Home › Peristiwa › Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki
Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki
Keterangan Foto: Polemik Pegawai FIFGROUP Meledak, Demo GEMAPERA Dapat Pengamanan Polsek Payung Sekaki. Dok. Humas.TD/Azhar
PEKANBARU,Tabloid Diksi — Polemik dugaan ucapan tidak pantas seorang pegawai FIFGROUP kepada konsumen memicu aksi unjuk rasa Gerakan Mahasiswa Peduli Riau (GEMAPERA) di Kantor FIFGROUP Pekanbaru, Kamis (3/9/2026). Sekitar 30 orang turun ke Jalan Soekarno Hatta dan mendesak perusahaan memberikan klarifikasi atas persoalan tersebut.
Aksi dimulai setelah massa berkumpul di depan KOIKOI Cafe & Resto yang berada di seberang kantor FIFGROUP. Sekitar pukul 14.30 WIB, massa bergerak ke depan kantor dengan membawa spanduk dan pengeras suara.
- Baca juga:
Dalam orasinya, GEMAPERA menyoroti dugaan komunikasi verbal yang dinilai merendahkan dan tidak menyenangkan terhadap konsumen. Massa meminta pegawai FIFGROUP bernama Santoni Sinambela dihadirkan untuk memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf secara langsung.
Tuntutan lainnya adalah agar FIFGROUP Cabang Pekanbaru memastikan mekanisme penagihan dan pelayanan konsumen berjalan sesuai ketentuan POJK Nomor 22/POJK.07/2023 dan UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
Sekitar pukul 14.40 WIB, Kepala Cabang FIFGROUP Pekanbaru Jhon Gultom didampingi Supervisor Frenky menemui massa. Dialog sempat berlangsung alot dan diwarnai perdebatan mengenai pihak yang harus dihadirkan untuk mengklarifikasi persoalan.
Polisi kemudian mengambil langkah cepat dengan mempertemukan kedua pihak melalui mediasi. Sekitar pukul 16.20 WIB, pertemuan digelar di Kantor FIFGROUP Pekanbaru. Hadir Kacab FIFGROUP Jhon Gultom, Supervisor Frenky, Santoni Sinambela, enam perwakilan GEMAPERA serta konsumen Ujang.
Mediasi dipimpin langsung Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L. Gaol, S.H., M.M., bersama Kanit Ekonomi Polresta Pekanbaru Ipda Syafriwandi dan Ps Kanit Intelkam Polsek Payung Sekaki Aiptu Wedi Andeka.
Satu per satu persoalan diklarifikasi. Konsumen mengakui adanya kesalahan terkait kendaraan yang masih dalam status kredit namun telah dipindahtangankan kepada pihak lain. Santoni kemudian memberikan klarifikasi atas komunikasi melalui telepon yang sebelumnya dipersoalkan massa.
Dalam pertemuan tersebut, Santoni menyampaikan permohonan maaf kepada konsumen atas ucapan atau penyampaian yang dinilai kurang berkenan. Setelah dilakukan klarifikasi dari kedua belah pihak, persoalan akhirnya disepakati diselesaikan secara baik-baik.
Kesepakatan itu sekaligus mengakhiri aksi. Sekitar pukul 17.00 WIB, massa GEMAPERA meninggalkan Kantor FIFGROUP Pekanbaru dengan tertib. Tidak ada gangguan keamanan selama proses pembubaran massa dan situasi tetap kondusif.
Kapolsek Payung Sekaki AKP Rafidin L. Gaol mengatakan pihaknya sejak awal mengedepankan pendekatan persuasif agar aksi penyampaian pendapat tidak berkembang menjadi konflik.
"Tugas kami memastikan kegiatan penyampaian pendapat berjalan aman, tertib dan sesuai aturan. Kami tidak ingin perbedaan pandangan berkembang menjadi tindakan yang dapat merugikan kedua belah pihak," ujar Rafidin.
Ia mengatakan, keberadaan polisi juga untuk memastikan ruang dialog tetap terbuka ketika terjadi perbedaan pendapat antara massa aksi dan pihak perusahaan.
"Kami apresiasi kedua pihak yang akhirnya mau duduk bersama. Setelah dilakukan klarifikasi, persoalan dapat diselesaikan secara baik-baik. Ini yang kami harapkan, setiap permasalahan dapat diselesaikan dengan kepala dingin tanpa tindakan anarkis," tegasnya.
Sebanyak 29 personel gabungan Polsek jajaran Polresta Pekanbaru diterjunkan dalam pengamanan. Seluruh rangkaian kegiatan berakhir aman, tertib dan kondusif, kemudian dilanjutkan apel konsolidasi.






Komentar Via Facebook :