https://tabloiddiksi.com

  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

  • Kode Pers
  • Info Iklan
  • Tentang
  • Pedoman
  • Redaksi

https://tabloiddiksi.com

Redaksi     Pedoman     Tentang     Info Iklan     Kode Pers    

https://tabloiddiksi.com

  • Beranda
  • ";
  • Nasional
  • Daerah
  • Peristiwa
  • Hukrim
  • Ekbis
  • Politik
  • Indeks

Nasional

Daerah

Peristiwa

Hukrim

Ekbis

Politik

Todays

•   Operasi Patuh Lancang Kuning Dimulai, Satlantas Kampar Turun ke Jalan Periksa Kendaraan •   Cabai Rawit hingga Bawang Merah Lebih Murah, Ini Daftar Harga Pangan di Kuansing •   Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba  •   Perkuat Toleransi dan Kedekatan dengan Warga, Brimob Riau Gelar Bakti Sosial
Home › Politik › Selesaikan Konflik Agraria, Baleg Usulkan Badan Reforma Agraria Ad Hoc
Politik
Pulau Jawa & Madura

Selesaikan Konflik Agraria, Baleg Usulkan Badan Reforma Agraria Ad Hoc

Kamis, 03 September 2026 | 18:53 WIB,  
Penulis : Yudi Setiawan
Selesaikan Konflik Agraria, Baleg Usulkan Badan Reforma Agraria Ad Hoc

Keterangan Foto: Illustrasi. TD.YS

JAKARTA, Tabloid Diksi — Badan Legislasi (Baleg) DPR RI mengusulkan agar Badan Reforma Agraria yang diamanatkan dalam Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria dibentuk sebagai lembaga ad hoc dan nonstruktural.

Usulan tersebut bertujuan agar badan yang dibentuk benar-benar menjadi instrumen untuk menyelesaikan berbagai persoalan reforma agraria, bukan justru melahirkan struktur birokrasi baru yang bersifat permanen.

    Baca juga:
  • DPRD Pekanbaru Minta Polda Riau Tindak Tegas Pelaku Penyalahgunaan BBM Subsidi

  • Setjen DPR Luncurkan PANDORA, Perkuat Pengawasan Perjalanan Dinas

  • Baleg DPR: RUU Hak Cipta Harus Jamin Transparansi Royalti

Anggota Baleg DPR RI Siti Aisyah mengatakan, karakter reforma agraria sebagai proses perubahan atau peralihan menjadi alasan badan tersebut perlu memiliki masa kerja dan target yang jelas.

“Kalau kita memilih badan reforma agraria, kita harus membentuknya bersifat ad hoc. Kenapa saya memilih ad hoc yang sifatnya sementara? Karena ini reforma, reforma itu peralihan,” ujar Siti dalam rapat Baleg DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026).

Menurutnya, Badan Reforma Agraria dapat diberikan masa kerja, misalnya dua tahun, dan diperpanjang apabila target penyelesaian belum tercapai. Dengan mekanisme tersebut, kinerja badan dapat diukur berdasarkan capaian penyelesaian persoalan agraria.

“Ketika dia bersifat ad hoc, kita kasih jangka waktu badan ini bekerja, misalnya kita kasih waktu dua tahun dan bisa diperpanjang lagi, supaya dia mempunyai target betul-betul menyelesaikannya,” tegas legislator Fraksi PDI-Perjuangan tersebut.

Sementara itu, Anggota Baleg DPR RI Mardani Ali Sera menilai Badan Reforma Agraria juga perlu dirancang sebagai badan nonstruktural. Menurutnya, model tersebut dapat memberikan fleksibilitas dalam mengatasi persoalan koordinasi antara kementerian dan lembaga.

Mardani menjelaskan, berbagai institusi sebenarnya telah memiliki tugas terkait reforma agraria. Namun, persoalan muncul karena belum terdapat satu badan yang memiliki kewenangan kuat untuk mengeksekusi penyelesaiannya.

“Di Komisi II, dari BPN-BPN itu sudah ada tugas reforma agraria daerah. Sudah ada, tapi tidak ada satu pun yang punya kuasa untuk mengeksekusi. Sehingga semua tahu masalahnya, tapi tidak bisa dieksekusi,” kata Mardani.

Politikus Fraksi PKS itu menegaskan, badan yang nantinya dibentuk harus mampu mengatasi hambatan koordinasi sekaligus menjalankan fungsi eksekusi. Namun, kewenangan tersebut tetap diberikan dalam periode tertentu dengan tujuan utama menuntaskan persoalan reforma agraria.

“Badan ini kalau tadi saya lihat kerangkanya adalah badan yang bersifat nonstruktural. Kewenangannya pada masa tertentu untuk menuntaskan semua masalah,” ujarnya.

Mardani juga mencontohkan Filipina yang, menurutnya, pernah membentuk badan reforma agraria dengan masa kerja tertentu. Setelah persoalan reforma agraria dianggap selesai, fungsi penataan kemudian dikembalikan kepada institusi yang telah ada.

“Di Filipina ada, dan sukses. Sepuluh tahun saja badan reforma agraria, sesudah normal diserahkan kepada institusi-institusi yang sudah ada untuk melakukan penataan,” katanya.

Menurut Mardani, model tersebut dapat menjadi salah satu referensi dalam merancang kelembagaan reforma agraria di Indonesia. Badan Reforma Agraria diharapkan tidak berkembang menjadi birokrasi permanen, melainkan menjadi instrumen percepatan untuk menyelesaikan persoalan agraria yang membutuhkan koordinasi dan kewenangan lintas sektor.

Dengan konsep tersebut, keberadaan badan reforma agraria diharapkan memiliki indikator keberhasilan yang terukur, terutama dalam menyelesaikan konflik serta melakukan penataan agraria. Setelah target tercapai, fungsi tersebut dapat kembali dijalankan oleh institusi yang sudah ada.

Reforma agraria pun diharapkan tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi benar-benar menghasilkan penataan penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan. ***

Editor : Munazlen Nazir

TOPIK TERKAIT

AgrariaAd HocBaleg
Komentar Via Facebook :

BERITA TERKAIT

  • Politik

    Baleg DPR RI : RUU Pelelangan Harus Cegah Praktek Merugikan Debitur

    Rabu, 26 Agu 2026 | 20:49 WIB
  • Politik

    Aria Bima Soroti Akses Air Bersih dan Sanitasi di Wilayah 3T

    Selasa, 25 Agu 2026 | 17:17 WIB
  • Sorotan

    Majelis Pertanahan Pusat Tegaskan NKK Bukan Instrumen Mafia Tanah

    Minggu, 24 Mei 2026 | 00:07 WIB
  • Peristiwa

    Anak-Kemenakan di Desa Batu Gajah Diminta Bersabar, Terkait Sawit di Konservasi PT PSPI

    Jumat, 25 Okt 2024 | 21:39 WIB
  • Hukum

    Terkesan Halangi Wartawan, Oknum Staf Kantor ATR / BPN Rokan Hulu Tuduh Awak Media Intervensi Kantor

    Jumat, 23 Okt 2020 | 12:56 WIB

Terpopuler

  • #1

    Bentuk Generasi Unggul, Polsek Tambang Bersama Densus 88 Gelar Green Policing dan Edukasi Pelajar

    Senin, 19 Okt 2026 - 09:37 WIB
  • #2

    Investasi Pekanbaru Tembus Rp7,35 Triliun, Pelayanan Perizinan Raih Predikat Sangat Baik

    Kamis, 15 Okt 2026 - 09:27 WIB
  • #3

    Dukung Gerakan 1 Juta Pohon Kapolda Riau, Polsek Bukit Raya Turun Langsung Hijaukan Sekolah

    Rabu, 14 Okt 2026 - 10:26 WIB
  • #4

    Himatekind Gelar Aksi Kemanusiaan di Pekanbaru, Galang Dana untuk Korban Galodo Sumatera Barat dan Bagikan Masker

    Sabtu, 17 Okt 2026 - 16:27 WIB
  • #5

    Kecelakaan Maut di Inhu, Dua Remaja Tewas Usai Motor Tabrak Truk

    Jumat, 16 Okt 2026 - 18:14 WIB
  • #6

    17.500 Orang Padati KKR Pemuda Riau, Peserta Membludak, Panitia Evaluasi Gelaran 2027

    Minggu, 25 Okt 2026 - 18:00 WIB
  • #7

    Polda Riau Gelar Minggu Kasih di GBI Bethany: Polisi Siap Dengar Aspirasi Warga

    Minggu, 25 Okt 2026 - 12:34 WIB
  • #8

    Demi Senyum dan Kelancaran Aktivitas Warga, Kapolresta Pekanbaru Turun Langsung ke Jalan

    Senin, 19 Okt 2026 - 11:35 WIB
  • #9

    Polisi Turun ke Jalan, Polsek Payung Sekaki Bersama KSABP Tebar 200 Nasi Kotak dan Paket Kue

    Jumat, 16 Okt 2026 - 12:09 WIB

HUKRIM

  • Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Polda Riau Gagalkan Peredaran 34,9 Kg Sabu, Arman Achdiat: Kita Akan Tutup Jalur Narkoba 

    Selasa, 27 Okt 2026 | 13:02 WIB
  • Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Bandar Kendalikan Sabu 35 Kg dari Payakumbuh, Polda Riau Bongkar Jalur Malaysia-Bengkalis-Pekanbaru

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:20 WIB
  • Bentrok Maut di Rohul, Masyarakat Minta Kepolisian Segera Menangkap AS

    Bentrok Maut di Rohul, Masyarakat Minta Kepolisian Segera Menangkap AS

    Selasa, 27 Okt 2026 | 06:40 WIB
Bidnen SH

Ekbis

  • Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Wapres Gibran Dorong UMKM Cilacap Naik Kelas, Pertamina Diminta Perkuat Pendampingan

    Selasa, 27 Okt 2026 | 10:03 WIB
  • Transfer ke Daerah Riau Menyusut, Dana Bagi Hasil Anjlok 57,62 Persen

    Transfer ke Daerah Riau Menyusut, Dana Bagi Hasil Anjlok 57,62 Persen

    Selasa, 27 Okt 2026 | 09:58 WIB
  • Waves of Weave Pamerkan Wastra 10 Negara Asia Tenggara, Angkat Kisah Gusti Nurul

    Waves of Weave Pamerkan Wastra 10 Negara Asia Tenggara, Angkat Kisah Gusti Nurul

    Senin, 26 Okt 2026 | 17:38 WIB
    sudutkotanews.com



  • Kode Pers     Info Iklan     Tentang     Pedoman     Redaksi    

    tabloidDIKSI.com