https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Dugaan Kekerasan Seksual Anak oleh Dokter, DPR Desak Kemenkes Sanksi Tegas •   Legislator Nasdem Ingatkan Bahaya Redefinisi Tindak Pidana Korupsi •   Kemenpar Promosikan Wisata Indonesia ke Pasar Internasional Lewat WITF 2026 •   Jadi Tempat Penampungan Narkoba Luar Negeri, Pria di Pekanbaru Diciduk Polisi Bersama 2,1 Kg Sabu
Home › Politik › Karhutla Ganggu Sekolah dan Picu ISPA, Puan Minta Pemerintah Bergerak
Politik
Pulau Jawa & Madura

Karhutla Ganggu Sekolah dan Picu ISPA, Puan Minta Pemerintah Bergerak

Rabu, 02 September 2026 | 16:42 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Karhutla Ganggu Sekolah dan Picu ISPA, Puan Minta Pemerintah Bergerak

Keterangan Foto: Ketua DPR RI Puan Maharani Saat Menyampaikan Pernyataan Tentang Karhutla di Jakarta. Ket : Humas DPR RI. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah memperkuat koordinasi lintas kementerian dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah daerah. Menurutnya, penanganan karhutla tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga harus mencakup dampaknya terhadap kesehatan, pendidikan, dan lingkungan.

Puan menyebut kondisi karhutla saat ini sudah masuk kategori kondisi luar biasa (KLB). Karena itu, diperlukan langkah terpadu untuk menangani dampak yang muncul selama maupun setelah karhutla.

    Baca juga:
  • Dugaan Kekerasan Seksual Anak oleh Dokter, DPR Desak Kemenkes Sanksi Tegas

  • Legislator Nasdem Ingatkan Bahaya Redefinisi Tindak Pidana Korupsi

  • Komisi III Apresiasi Pembaruan Sistem Hukum Nasional Era Prabowo

“Karhutla saat ini sudah KLB (kondisi luar biasa), dan kami sudah meminta kepada Pemerintah untuk melaksanakan koordinasi. Bukan hanya bagaimana penanganan Karhutla tersebut, tapi antisipasi terkait masalah kesehatan, pendidikan, dan koordinasi antisipasi setelah karhutlanya selesai,” kata Puan di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Berdasarkan perkembangan yang disampaikan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), titik panas dan titik api masih ditemukan di enam provinsi yang terdampak karhutla. Penambahan titik api terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan. Sementara titik api di Riau, Sumatera Selatan, dan Jambi relatif menurun.

Dampak karhutla juga mulai dirasakan masyarakat dari sisi kesehatan. Data Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 3,4 juta penduduk terdampak karhutla di tujuh provinsi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kabut asap karhutla turut memicu peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta keluhan kesehatan lainnya seperti asma, iritasi kulit, dan konjungtivitis.

Selain kesehatan, aktivitas pendidikan di sejumlah daerah juga terganggu. Beberapa wilayah bahkan menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sebagai langkah untuk mengurangi risiko paparan kabut asap terhadap peserta didik.

Puan menegaskan DPR akan mengawasi penanganan karhutla melalui koordinasi lintas alat kelengkapan dewan (AKD) dan komisi. Pengawasan tersebut tidak hanya dilakukan selama proses pemadaman, tetapi juga mencakup penanganan dampak pasca karhutla.

“Ini tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi memang harus koordinasi bersama. Di kami pun nanti pimpinan akan melakukan rapat koordinasi bagaimana kemudian penanganannya supaya lintas kementerian dan lintas komisi,” tegasnya.

Karhutla juga memberikan dampak serius terhadap habitat dan lingkungan. Salah satunya dengan ditemukannya orangutan dalam kondisi lemas dan tidak sadarkan diri di perkebunan warga Desa Laman Satong, Ketapang, Kalimantan Barat, setelah terpapar asap pekat yang menyelimuti habitatnya.

Puan kembali menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan DPR dalam menangani persoalan karhutla secara menyeluruh.

“Koordinasinya itu nggak bisa sendiri-sendiri, koordinasinya itu harus lintas kementerian,” pungkas Puan. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

KarhutlaISPAAsapDPR RI
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Gunung Sinabung Erupsi, Musa Rajekshah Imbau Warga Patuhi Arahan Pemerintah

    Rabu, 02 Sep 2026 | 16:37 WIB
  • Politik

    Komisi XIII Setujui Tambahan Anggaran Rp555,9 Miliar di MPR Tahun 2027

    Selasa, 01 Sep 2026 | 22:37 WIB
  • Politik

    Target Investasi Rp2.322 Triliun, Komisi XII Desak Penambahan Anggaran Kementerian Investasi

    Selasa, 01 Sep 2026 | 16:15 WIB
  • Politik

    DPR Setujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI Periode 2026-2031

    Selasa, 01 Sep 2026 | 16:03 WIB
  • Politik

    Puan Ungkap DPR Terima 9.025 Aduan Masyarakat Dalam Setahun

    Selasa, 01 Sep 2026 | 15:58 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #3

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #4

    Kualitas Udara Kurang Baik, Polsek Payung Sekaki Bagikan 500 Masker ke Pengguna Jalan

    Kamis, 08 Okt 2026 - 09:47 WIB
  • #5

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #6

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #7

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #8

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB
  • #9

    Pilrek Unri Digelar 13 Oktober, Tiga Kandidat Bersaing Rebut Kursi Rektor

    Senin, 12 Okt 2026 - 20:18 WIB

HUKRIM

  • Jadi Tempat Penampungan Narkoba Luar Negeri, Pria di Pekanbaru Diciduk Polisi Bersama 2,1 Kg Sabu

    Jadi Tempat Penampungan Narkoba Luar Negeri, Pria di Pekanbaru Diciduk Polisi Bersama 2,1 Kg Sabu

    Kamis, 22 Okt 2026 | 18:35 WIB
  • Residivis Narkoba di Pekanbaru Ditangkap Polda Riau, Simpan 10 Paket Sabu di Korek Api

    Residivis Narkoba di Pekanbaru Ditangkap Polda Riau, Simpan 10 Paket Sabu di Korek Api

    Kamis, 22 Okt 2026 | 18:28 WIB
  • Jejak Pencuri Motor di Kampar Terbongkar, Polisi Buru Jaringan Penadah!

    Jejak Pencuri Motor di Kampar Terbongkar, Polisi Buru Jaringan Penadah!

    Kamis, 22 Okt 2026 | 17:50 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Kemendag Gandeng KOICA Perkuat Pembelajaran Daring ASN Perdagangan

    Kemendag Gandeng KOICA Perkuat Pembelajaran Daring ASN Perdagangan

    Kamis, 22 Okt 2026 | 18:00 WIB
  • Insentif Mobil Hybrid dan REEV Ditargetkan Berlaku Akhir 2026 atau Awal 2027

    Insentif Mobil Hybrid dan REEV Ditargetkan Berlaku Akhir 2026 atau Awal 2027

    Rabu, 21 Okt 2026 | 21:32 WIB
  • Fadel Muhammad Jadi Komisaris Utama WIFI, Shannedy Ong Dipercaya Jadi Dirut

    Fadel Muhammad Jadi Komisaris Utama WIFI, Shannedy Ong Dipercaya Jadi Dirut

    Rabu, 21 Okt 2026 | 21:00 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com