https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Pekanbaru Diselimuti Asap, Ditlantas Polda Riau Bagikan 1.000 Masker ke Pengguna Jalan  •   Serdik Sespimti Polri Ajak Mahasiswa UIR Lawan Karhutla Lewat Green Policing •   Bukan Sekadar Tanam, Bhabinkamtibmas Turun Pantau Jagung 2 Hektare di Batu Hampar •   Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi
Home › Politik › Karhutla Ganggu Sekolah dan Picu ISPA, Puan Minta Pemerintah Bergerak
Politik
Pulau Jawa & Madura

Karhutla Ganggu Sekolah dan Picu ISPA, Puan Minta Pemerintah Bergerak

Rabu, 02 September 2026 | 16:42 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Karhutla Ganggu Sekolah dan Picu ISPA, Puan Minta Pemerintah Bergerak

Keterangan Foto: Ketua DPR RI Puan Maharani Saat Menyampaikan Pernyataan Tentang Karhutla di Jakarta. Ket : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus mencakup dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Puan menyebut kondisi karhutla saat ini sudah masuk kategori kondisi luar biasa (KLB). Karena itu, diperlukan langkah terpadu untuk menangani dampak yang muncul selama maupun setelah karhutla.

    Baca juga:
  • Aria Bima Soroti Lemahnya Eksekusi Penyelesaian Konflik Agraria

  • Baleg DPR: Jangan Batasi Kawasan Hutan sebagai Objek Reforma Agraria

  • Misbakhun: RUU Keuangan Negara Harus Berpijak pada Kepentingan Nasional

“Karhutla saat ini sudah KLB (kondisi luar biasa), dan kami sudah meminta kepada Pemerintah untuk melaksanakan koordinasi. Bukan hanya bagaimana penanganan Karhutla tersebut, tapi antisipasi terkait masalah kesehatan, pendidikan, dan koordinasi antisipasi setelah karhutlanya selesai,” kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan perkembangan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik panas dan titik api masih ditemukan di enam provinsi yang terdampak karhutla. Penambahan titik api terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sementara titik api di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi relatif menurun.

Dampak karhutla juga mulai dirasakan masyarakat dari sisi kesehatan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 3,4 juta penduduk terdampak karhutla di tujuh provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kabut asap karhutla turut memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta keluhan kesehatan lainnya seperti asma, iritasi kulit, dan konjungtivitis.

Selain kesehatan, aktivitas pendidikan di sejumlah daerah juga terganggu. Beberapa wilayah bahkan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik.

Puan menegaskan DPR akan mengawasi penanganan karhutla melalui koordinasi lintas alat kelengkapan dewan (AKD) dan komisi. Pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan selama proses pemadaman, tetapi juga mencakup penanganan dampak pasca karhutla.

“Ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi memang harus koordinasi bersama. Di kami pun nanti pimpinan akan melakukan rapat koordinasi bagaimana kemudian penanganannya supaya lintas kementerian dan lintas komisi,” tegasnya.

Karhutla juga memberikan dampak serius terhadap habitat dan lingkungan. Salah satunya dengan ditemukannya orangutan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan warga Desa Laman Satong, Ketapang, Kalimantan Barat, setelah terpapar asap pekat yang menyelimuti habitatnya.

Puan kembali menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPR dalam menangani persoalan karhutla secara menyeluruh.

“Koordinasinya itu nggak bisa sendiri-sendiri, koordinasinya itu harus lintas kementerian,” pungkas Puan. ***

Editor : Pimred

TOPIK TERKAIT

KarhutlaISPAAsapDPR RI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 | 16:37 WIB
  • Politik

    Komisi XIII Setujui Tambahan Anggaran Rp555,9 Miliar di MPR Tahun 2027

    Selasa, 01 Sep 2026 | 22:37 WIB
  • Politik

    Target Investasi Rp2.322 Triliun, Komisi XII Desak Penambahan Anggaran Kementerian Investasi

    Selasa, 01 Sep 2026 | 16:15 WIB
  • Politik

    DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

    Selasa, 01 Sep 2026 | 16:03 WIB
  • Politik

    Puan Ungkap DPR Terima 9.025 Aduan Masyarakat Dalam Setahun

    Selasa, 01 Sep 2026 | 15:58 WIB

Terpopuler

  • #1

    Agrinas Palma Hentikan KSO, Terapkan Target Produksi bagi Mitra

    Kamis, 10 Sep 2026 - 23:05 WIB
  • #2

    Polsek Payung Sekaki Bongkar Dugaan Sindikat Curanmor antar Wilayah

    Kamis, 03 Sep 2026 - 11:22 WIB
  • #3

    0,75 Hektare Masih Berasap, Tim Gabungan Kepung Bara Gambut Rimbo Panjang

    Sabtu, 05 Sep 2026 - 10:55 WIB
  • #4

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 - 16:37 WIB
  • #5

    Dini Hari Digerebek, 2 Pria di Kampar Kepergok Simpan Sabu-Ekstasi

    Selasa, 08 Sep 2026 - 09:53 WIB
  • #6

    Pemko Pekanbaru Undang 80 Media dalam FGD “Media Berdampak”

    Minggu, 13 Sep 2026 - 17:18 WIB
  • #7

    Polsek Kampar Salurkan Bibit Jagung, Targetkan 1 Hektare Lahan Jadi Produktif

    Kamis, 03 Sep 2026 - 17:19 WIB
  • #8

    Remaja 16 Tahun Dijebak Kencan via WALLA, Dikeroyok dan HP Rp18 Juta Dirampas

    Rabu, 02 Sep 2026 - 20:49 WIB
  • #9

    Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki

    Kamis, 03 Sep 2026 - 18:26 WIB

HUKRIM

  • Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi

    Jual SIM Palsu Lewat WhatsApp-Facebook, Sindikat di Riau Raup Jutaan Rupiah Dibekuk Polisi

    Selasa, 15 Sep 2026 | 21:14 WIB
  • Aktivitas Gudang di Kawasan Loka Pengelolaan Kelautan, Belum Tersentuh Hukum

    Aktivitas Gudang di Kawasan Loka Pengelolaan Kelautan, Belum Tersentuh Hukum

    Selasa, 15 Sep 2026 | 17:36 WIB
  • Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik

    Sabu Masuk Bathin Solapan Diburu Polisi, 2 Pria Diamankan dan Pemasok Dibidik

    Selasa, 15 Sep 2026 | 09:12 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    HPE dan Harga Referensi Emas Naik, Berlaku 1-14 September 2026

    Senin, 31 Agu 2026 | 22:40 WIB
  • BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    BNI Bawa Inovasi KPR Cermat ke Danantara Housing Expo 2026

    Minggu, 30 Agu 2026 | 21:03 WIB
  • Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Menkomdigi Tegaskan Operator Wajib Lindungi Sisa Kuota Pelanggan

    Sabtu, 29 Agu 2026 | 19:16 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com