upaya menggali penerimaan negara seperti menjaring ikan yang tidak semestinya hanya menyasar satu jenis, sementara masih banyak potensi lain yang dapat dimanfaatkan.

"Jangan hanya terfokus ke cukai, padahal ada potensi-potensi lain. Dalam ilustrasi menjaring, jangan hanya ikan mas saja, padahal masih banyak ikan-ikan yang berpotensi untuk bisa masuk sebagai penerimaan negara," ujarnya.

Menurut Mulyadi, besarnya pasar dan aktivitas industri di Jawa Timur merupakan peluang sekaligus tantangan bagi Bea Cukai untuk memperkuat pengawasan dan menggali potensi penerimaan. Melalui kunjungan kerja tersebut, Komisi XI DPR RI ingin memastikan pelaksanaan tugas Bea Cukai semakin optimal sehingga potensi penerimaan negara dapat dimaksimalkan dan target Kementerian Keuangan tercapai. ***

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

Komisi XIDPR RIBea dan CukaiPenerimaan NegaraCukai Rokok
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Nasional

    Demo di DPR RI, Pemerintah Kedepankan Pendekatan Humanis

    Kamis, 27 Agu 2026 | 19:43 WIB
  • Politik

    DPR Kebut RUU Perampasan Aset, Target Desember 2026 Disahkan

    Kamis, 27 Agu 2026 | 19:15 WIB
  • Politik

    DPR Dorong Bank Tanah Percepat Penerbitan HPL

    Kamis, 27 Agu 2026 | 19:08 WIB
  • Politik

    Komisi I DPR Setujui Lelang Eks KRI Ki Haji Dewantara-364

    Kamis, 27 Agu 2026 | 19:02 WIB
  • Politik

    Komisi III Soroti Perbedaan Data Antarlembaga Dalam Penanganan Konflik Pertanahan

    Rabu, 26 Agu 2026 | 21:03 WIB

Terpopuler

  • #1

    Wujud Cinta NKRI, A. Mualif Mahasiswa Program Doktor PAI UIN Suska Riau Luncurkan Tiga Buku di HUT RI ke-81 Menuju Indonesia Emas 2045

    Senin, 17 Agu 2026 - 17:42 WIB
  • #2

    Ny. Kiky Boby Bantu Renovasi Masjid Nurul Hikmah Dusun V Torok, Minta Warga Doakan Kapolres Kampar

    Rabu, 26 Agu 2026 - 15:39 WIB
  • #3

    Pemuda Pelopor Riau Soroti Pajak Parkir Rp16,4 Miliar, Kejati Didesak Periksa Bapenda dan PT SPI

    Jumat, 14 Agu 2026 - 19:55 WIB
  • #4

    Foto Pabrik dengan Drone  Yayasan Riau Madani Dilaporkan ke Polda Riau

    Jumat, 21 Agu 2026 - 19:16 WIB
  • #5

    Informasi Warga Berujung Penangkapan, Polisi Sita Sabu 3,06 Gram di Batu Hampar

    Rabu, 26 Agu 2026 - 11:05 WIB
  • #6

    Api Lahap 1 Hektare Lahan di Payung Sekaki, Angin Kencang Bikin Pemadaman Dramatis

    Rabu, 19 Agu 2026 - 17:11 WIB
  • #7

    Polsek Payung Sekaki Ajak Warga Meriahkan HUT RI, Panjat Pinang hingga Doorprize Digelar

    Sabtu, 15 Agu 2026 - 10:06 WIB
  • #8

    Asap Tipis Belum Hilang, Tim Gabungan Kembali Kepung Lahan Karhutla Payung Sekaki

    Kamis, 27 Agu 2026 - 18:11 WIB
  • #9

    Bukan Sekadar Lulus, Ebel Tinggalkan Jejak Puluhan Prestasi dari Kampar hingga Malaysia

    Minggu, 23 Agu 2026 - 18:10 WIB

HUKRIM

  • Ekskavator Disita, Polda Riau Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Perambahan Hutan Rohil

    Ekskavator Disita, Polda Riau Tetapkan 2 Tersangka Dugaan Perambahan Hutan Rohil

    Jumat, 28 Agu 2026 | 14:44 WIB
  • Galian C Diduga Ilegal Gerogoti Kerumutan, Polisi Ringkus Operator hingga Pemilik Alat Berat

    Galian C Diduga Ilegal Gerogoti Kerumutan, Polisi Ringkus Operator hingga Pemilik Alat Berat

    Jumat, 28 Agu 2026 | 08:46 WIB
  • Polisi Usut Dugaan Perambahan Hutan di Konsesi PT Arara Abadi di Talang Muandau 

    Polisi Usut Dugaan Perambahan Hutan di Konsesi PT Arara Abadi di Talang Muandau 

    Jumat, 28 Agu 2026 | 07:46 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • BGN Digitalisasi Laporan Keuangan SPPG, Kepala Dapur dan Akuntan Bakal Dilatih

    BGN Digitalisasi Laporan Keuangan SPPG, Kepala Dapur dan Akuntan Bakal Dilatih

    Jumat, 28 Agu 2026 | 21:21 WIB
  • Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Tembus US$12,5 Miliar, Rupiah Dibayangi Risiko Melemah

    Defisit Transaksi Berjalan Indonesia Tembus US$12,5 Miliar, Rupiah Dibayangi Risiko Melemah

    Rabu, 26 Agu 2026 | 07:39 WIB
  • Harga Ayam Potong di Pekanbaru Melonjak hingga Rp42 Ribu per Kilogram

    Harga Ayam Potong di Pekanbaru Melonjak hingga Rp42 Ribu per Kilogram

    Senin, 24 Agu 2026 | 10:46 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com