https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Pekanbaru Diselimuti Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan 1.000 Masker ke Pengguna Jalan  •   Serdik Sespimti Polri Ajak Mahasiswa UIR Lawan Karhutla Lewat Green Policing •   Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar •   Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi
Home › Politik › Target Investasi Rp2.322 Triliun, Komisi XII Desak Penambahan Anggaran Kementerian Investasi
Politik
Pulau Jawa & Madura

Target Investasi Rp2.322 Triliun, Komisi XII Desak Penambahan Anggaran Kementerian Investasi

Selasa, 01 September 2026 | 16:15 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Target Investasi Rp2.322 Triliun, Komisi XII Desak Penambahan Anggaran Kementerian Investasi

Keterangan Foto: Illustrasi Logo Komisi XII DPR RI. Ket : Ist. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Komisi XII DPR RI menilai pagu anggaran Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Tahun Anggaran 2027 sebesar Rp974,84 miliar belum memadai untuk mendukung target investasi nasional sebesar Rp2.322 triliun.

Komisi XII sepakat mengawal dan memperjuangkan penambahan anggaran tersebut dalam pembahasan bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

    Baca juga:
  • Aria Bima Soroti Lemahnya Eksekusi Penyelesaian Konflik Agraria

  • Baleg DPR: Jangan Batasi Kawasan Hutan sebagai Objek Reforma Agraria

  • Misbakhun: RUU Keuangan Negara Harus Berpijak pada Kepentingan Nasional

Kesepakatan itu disampaikan dalam Rapat Kerja Komisi XII DPR RI bersama Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026). Rapat membahas Pagu Indikatif dan rancangan RKA-K/L Tahun Anggaran 2027.

Anggota Komisi XII DPR RI Yulian Gunhar menilai kebutuhan anggaran Kementerian Investasi harus disesuaikan dengan besarnya target yang hendak dicapai. Menurutnya, keterbatasan anggaran berpotensi menghambat diplomasi investasi serta promosi potensi daerah Indonesia di tingkat internasional.

“Bicara pertumbuhan ekonomi tinggi tetapi anggaran di kementerian investasinya tidak support, bagaimana bisa tercapai? Kalau kita mau dapat ikan yang besar, logikanya umpannya juga harus besar,” kata Gunhar.

Politisi F-PDIP itu mengusulkan agar anggaran Kementerian Investasi dikembalikan ke tingkat ideal, yakni di atas Rp1 triliun hingga Rp1,2 triliun.

Pandangan serupa disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya. Ia menilai alokasi Rp974,84 miliar relatif kecil dibandingkan target investasi nasional yang mencapai Rp2.322 triliun.

Menurut Bambang, tambahan anggaran diperlukan agar Kementerian Investasi memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalankan fungsi fasilitasi dan promosi investasi.

“Anggaran Rp974,8 miliar ditargetkan menghasilkan investasi Rp2.322 triliun. Cost yang keluar sedikit, tapi dapatnya berkali-kali lipat,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Komisi XII DPR RI Ratna Juwita menyoroti ketidakseimbangan antara kenaikan target investasi dan alokasi anggaran kementerian. Ia menyebut target investasi meningkat 13,8 persen, sementara pagu anggaran justru dipangkas hampir 30 persen.

Ratna menegaskan Komisi XII, termasuk anggota yang ditugaskan di Banggar, siap mengawal usulan penambahan anggaran tersebut. Namun, ia meminta peningkatan anggaran harus berorientasi pada pertumbuhan ekonomi dan tidak hanya bertumpu pada industri ekstraktif.

Dukungan juga disampaikan Anggota Komisi XII DPR RI Rokhmat Ardiyan. Ia menilai penguatan anggaran penting untuk memastikan investasi berkualitas memberikan dampak lebih besar terhadap daerah, khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan penyerapan tenaga kerja lokal.

Menanggapi dukungan tersebut, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengakui efisiensi anggaran berdampak terhadap operasional sembilan kantor perwakilan Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) di luar negeri.

Meski demikian, pemerintah tetap memprioritaskan penggunaan anggaran yang tersedia untuk memperkuat Sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS).

Rosan menyebut kebutuhan ideal anggaran Kementerian Investasi secara historis berada di kisaran Rp1,2 triliun hingga Rp1,3 triliun per tahun.

“Pemangkasan memang berdampak pada keaktifan perwakilan kami di sembilan negara. Namun fokus utama kami saat ini adalah mengamankan sistem OSS agar terintegrasi penuh dengan 18 kementerian/lembaga,” ujar Rosan.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi XII DPR RI yang mendorong penambahan anggaran untuk Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. ***

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

Komisi XIIDPR RIKementrian Investasi
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

    Selasa, 01 Sep 2026 | 16:03 WIB
  • Politik

    Puan Ungkap DPR Terima 9.025 Aduan Masyarakat Dalam Setahun

    Selasa, 01 Sep 2026 | 15:58 WIB
  • Politik

    Komisi X Pertanyakan Serapan Anggaran Kemendikdasmen di Bawah 50 Persen

    Senin, 31 Agu 2026 | 13:48 WIB
  • Politik

    DPR Soroti Perlindungan Pekerja di Tengah Ekonomi Digital

    Senin, 31 Agu 2026 | 13:39 WIB
  • Politik

    Komisi III Kawal RUU Perampasan Aset agar Tak Jadi Alat Kekuasaan

    Senin, 31 Agu 2026 | 13:25 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Polsek Payung Sekaki Bongkar Dugaan Sindikat Curanmor antar Wilayah

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:22 WIB
  • #3

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #4

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 - 16:37 WIB
  • #5

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #6

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #7

    Polsek Kampar Salurkan Bibit Jagung, Targetkan 1 Hektare Lahan Jadi Produktif

    Kamis, 03 Sep 2026 - 17:19 WIB
  • #8

    Remaja 16 Tahun Dijebak Kencan via WALLA, Dikeroyok dan HP Rp18 Juta Dirampas

    Rabu, 02 Sep 2026 - 20:49 WIB
  • #9

    Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki

    Kamis, 03 Sep 2026 - 18:26 WIB

HUKRIM

  • Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi

    Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi

    Selasa, 15 Sep 2026 | 21:14 WIB
  • Aktivitas Gudang di Kawasan Loka Pengelolaan Kelautan, Belum Tersentuh Hukum

    Aktivitas Gudang di Kawasan Loka Pengelolaan Kelautan, Belum Tersentuh Hukum

    Selasa, 15 Sep 2026 | 17:36 WIB
  • Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik

    Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik

    Selasa, 15 Sep 2026 | 09:12 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com